Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 181_Kembali Pulang


__ADS_3

Sampailah mereka di negara X..mereka di sambut oleh seorang pria yang sangat di segani baik dalam keluarga maupun masyarakat ya siapa lagi kalau bukan Reyhan Jade Wilson.


Tentu tidak sendirian ada Laura yang menemani nya..Laura meminta Rey menjemput Sean karena dia sudah tidak sabar untuk melihat cucu barunya meski bukan cucu kandung tapi bukan masalah bagi Laura karena mereka adalah keluarga dan sampai kapanpun tetap keluarga.


"Percy.. Sean..astaga mana cucuku?" tanya Laura antusias.


"Aunty,uncle..maaf lama ya" balas Percy dan Sean saling peluk melepas rindu.


"Tidak..Aunty dan uncle baru aja sampai..gimana kabar kalian?" Laura mengusap rambut Percy dan membelai pipi Percy dengan sayang.


"Kami baik aunty" balas Percy tersenyum merasakan kehangatan sosok ibu dari Laura.


"Syukurlah..mana twins..mertuamu juga mana?" tanya Laura.


"Twins sama Daddy dan mommy Aunty" ujar Sean.


"Oh..baiklah kalian masuklah mobil dulu..aunty mau nyusul mommy mu" pamit Laura dan di ikuti Rey.


Sean dan Percy hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Laura yang sudah seperti seorang anak kecil yang di beri mainan baru..lucu lagi Rey orang yang biasanya tegas kini malah sebucin itu pada sang istri hingga kemanapun selalu ikut.


Mereka berharap semoga mereka juga akan seperti para orangtua yang hingga di masa tuanya selalu bersama seperti ini..mampukah mereka seperti orang tau nya entahlah lihat saja masa depan yang ada di hadapan kita.


"Ayo sayang kita ke mobil saja toh dad dan mom juga ada pegang ASI kan..kamu lebih baik istirahat aja ya daripada capek nanti malah twins yang rewel" ujar Sean menyarankan.


"Iya sayang" Percy setuju-setuju saja dengan saran Sean toh dia juga lelah.


*


*


"By kapan mereka sampai?" tanya Via yang sudah daritadi tidak sabaran.


"Baby sabar..sebentar lagi juga mereka datang" Bryan mencoba menenangkan Via yang tengah gelisah menunggu kedatangan adik iparnya yaitu Sean beserta twins.


"Iya tapi ini Idha lewat dari jam landing..astaga mereka kemana sih sebenarnya..nggak tau apa kalau di sini ada yang lagi nunggu" kesal Via tidak sabaran.

__ADS_1


"Sebentar lagi baby..jangan marah-marah nanti asi nya macet loh" ucap Bryan.


"Huhh ya udah hubungi uncle coba by tanya udah sampai belum mereka?"


"Iya baby"


Dan Bryan pun menuruti perintah Via untuk bertanya pada Rey mengenai rombongan Sean apa sudah sampai atau belum..setelah mengetahui jawabannya Bryan memutuskan sambungan telepon setelah Rey mengakhiri nya.


"Baby mereka sudah sampai..sekarang dalam perjalanan"


"Baguslah..ayo ke depan siapa tau usia dekat"


"Ayo baby"


Via dan Bryan pun menuju teras depan rumah untuk menyambut kedatangan Sean dan Percy beserta twins..lain halnya dengan Sean dan Percy mereka kini tengah duduk di jok belakang mobil dan tengah bermesraan.. Percy terlelap dalam dekapan Sean.. Sean juga sama dia juga terlelap karena dia hanya tidur 2 jam sejak begadang mengepak barang-barang twins.


Sementara itu di mobil satunya lagi..Rey dan Erick hanya menjadi penonton istri-istrinya..Nila dan Laura kini tengah menimang twins dan tak henti-hentinya menciumi pipi twins.. sebenarnya para suami juga ingin menggendong twins tapi apalah daya wewenang belum turun jadi mereka hanya bisa melihat dari kursi masing-masing sambil menghela nafas panjang.


"Sepertinya sudah mengambil twins dari para singa" batin seakan bertelepati dengan Rey.


"Kau Cemen begitu saja takut" balas Erick masih berpandangan.


"Memang kau berani?" balas Rey dengan senyum mengejek.


"Aku..mana berani" Erick.


"Hahahaha" keduanya spontan tertawa bersama dan itu membuat para istri menatap mereka dengan tajamnya.


Erick dan Rey langsung kicep tak ada yang berani buka suara bahkan memandang wajah istri masing-masing tak ada yang berani..takut jatahnya di potong dan itu akan mengakibatkan pusing masal.


Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di kediaman Erick..ya mulai sekarang mereka akan tinggal di rumah Erick rumah utama sejak Sean dan Rico belum ada.


Sean dan Percy turun dari mobil dan di sambut Via dengan Bryan dan Rico..yang lain masih di jalan karena kesibukan masing-masing hingga belum sempat datang nanti malam mungkin rumah Erick akan ramai dengan para manusia itu.


"Percyyyyyy" Via berjalan sedikit berlari dan memeluk Percy erat..dia begitu merindukan Percy selam 2 tahunan ini.

__ADS_1


"Ka Via.. Percy kangen..maaf baru kembali" ujar Percy dengan masih suasana berpelukan.


Para orangtua juga sudah turun dengan para istri yang menggendong masing-masing satu bocah mungil nan imut itu.


"Astaga apa itu keponakanku?" tanya Via antusias.


"Iya ka" Percy menjawab dengan senyuman hangatnya.


"Astagaaaaa..mom mana baby aku mau gendong" Via langsung berjalan cepat menuju Nila dan hendak meraih Ervian tapi di tahan Bryan.


"Baby biarkan mereka istirahat dulu..mereka pasti lelah" ujar Bryan.


"Tapi aku ingin menggendong mereka by" Via terlihat sedih.


"Nanti kan bisa..biarkan baby istirahat dulu ya..ayo masuk"


Akhirnya dengan segala bujuk rayunya Via mau menuruti permintaan Bryan dia membiarkan twins istirahat dulu sambil bermain dengan ketiga anaknya juga..dia juga tak boleh lupa akan kewajiban nya sebagai ibu dari tiga anak.


*


*


"Mom biar twins sama kami saja..mommy dan Daddy juga uncle dan aunty pasti lelah" ujar Sean


"Tidak usah..kalian istirahat saja jangan pusingkan urusan Twins" Erick berujar.


"Baiklah..kami titip twins" Sean dan Percy menuju kamarnya untuk beristirahat.


Para orangtua tidak ada yang lelah mereka bersemangat bermain dengan twins yang hanya bisa menggeliat dan menangis..entahlah main seperti apa yang para grandpa dan grandma itu maksud kan.


Sean mengajak Percy ke kamarnya dan beristirahat di sana..jujur keduanya masih sangat lelah dan mengantuk..mereka memutuskan untuk tidur selama twins tidak rewel dan aman dengan keluarganya.


Genie baru datang dengan Ray juga perut buncitnya yang sudah membuatnya kesulitan berjalan..usia kandungan nya baru 4 bulan tapi sudah membuat tubuh mungilnya seperti penguin jika berjalan.


Ray juga tak pernah lepas pandangannya dari Genie..bumilnya ini sedikit nakal dan jahil jadi harus ekstra pengawasan jika tidak bisa gawat..seperti sebelumnya bumilnya ini pernah ngidam membotaki kepala salah satu bodyguard nya dan itu membuat Ray benar-benar frustasi..dia tak mau Genie memegang tubuh orang lain selain dirinya seorang.. benar-benar bucin bin posesif.

__ADS_1


__ADS_2