
"Sayang kau sudah sadar..apa ada yang sakit..apa kau butuh sesuatu?" ucap Sean memberikan perhatian.
"Aku dimana?" Percy bertanya karena dia tidak yakin berada di kamar Sean.
"Kau di rumah sakit sayang..tenang lah jangan banyak bergerak hm?" Sean menjelaskan dengan kelembutan.
"Rumah sakit..kenapa aku di ru__" tiba-tiba Percy mengingat kembali momen beberapa jam sebelum dia terdampar di rumah sakit ini.
"Anakku..anakku dimana Sean..kenapa perutku sudah rata lagi Sean..dimana anakku?" tanya Percy dengan nada bergetar takut terjadi seauatu yang buruk.
"Ssstttt tenang sayang..jangan begini..dengarkan aku anak kita sudah bahagia di sana dan maaf aku tak bisa berbuat apapun..maafkan aku sayang" Sean berujar lemah.
"Tidakkkkkkk" Percy.
Percy histeris karena apa suaminya bilang anaknya sudah bahagia di sana jadi maksudnya dia sudah kehilangan anaknya begitu..hahaha tidak dia pasti sedang ber mimpi sekarang.
"Hey sayang jangan begini..tenang nanti lukamu terbuka lagi..sayang tenanglah" Sean menenangkan Percy yang tengah histeris.
"Tidakkkkk..tidak mungkinnnn..anakkuuuu..anakkkuuuu" Percy histeris.
"Anakkuuu..dimana anakkuuuuu..anakkuuuu huhuhuhu anakkuuuuuu"
"Sayang jangan begini hiks..Percy sayang tenang lah..ya tuhan maafkan aku sayang" isak Sean menenangkan Percy.
Pintu kamar rawat Percy terbuka dan muncullah Nila beserta Erick mendekati Sean yang masih memeluk Percy yang terus hiateris dan berteriak.
__ADS_1
"Percy..hiks..sayang..jangan begini nak..mommy sedih melihatmu seperti ini sayang hiks kuatlah" Nila memeluk Percy menggantikan Sean yang sudah di tarik keluar oleh Erick.
"Anakkkuuu hiks anakkuuuu..mom dimana anakku..dia..hiks..dia masih ada kan mom..iya kan..Sean pasti bohong padaku hiks..katakan mom bayiku masih ada kan hiks..jawab mom..jawabbbb..anakkkuuuuu" Percy benar-benar kehilangan setengah jiwanya.
"Sayang Percy..hey dengarkan mommy nak..Percy..kuatkam dirimu nak..iklaskam dia sayang..kau bisa bangkit lagi" ujar Nila menyemangati meski dia sendiri juga hancur.
"Hahahahaha anakku..ahahha dia masih di perutku mom..hahah sayang kamu lagi bobo ya..hihihi maaf ya mommy nakal..mommy gak akan ganggu kok..bobo yang nyenyak ya hahah..mom anakku sedang tidur hihi dia masih di sini mommy lihatkan?" ujar Percy kehilangan kewarasannya.
"Percy astaga nak..sadar percy sadar sayang..Erickkkkkk,Seannn" Nila syok melihat perubahan sikap Percy.
Dua laki-laki itu masuk dengan terburu-buru..Sean mendekati mommy nya dan bertanya,dia panik setengah mati takut Percy kenapa-kenapa.
"Ada apa mom..Percy kenapa?" Sean
Sean dan Erick dapat melihat bahwa Percy sedang mengelus perutnya dengan sesekali tertawa bahkan mengajak perutnya bicara..keadaan Percy sungguh membuat Sean hancur sehancur-hancurnya..baru kemarin istrinya sembuh dari traumanya apa sekarang istrinya itu tengah mengalami depresi..ya tuhan kenapa cobaanmu tidak habis-habisnya.
Sean mendekati Percy dan merengkuh Percy yang masih saja tertawa bahkan sesekali terkiki dengan masih mengelus-elus perutnya yang sudah rata..terdengar kata-kata yang amat sangat menyayat hatinya.
Kata-kata seorang calon ibu yang kehilangan kesempatan untuk di panggil ibu bahkan menjadi ibu..sungguh kuatkah Sean menanggung beban berat ini sendirian.
