Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 105_Keterkejutan dan Penyesalan


__ADS_3

Puas dengan video-video yang membuat Patrick lemas apalagi dalam video tersebut tertera jam,tanggal,tahun serta hari yang membuat Patrick percaya bahwa selama ini pamannya telah melakukan penipuan terhadap nya agar pamannya selamat dari segala tuduhan.


Setelah semua bukti telah Deril perlihatkan kini tatapan tajam Rey dan Deril mereka arahkan pada Patrick.. Bryan..dia mah sibuk chatting dengan Via yang selalu saja menggodanya.


"Jadi apa kau masih menganggap bahwa kami telah menipumu anak muda?"


Patrick menjatuhkan dirinya di depan Rey dan Deril..dia berlutut meminta maaf kepada kedua orang itu juga Bryan yang tak menggubris permintaan maaf nya karena sibuk chatting dengan istrinya.


Rey kesal dengan Bryan..dia mengambil bulpoin dan melempar nya tepat mengenai kening Bryan dan membuat Bryan meringis..astaga pamannya menakutkan sekali sih.


"Awshhh..why uncle?"


"Dasar bocah tengik..urus masalahmu dulu baru kau bebas"


"Hishhh uncle masalah ini masalah sepele daripada istri ngamuk karena chat tidak di balas wahhh jatah malam terancam uncle..uncle cek ponsel uncle siapa tau ada chat dari istri tercinta"


Perkataan Bryan sukses membuat Rey dan Deril memeriksa ponselnya dan benar saja ada beberapa chat dari kedua istri pria itu..matilah kalian.


Sementara Robert dia hanya menepuk keningnya melihat tingkah ketiga pria itu astaga dalam keadaan begini saja masih bisa ber chatting ria dengan para istri.


Patrick yang masih berlutut di buat heran oleh ketiganya..dia tak berani angkat bicara sekarang dia harus meminta maaf kepada ketiga orang itu terutama Bryan dia sangat bersalah pada Bryan dia ingin memperbaiki kesalahannya.


"Ekhemm tuan Bryan"


"Ya Robert?"


"Sebaiknya selesaikan urusan anda dulu barulah anda bisa membaginya dengan nona Via"


"Ah aku lupa..astaga istriku ini memang bisa mengalihkan otakku hahaha..jadi bagaimana Patrick apa kau masih salah paham dengan ku?"


Ampun taun..maafkan saya..saya hanya termakan hasutan paman saya..waktu itu saya baru kembali dari negara lain karena saya menempuh pendidikan di sana tapi setelah saya kembali ternyata keluarga saya hancur berantakan..ibu saya stress, ayah saya meninggal karena bunuh diri,kakak saya menjual diri dan berakhir dengan penyakitnya yaitu HIV dan pada akhirnya dia tewas karena terlambat mendapatkan penanganan...


Paman saya menceritakan segalanya mengenai kondisi keluarga saya dan itu membuat saya sangat marah terhadap kalian..saya yang memang tak tau apapun mengenai masalah ayah saya hanya bisa mempercayai segala bukti palsu yang paman saya berikan pada saya..sungguh saya sangat menyesal karena telah salah melakukan ini semua terhadap kalian hiks..maafkan saya tuan..saya menyesal hiks" jelas Patrick sejujurnya.

__ADS_1


Bryan tampak menghela nafasnya panjang..inilah yang tak dia suka dengan manusia yang lebih mengutamakan ego dari kenyataannya..sialan jika begini hanya bisa meminta maaf kan.


"Huhhh. bagaimana uncle menurut kalian..jujur Bry tak terlalu mahir dalam menghadapi orang seperti dia"


"Hahaha..kau itu bisanya apa sih?" tanya Rey menertawakan sikap Bryan.


"Aku bisanya membuat adonan dan membuat istriku mendes__awww sakit uncle ishhh"


Belum sempat Bryan menyelesaikan perkataannya dia sudah di lepas bulpoin kembali dan tepat mengenai kening nya.


