
Usia kehamilan Percy semakin bertambah..kini sudah 8 bulan usianya.. semakin hari semakin cinta dan perhatian pula Sean pada Percy.
Orangtua Sean sama sekali belum mengetahui perihal kehamilan Percy..rencana nya Sean akan memberitahu keluarga ketika anaknya sudah lahir.
Dia ingin semua keluarganya bahagia tapi dia juga harus siap resikonya di pukuli oleh sang ibu karena sudah merahasiakan kehamilan Percy dari nya..tidak apa-apa yang penting surprise nya lancar.
"Sayang kau lelah..atau mau sesuatu mungkin?" tanya Sean perhatian pada Percy.
"Aku hanya pegal-pegal sayang.. mungkin efek kehamilan" ujar Percy.
"Sini aku pijitin..kasihan kamu capek" Sean memijat Percy dengan penuh kasih sayang.
Percy menikmati pijatan dari tangan Sean..nyaman juga..suaminya memang serba bisa..dia semakin mencintai nya.. Sean sendiri belajar yang terbaik untuk menggantikan waktu yang telah dia lewati sejak kehamilan pertama Percy hingga tragedi keguguran itu.
Sekarang lah waktu nya menebus semua waktu itu dengan melayani snag istri sebaik-baiknya..dia akan memperlakukan Percy layaknya seorang ratu.
"Sudah sayang kau pasti lelah..aku sudah baikan" ucap Percy menghentikan kegiatan Sean..dia tidak enak dengan suaminya.
"Benar tidak pegal lagi..baiklah aku ambilkan buah ya..jangan kemana-mana" pesan Sean sebelum beranjak.
"Iya Daddy..cepatlah sebelum baby rewel" ucap Percy mengiyakan.
"Kau ini bisa saja sayang..muach" Sean mencium pipi Percy sambil berlalu menuju dapur untuk mengambil buah dan memotongnya.
Selesai dengan kegiatan potong buah kini Sean menuju ruang tamu lagi dan bergabung dengan sang istri..sepiring buah di tangan Sean berikan pada Percy.
"Ini sayang habiskan ya biar twins sehat dan cepat besar.. jagoan-jagoan Daddy kalian sehat-sehat ya di dalam..Daddy menyayangi kalian boys" ucap Sean mencium perut buncit Percy.
"Kau tak mau sayang?" tawar Percy menyodorkan sepotong buah di depan mulut Sean.
"Boleh sayang..aaa" Sean menerima suapan dari Percy dia senang Percy benar-benar sudah kembali seperti dulu.
Percy tersenyum karena Sean menerima sodoran buah darinya..dia senang bisa bermesraan dengan Sean dia semakin mencintai suaminya yang super sabarnya.
"Kami mencintai mu Daddy" ucap Percy tiba-tiba memeluk Sean.
"Hahah Daddy juga mencintai kalian kesayangan" balas Sean terkekeh memeluk erat Percy.
"Daddy kapan kita pulang?" tanya Percy berlagak seperti anak kecil.
__ADS_1
"Setelah baby lahir ya sayang.. untuk sekarang sepertinya belum bisa" jelas Sean.
"Baiklah.. semoga setelah ini tiada lagi nestapa di keluarga kita dan semoga kita selalu di limpahi kebahagiaan yang sesungguhnya" ucap Percy tulus.
"Amin sayang..aku akan usahakan untuk itu teruslah berada disampingku agar aku memiliki kekuatan lebih untuk menciptakan sebuah kebahagiaan yang sesungguhnya untuk kita dan keluarga kecil kita kelak" ucap Sean memeluk Percy dan memberikan nya kecupan sayang pada keningnya.
"Kami mencintai mu Daddy" ucap Percy merasa sangat bahagia setelah nestapa panjang yang mereka lalui.
"Aku lebih mencintai kalian kesayangan Daddy" Sean membalas ungkapan cinta Percy.
Mereka berpelukan dengan sesekali bercerita dimasa- kecilnya mereka..baik Sean maupun Percy mereka saling terbuka tak mau ada yang disembunyikan apapun itu meski menyakitkan hati.