"Sayang hiks..sadar lah..jangan begini..kau membuatku semakin bersalah sayang..aku tak bisa melihatmu begini..hiks..sadar Percy"
Sean juga ikut menangis dan begitu terpukul dengan kejadian ini..dia tak sanggup jika harus menjalaninya sendiri..dia harus apa sekarang..akibat dari kebodohannya dia malah membuat sang istri semakin terpuruk bahkan anaknya ikut menjadi korban dari kebodohannya..pantaskah dia di sebut sebagai suami.
Nila dan Erick tak kalah sedihnya mereka juga hancur melihat keadaan menantunya yang begitu memprihatinkan..Erick sebelumnya sudah memberi kabar pada Rey mengenai Percy yang keguguran.
__ADS_1
Rey dan Laura segera bertandang ke pulau H untuk melihat kondiai Percybagaimanapun juga Laura pernah mengalami hal serupa dan Luara tau itu psti akan mengguncang kejiwaan Percy.
Mereka telah sampai di pulau H dan bergegas menuju rumah sakit dimana Percy di rawat..tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di rumah sakit itu.
Rey dan Laura telah samoai di depan pintu kamar rawat Percy..terdengar tangisan dari dalam dan iti semakin membuat Laura tak bisa menahan laju air matanya lagi setelah dia tahan selama di perjalanan.
"Baby you ok?" tanya Rey lembut membelai pipi dan menghapus air mata istrinya.
"Aku sedih by..hiks hiks..kenapa selalu keluarga kita yang mengalaminya by..dulu aku lalu Via lalu Percy..apa salah kami by..kenapa tuhan begitu kejam hiks" ucap Luara seolah mengungkapkan isi hatinya.
"Baby dengarkan aku sayang..jalan hidup setiap manusia itu berbeda-beda..mungkin memang takdir kalian belum di percaya sebagai calon ibu begitu juga kami para kaum pria..kita hanya manusia tempatnya salah baby..percayalah suatu hari nanyi pasti mereka akan merasakan kebahagiaan seperti yang kita rasakan saat ini baby..biarlah ujian datang silih berganti itu tuhan berikan agar kita bisa menjadi manusia yang semakin kuat dan siap menanggung dan menerima tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya..kau percaya kan bahwa keajaiban iti selalu ada..semua akan indah pada waktunya baby..jangan meratapi yang sudah terjadi..tidak ada yang mau dan rela kehilangan sesuatu yang sangat berharga bagi hidup kita baby" jelas Rey menjabarkan.
Laura hanya mendengarkan dan mencerna setiap kata yang suaminya ucapkan..memang benar jalan hidup setiap manusia itu berbeda-beda,tidak ada yang tau nasib dan masa depan mahluk hidup di bumi ini selain sang pencipta..takdir manusia hanya menjalani setiap apa yang tuhan berikan dan limpahkan pada kita.
Bersabar dan berusaha menjalani apa yang di berikan pada kita dengan ikhlas hati maka hasilnya takkan mengecewakan..semua sudah di atur..benar kata suaminya semua akan indah pada waktunya seperti dirinya dan Rey.
Laura dqn Rey masuk setelah Laura bisa mengendalikan emosi dan dirinya..Laura melihat Percy seperti cerminan dirinya berpuluh-puluh tahun sebelumnya..apakah dia seperti iti sebelumnya..ya tuhan ingatan anak pertamanya yang belum sempat dia sentuh muncul lagi.
"Nila" panggil Laura.
Nila menoleh ke asal suara dan bergegas memeluk Laura..dia menangis menumpahkan segala kesedihannya di pundak kaka iparnya.
"Ka Laura..kenapa terjadi lagi pada kami ka..dulu Via sekarang Percy aku harus apa ka..kenapa takdir kejam sekali pada kami ka" Nila terisak.
"Semua sudah menjadi suratan yang di atas Nila..ikhlaskan semuanya..lihatlah aku,dulu aku pun begitu kan..masih ada kesempatan untuk membuatnya pulih sebelum terlalu jauh lagi..kuatkan diri kalian,jangan lemah dan jangan tunjukkan kesedihan kalian di depannya..beri dia dukungan serta cinta kalian percayalah tuhan tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan manusianya"
__ADS_1