
Mereka sudah tiba di gedung dimana acara pertunangan teman Sean berlangsung..Sean menggandeng Percy dengan mesranya hingga membuat Percy ingin sekali menghajar bosnya itu.
"Tidak usah seperti ini bisa tidak sialan"
"Hey aku ini Bosmu jaga bicaramu"
"Boa kalau sedang di kantor tapi musuh kalau sedang di luar"
"Terserah kau saja"
Percy kalah..dia benar-benar ingin sekali menghajar Sean saat ini juga tapi tidak mungkin dia lakukan karena mereka tengah berada di keramaian.
Sean memperkenalkan Percy pada temannya yang mempunyai acara..Percy hanya tersenyum dan mengangguk saja bahkan saat Sena memperkenalkan dirinya sebagai kekasihnya..astaga adakah paku untuk menggempur kepala si bedebah Sean itu.
"Michael selamat atas pertunangan kalian..semoga segera menuju pelaminan" ucap Sena tulus.
"Thanks dude.. aku sudah dan kau kapan..oho ngomong-ngomong siapa yang kau bawa dude?" ucap Michael penasaran.
"Oh dia kekasihku.. Percy..sayang kenalkan dia Michael teman ku" ujar Sean lembut malah membuat Percy merinding astaga.
"Iya..hi Michael aku Percy kekasih Sean..selamat atas pertunangan kalian"
"Terimakasih Percy..kenalkan dia Lidya belahan jiwaku"
"Hay Percy aku Lidya senang berkenalan dengan mu" ucap Lidya senang.
"Hey Lidya aku Percy" balas Percy tersenyum.
Sena dan Michael tersenyum melihat keakraban dua wanita yang baru saja saling kenal..setidak ya Percy tidak merasa sendirian dalam acara sebesar ini.
*
*
Bughhhh......
"Akhhhh shhhh kau ini auchhh" rintih Sean ketika perutnya kena bogem mentah Percy.
"Apa...mau marah hah?"
"Tidak..sudahlah sorry untuk kejutan tadi..aku harus menyelamatkan diriku kalau tidak aku selalu di cap jones terus"
"Memang kau jones kan?"
"Sialan kau..mulutmu memang pedas nona"
"Beginilah aku"
"Cih..sudahlah kau mau makan tidak?"
"Oho.. kau mau mengambil kannya untukku?"
"Ck..sudahlah "
Percy hanya tertawa melihat wajah kesalnya Sean..setidaknya dendamnya sedikit terbalaskan.
Di saat Sean mengambilkan makanan untuk Percy di saya itu juga seorang pria menghampiri Percy dengan cara mencekal lengannya kuat hingga Percy meringis kesakitan.
__ADS_1
"Ternyata kau di sini sayang?" ucap pria itu menyeringai.
"Ka..kau..sialan..lepaskan tanganmu sebelum kau menyesal"
"Tidak akan..ikut aku"
"Lepas brengsek"
Percy di seret menuju keluar gedung tapi sebelum sempat menyeret nya tiba-tiba sebuah bogeman mendarat tepat di wajah pria itu hingga menyebabkan sudut bibirnya berdarah.
Bughhhh....
"Akhhhh.. sialan"
"Berani sekali kau menyentuh wanitaku hah..kau pikir kau siapa?"
"SIALAN KAU"
Di saat pria itu hendak membalas Sean tanpa di duga sebuah tendangan mendarat mulut di masa depan pria itu..pria itu menjerit kesakitan sambil memegangi masa depannya yang ngilu-ngilu sedap.
Sean juga ikut meringis sambil spontan memegangi masa depannya juga yang pernah mengalami hal serupa astaga mengerikan.
"Arkhhh..sialan kau Percy arkhhh"
"Aku sudah katakan padamu sebelumnya bukan..lepaskan sebelum kau menyesal..maka rasakan lah" ucap Percy santai sambil mendengus.
"Hey sayang kau hebat sekali" puji Sean pada Percy sambil merangkul bahu Percy.
"Lepaskan sebelum kau merasakan hal yang sama untuk kedua kalinya"
Sean melepas rangkulan nya kemudian sedikit menjaga jarak agar masa depannya aman dari sepatu hak tinggi Percy yang membahayakan.
