Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 22_Butuh Waktu


__ADS_3

Sudah hampir seminggu Bryan tinggal di rumah Via..mereka masih sama belum terlalu baik hubungan di antara mereka..Bryan masih memaklumi itu karena memang di bandingkan dengan pendekatan yang dia lakukan saat ini rasa sakit Via jauh lebih dalam dari yang dia alami.


"Via apa kamu beneran membenciku?" tanya Bryan dengan tatapan serius.


"Ya" jawab Via singkat.


"Look at me Via..jawab dan tatap aku"


"I Don't want"


"Ok kalau begitu aku anggap kau tak membenciku"


Via menoleh ke arah Bryan dengan tatapan tajamnya..apa dia bilang Via tak membencinya..tapi kan memnag Via tidak membenci Bryan hanya kecewa..jadi Bryan tak salah bicara begitu.


"Jangan terlalu percaya diri..lebih baik kau pergi dari sini" ucap Via ketus dan datar.


Bryan tersenyum menanggapi kata-kata Via..baginya itu hanya ungkapan kekecewaan sementara saja kenyataannya tidak begitu..Bryan tau Via masih memendam rasa yang sama padanya begitupun sebaliknya.


"Aku tak akan pergi sebelum kau menerimaku lagi" ucap byan sekenanya.


"Shitt..what do you mean?" tanya Via dengan ketus.


"What babe..i said...i love you" jawab Bryan dengan senyuman menggodanya.


"Bulshit..go away"

__ADS_1


"Never"


Via tak menanggapinya lagi..baginya Bryan ada di sampingnya sudah cukup untuk mengibati kerinduan nya selama ini tapi juga memicu emosinya lagi seakan dia ingin menghajar Bryan hingga tak berdaya tapi mana mungkin Via bisa melakukan itu pada orang yang dia sayang.


*


*



"Kau mau kemana?" tanya Bryan dengan tatapan menelisik seluruh tubuh Via dari atas hingga bawah.


"Bukan urusanmu" jawab Via ketus.


"Jangan menguji kesabaran ku babe..aku tak sesabar itu..aku sekarang pria normal bukan lagi pria si anak mommy yang tak perduli dengan hal-hal seperti itu..apa kau paham babe?" ucap Bryan tegas nan menuntut.


Via hanya bisa terdiam..namun jauh di lubuk hatinya dia merindukan sosok anak mommy itu..sekarang memang Bryan jauh lebih dewasa tapi sikapnya juga jauh lebih tegas tidak seperti dulu yang seenaknya sendiri tanpa memikirkan bagaimana perasaan orang lain.


"Lalu apa maumu?" tanya Via menantang.


"Kau tanya apa mauku..aku mau kau menjadi milikku"


Tanpa mengijinkan Via menjawab Bryan menciumnya dengan lembut.. benar-benar di luar dugaannya..Bryan begitu terpancing oleh sikap Via..lihatlah apa yang Via pakai.


Bryan tak mungkin mengijinkan Via keluar dengan pakaian seperti itu..tidak akan pernah.

__ADS_1


"Emmm..emmm" Via memukul dada Bryan karena dia tak bisa bernafas..Bryan menciumnya tanpa jeda..gila..pria yang tengah menciumnya benar-benar sudah gila.


"Sorry babe..aku terlalu merindukan bibir ini" ucap Bryan setelah menghentikan ciumannya.


"Brengsek" umpat Via di depannya.


Bughhhhh....


Bughhhhh....


Bughhhhh....


Via menghajar Bryan karena kesal bukan karena menciumnya tapi karena dia tak di inginkan bernafas..apa Bryan mau membunuhnya.


"Arghhhh..sakit babe..kau terlalu kejam"


"Apa katamu..kejam..kau mau tau aku atau kau yang lebih kejam..let me show you"


Via menjeda sebentar lalu melanjutkan lagi perkataan nya.


"Kejam...kau meninggalkanku di saat aku sudah membuka hatiku padamu...kejam...di saat aku sudah memberikan sepenuhnya hatiku kau hilang ntah kemana selama berbulan-bulan lamanya..kejam..aku meratapi kepergian mu hanya dengan menangis dan menangis..kejam..kau bahkan tak tau apa yang sudah aku alami selama kau tak ada,huhh..aku tidak perduli dengan keluargaku bahkan teman-teman ku berulang kali menghiburku agar tak depresi karena di tinggal pria sepertimu..kejam..di saat kau kembali kau minta aku tak mengingat dan memaafkan mu semudah itu..sekarang aku tanya padamu siapa di sini yang lebih kejam..aku atau kau?"


Bryan hanya diam.. yang Via katakan itu memang benar semua..dia lebih kejam dari Via..dia sadar bahwa Via masih butuh waktu untuk menerimanya lagi..sialan kau sudah salah mencari gara-gara keparat.


"Sorry..sorry Via..aku sangat menyesal..aku hanya ingin kau memaafkan ku dan bersikap seperti dulu lagi..baiklah jika kau ingin aku pergi maka aku akan pergi..take care babe..sekali lagi maafkan aku..aku pergi baik-baik ya jangan sampai sakit lagi..aku mencintaimu"

__ADS_1


__ADS_2