"Mulutnya minta di jahit atau di selotip..dasar Omesh"


"Hahaha uncle juga kan..sudahlah aku serahkan dia pada uncle saja"


"Baiklah jika begitu..hey kau..kau ingin aku apakan hm?"


Patrick Tak berani menatap manik mata tajam Rey..dia ketakutan hingga tubuhnya bergetar.


"A..am.. pun..tu..an"


"Terimakasih tuan.. terimakasih atas kesempatan nya..saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi..saya akan meninggalkan negara ini dan tak akan muncul lagi di hadapan kalian..saya janji"


"Bagus..ku pegang kata-kata mu..Robert urus keberangkatannya dan pastikan dia tak bisa kembali ke negara X lagi"


"Baik tuan"


Robert membawa Patrick keluar dari ruangan itu dan membawanya untuk bersiap meninggalkan negara X secepat mungkin jika tidak maka Patrick akan mendapat tantangan lomba lari dengan cheetah kesayangan tuan Rey.


"Ingat Patrick pergunakan kesempatan keduamu untuk melakukan hal baik rubahlah hidupmu..kau tenang saja ibumu akan aman bersama kami..kami akan mengawasinya masalah pamanmu tenang saja orang-orang tuan besar Rey sudah mengamankannya mungkin saat ini dia sedang berenang dengan buaya kesayangannya anak dari tuan besar Rey" ucap Robert ketika mereka berada di lift.


"Baik tuan saya akan berusaha memperbaiki diri saya.. terimakasih atas kesempatan kedua ini"


"Hm"

__ADS_1


*


*


Di ruangan Bryan kini hanya ada Bryan,Rey dan Deril..mereka masih asik membahas mengenai cara bersikap menghadapi bumil karena Bryan sangat membutuhkan saran dari kedua pria itu.


"Kau tak boleh menolak keinginan ibu hamil karena itu akan berimbas pada anakmu nanti..kau mau jika anakmu ileran sampai dewasa?"


"Tidak uncle..tidak mau"


"Maka dari itu Bryan..kau harus menuruti apa kata istrimu..kau tau bukan hanya kau yang di jadikan percobaan ketrampilan ber-make up para istri tapi kami juga pernah bahkan mertuamu juga sama"


"Benarkah..astaga ternyata aku tidak sendiri"


"Ya begitulah..kita tak merasakan menjadi ibu hamil maka dari itu sebisa mungkin apapun keinginan nya kita penuhi sebagai gantinya"


"Ya ka Rey benar..aku juga begitu waktu istriku hamil muda dulu..banyak sekali permintaan nya bahkan jika tidak di turuti aku di suruh tidur bersama nyamuk di luar rumah..mengerikan bukan"


"Hahah itulah hebatnya istri kita"


Obrolan masih berlanjut tentu saja membahas mengenai masalah sekitar rumah tangga yang tidak jauh dari ranjang.


*


*


"Ishhh hubby nggak bales chat ku lagi..awas aja nanti kalau sampai rumah" sungut Via ketika chatnya tak di balas.


Via masuk kedalam kamar ketika hari mulai gelap..dia akan memberikan pelajaran pada Bryan agar tak mengabaikan pesan darinya lagi.


Via telah bersiap dengan pakaian dinasnya..jangan harap mendapatkan jatah malam ini..pikirnya yakin dengan keputusan nya sendiri.


Setelah di rasa semuanya sudah siap Via duduk bersandar di kepala ranjang dengan ponsel di tangannya.. Via akan memberikan pelajaran berharga untuk sang suami.

__ADS_1


Entah kenapa sejak hamil Via ingin selalu di perhatikan entah kapanpun itu dia tak suka jika pesan nya di abaikan oleh siapapun itu termasuk suaminya sendiri.


Menjadi pusat perhatian adalah keinginan Via sejak hamil..entah dengan kelakuannya atau keinginan nya..mungkin bawaan bayi apalagi dia mengandung anak kembar pasti perhatian yang dia butuhkan berkali-kali lipat.


__ADS_2