"Percy kau benar-benar tidak tau malu rupanya..baiklah kalau kau tidak mau ikut denganku maka bayar semua hutang orangtuamu"
"Sekarang aku tanya padamu..yang berhutang siapa..yang menggunakan uang itu siapa?"
"Memang bukan kau yang menggunakan uang itu tapi orangtuamu sudah menjualmu padaku..kau sudah menjadi milikku Percy"
"Hahahaha..menjualku..kenapa aku tidak mendapatkan bagianku?"
"Hahah kau tak beda jauh dari perempuan kebanyakan yang hanya ingin uang..berapa yang kau butuhkan?"
Percy mengepalkan tangannya ingin sekali dia menghajar Frank..ya Frank lah yang membuat onar di acara Michael.
"Baiklah.. berikan nyawamu maka kau berhak memilikiku"
"Apa..jangan gila kau Percy"
"Tidak..aku tidak gila..kau mau aku menjadi milikmu bukan..maka serahkan nyawamu maka aku menjadi milikmu"
Sean hanya mendengarkan saja dia sesekali tersenyum melihat wajah tenang nan penuh emosi dari Percy.. sebenarnya Sean bisa saja menyeret Frank dari pesta ini tapi biarkan saja Percy menyelesaikan masalah nya sendiri.
"Sudahlah Frank..aku dari dulu sangat tidak ingin terlibat dengan keluarga ku..kau tentu saja tau bagaimana hubungan ku dengan keluarga ku..jika kau ingin keluargaku membayar hutang maka mintalah pada anak kesayangan mereka Revka..aku bahkan sudah di usir dari rumah kau tentu saja tau kan?"
Frank terdiam tak menjawab..memang kenyataannya begitu..dia tau karena dia selalu mengganggu Percy di saat Percy tengah kacau..dulu memang mereka sempat dekat tapi sekarang mereka menjauh entahlah ada jarak yang tidak kasat mata yang membentang di antara mereka
Sean menarik Percy menjauh dari Frank dan keramaian yang sejak tadi melihat mereka bertengkar..Sean tak mau Percy di anggap wanita yang mudah di beli.
__ADS_1
"Kita pergi" ujar Sean
"Hm" jawab Percy berdehem.
*
*
"Kau baik-baik saja?"
"I think no"
"Kau mau melampiaskan kekesalanmu?"
"Bolehkah aku menghajarmu?"
"Hey bukan aku..tapi aku bisa membawamu ke tempat dimana kau bisa melampiaskan emosimu"
"Dimana itu?"
"Ikut aku"
Percy dan Sean pun menuju tempat dimana Percy bisa melampiaskan kekesalannya terhadap Frank..untung saja dia tidak mengahajar mati si Frank itu.
Mereka telah sampai di tempat gym milik Sean..tempat itu sudah kosong atas permintaan Sean sendiri agar Percy bisa melampiaskan kekesalannya.
"Gantilah bajumu setelah itu lawan aku"
"Kau yakin?"
"Kau takut?"
"Tidak akan"
Percy berganti pakaian dengan pakaian khusus untuk gym..Sean selesai dengan pakaian nya sendiri dia tengah menunggu Percy.
Tak berapa lama kemudian Percy telah selesai mengganti pakaiannya..dia keluar dengan pakaian yang terlihat pas di tubuhnya.
"Wow you look like hm..."
"Diamlah..cepat mulai sebelum kau ku buat babak belur"
"Ok baiklah kau menang nona"
Percy memakai sarung tinju setelah terpasang semua kini dia mulai bersiap untuk memulai pertarungan dengan Sean.
Sean juga telah bersiap..dia tidak akan sepenuhnya hati menyerang Percy bagaimana pun juga Percy perempuan pasti ada titik dimana dia lemah.
"Mulailah menyerangku"
"Sesuai keinginan mu"
Percy mulai menyerang Sean dengan bringas..dia meluapkan segala kekesalannya dengan bertarung dengan Sean..Percy begitu ingin menghabisi Frank saat itu tapi dia sadar dia tidak dalam lingkungan yang mengharuskan dia menghajar orang.
Di tambah dengan Sean..dia tak mau membuat Sean malu karena ulahnya yang bar-bar..sebaiknya dia menahan diri sebelum keluar dari zona yang bukan miliknya.
__ADS_1