*
*
"By aku merindukan bocah itu" rengek Via merindukan sang adik.
"Astaga baby..nanti ya kalau Percy sudah pulih baru kita berkunjung ke sana..kau tau sendiri kan Percy belum bisa menerima orang baru hm?" jelas Bryan memberikan pengertian kepada Via.
"Tapi aku merindukan Sean by" kekeh Via
"Ya sudah cepatlah by" Via setuju dan sangat tidak sabaran.
"Iya sabar sayang..sebentar aku ambil ponselnya dulu" Bryan.
Bryan mengambil ponselnya dan menghubungi sang adik ipar yang tak lain adalah Sean..entahlah istrinya itu seperti anak kecil saja jika tidak segera di turuti maka akan ngambek dan merajuk.
Setelah tersambung....
"Hallo Sean.. bagaimana kabarmu?" tanya Bryan berbasa basi.
"Hallo juga karena.. Sean seperti biasa,ada apa ya?" tanya Sean.
"Ini kakakmu katanya kangen" ujar Bryan.
"Hahaha astaga mana coba Sean mau lihat mukanya" Sean meledek Via.
"Hey adik kurang ajar..pulang kenapa lama sekali sih di situ..?" Via merampas ponsel Bryan dan langsung menunjukkan wajahnya di hadapan Sean.
__ADS_1
"Hahaha astaga kakakku yang cantik jangan marah-marah nanti cepet keriput loh" Sean
"Sialan kau..sudahlah bagaimana perkembangan nya..apa ada kemajuan..Kaka sudah merindukan Percy" Via lemah lembut.
"Percy sudah sedikit ada kemajuan..bisa di bilang sudah pulih tapi kalau bertemu orang baru seperti nya belum bisa ka..sabar ya nanti kalau dia sudah pulih kembali kalian bisa ke sini dan menjenguknya" jelas Sean berbohong.
"Huhhh baiklah..padahal aku sudah sangat ingin melihat keadaannya tapi ya sudahlah Kaka doakan semoga Percy segera kembali seperti dulu..dan untuk kau bocah kurang ajar awas ya sekali lagi kau membuat nya begini lihat apa yang akan Kaka lakukan pada mu" ancam Via menatap tajam adiknya Sean.
"Astaga iya ka..aku juga tidak ada main apapun dengan siapapun..itu hanya kesalahpahaman saja" bela Sean menjelaskan.
"Terserah yang penting awas kalau kau begitu lagi Kaka tidak akan segan-segan menghabisi mu" Via masih kesal dengan Sean yang tidak peka dengan rumput liar.
"Baby sudah jangan begitu..dia juga tidak tau wajarlah sayang..jangan marah-marah hm?" bujuk Bryan
"Sudahlah aku tutup dulu jaga Percy baik-baik" pamit Via dan menutup sambungan telepon.
Sean di sana hanya terkekeh geli e betapa keluarganya sangat menyayangi Percy..memang Percy bukanlah gadis yang suka berpura-pura maka dari itu keluarga nya mudah menerima nya masuk kedalam lingkup Wilson famili.
Sementara itu Via juga lebih memilih bermain dengan ketiga anaknya yang sudah semakin besar dan banyak sekali tingkah polah nya.. Via bersyukur karena di berikan pendamping sebaik Bryan dan sesabar Bryan..dia semakin mencintai suaminya yang dulunya anak mommy.
"I love you by" ucap Via.
"Love you more baby" balas Bryan.
Dan mereka berkissing menikmati momen indah yang mereka ciptakan sendiri..setelahnya mereka menuju kamar ketiga anaknya dan bermain di sana menghabiskan waktu bersama ketiga buah cinta mereka.
*
*
1 bulan kemudian......
"Seannnnn awshhh" rintih Percy kala merasakan perutnya serasa di remas-remas.
Sean yang mendengar teriakan Percy langsung berlari tanpa memperdulikan kegiatannya..dia berlari dengan cepat ke kamarnya.
Pintu terbuka setelah dia berhasil mengatur nafasnya yang masih memburu karena khawatir dengan teriakan Percy.
"Percyyyyyy"
__ADS_1