
"Nyonya maafkan saya nyonya..tolong bujuk tuan Bryan agar mau memaafkan saya nyonya..saya tulang punggung keluarga saya nyonya" ujar Gally memohon.
"Lalu?" jawab Via santai.
"Apa nyonya tidak punya hati untuk memaafkan saya..nyonya jangan egois..tuhan saja maha pemaaf apalagi nyonya yang hanya manusia biasa..jangan egois nyonya"
"So?"
"Sialan" Gally mengumpat Via.
PLAKKKK.....
Dengan sepersekian detik berikutnya sebuah tamparan mendarat keras di pipi Gally tentu saja bukan dari Bryan maupun Via melainkan dari tuan Barton yang sudah sangat geram dengan kelakuan tidak tau malu sekertaris nya.
"Cukup Gally..cukup..kau sudah sangat mempermalukanku..mulai sekarang kau di pecat dan jangan harap kau bisa bekerja di perusahaan manapun..kau benar-benar membuatku sial"
Tuan Barton melangkah meninggalkan Gally bersama Bryan dan Via..mereka hanya menatap datar tanpa mau membantu.. sudah berkali-kali diingatkan tapi masih saja berulah.. rasakan
PLAKKKK.....
Satu tamparan lagi berhasil mendarat mulus di pipi sebelah Gally..Kali ini dari Via yang sudah sangat kesal dan jengkel dengan sikap Gally yang bahkan tidak tau malu.
"Sudah cukup aku bersabar dengan sikap tidak tau malu mu nona Gally..jangan kau kira aku tidak tau niatmu mengusik ketenangan kami kau salah jika ingin mencari masalah denganku maupun dengan suamiku..kau ingin tau siapa aku sebenarnya bukan..baiklah akan aku beritahu siapa aku sebenarnya"
Via menunjukkan sebuah foto keluarga dimana seluruh keluarga Wilson tengah berkumpul dan berfoto bersama.. Via sebenarnya tidak ingin identitas nya di ketahui banyak orang tapi ini di luar kendalinya mau tidak mau dia harus membuka identitas nya pada Gally agar dia berfikir dua kali lagi dalam bertindak.
"A..Apa..i.. ini tidak..tidak mungkin..ka..kau..keluarga Wilson..hahaha tidak mungkin"
"Apa masih kurang buktinya..baiklah akan aku berikan bukti nyatanya padamu"
Via mendial nomor uncle nya Rey..siapa yang tidak tau seorang Reyhan Jade Wilson yang terkenal raja bisnis..Rey memiliki kerajaan bisnis dimana-mana. bahkan hingga lintas benua.
"Ya Via" Rey.
"Uncle.. aku siapa?"
"Hey maksud nya apa sayang?"
"Uncle aku ini siapamu?"
"Astaga apa kau sudah terbentur sesuatu.. jelas-jelas kau keponakan ku"
"Benarkah uncle..uncle tidak sedang bercanda kan?"
"Hey bocah awas jika kau sudah kembali akan ku ikat kau di pohon mangga seperti dulu"
"Hahaha bercanda uncle..sorry..aunty dimana uncle"
__ADS_1
"Aunty mu sedang istirahat biasa"
"Ishhh uncle ingat umur"
"Hahaha jika ingin tidak harus melihat umur sayang..ya sudah uncle tutup dulu ya uncle ada urusan dengan Daddy mu"
"Ok uncle..salam rindu dari Via"
"Ok princess..bye"
Setelah panggilan berakhir Via menatap Gally yang hanya tercengang mendengar dan melihat langsung bagaimana Via dan Rey mengobrol dengan begitu akrabnya.
"Bagaimana nona Gally apa masih perlu bukti lagi..jika iya maka kau bisa menemuiku di kediaman Reyhan Jade Wilson"
"Ti..tidak..ma..maafkan saya no..na"
"Maaf..hahahaha tidak ada maaf untuk mu nona Gally..hubby"
"Baik baby"
Bryan menghubungi anak buahnya yang sudah dia siapkan sejak sehari kemarin untuk memberikan pelajaran kepada Gally dan tuan Barton.
Tak berapa lama kemudian beberapa orang berseragam hitam tampak menunduk hormat pada Bryan dan Via..mereka langsung menjalankan perintah dari Bryan untuk melenyapkan Gally.
"Tidakkkkkk..lepaskan akuuuuu..tuan Bryan tolong lepaskan saya..nyonya tolong lepaskan saya..saya menyesal..saya minta maaf.. lepaskannnn"
Mau tak mau mereka melakukan hal ini.. semua demi kebaikan bersama jika Gally berulah lagi dengan orang lain bagaimana.
Jika mereka masih memberikan kesempatan lagi belum tentu kesempatan itu akan dia pergunakan dengan baik..bisa saja dia hanya memanfaatkan kondisi..mereka tak ingin menampung bunga bangkai yang cantik di pandang namun busuk ketika tercium baunya.
Bryan dan Via sudah bersiap untuk kembali ke rumah..mereka sudah merindukan kedua anaknya yang menggemaskan itu.
"Baby apa kau siap untuk kembali ke rumah?"
"Ya by..sangat siap"
"Kau sudah lebih baik?"
"Iya by.. aku sudah baik-baik saja"
"Jika masih mengantuk kita bisa tidur dulu baby ..aku tak mau kau sakit hm?"
"Tidak by..cepatlah aku sudah merindukan mereka"
"Baiklah"
Bryan pasrah karena Via memang tidak bisa di paksa..dia hanya mengikuti saja dan juga menjaga Via tentunya.
__ADS_1
"Ayo baby kita harus pulang sekarang sebelum hujan"
"Baiklah"
*
*
"Bangunlah..aku merindukan mu gadis pengganggu"
Seorang wanita yang tadinya tengah koma kini terbangun karena mendengar bisikan dari seseorang yang sangat dia cintai.. seseorang yang sangat dia rindukan.
"Ri..co"
Wanita itu melihat sekelilingnya..rumah sakit..huhhh dia masih di rumah sakit..apa dia koma lagi..sungguh dia sudah lelah tapi dia tidak boleh menyerah demi orang-orang tercintanya.
Saat wanita itu tengah menatap sekeliling ruangan tiba-tiba pintu terbuka dan terlihat lah seorang pria tengah menatapnya dengan tatapan sendu.
"Annie"
"Rico..tidak..aku pasti salah lihat"
Pria itu semakin mendekati nya dan kini dia tepat berdiri di hadapannya.. Annie tampak mencoba memegang tangan pria itu terasa..astaga apa ini nyata..tidak tidak.. Rico di negara X dia tidak mungkin berada di sini.
"Annie.. bagaimana perasaan mu?"
Annie tampak memejamkan matanya dan mencoba memfokuskan pikiran nya agar tidak terbayang-bayang akan Rico sosok pria yang dia rindukan.
"Ini pasti mimpi..ini mimpi..ya ini mimpi Annie"
Sedangkan pria itu hanya terkekeh namun tersirat kesedihan dalam tatapannya..gadis yang beberapa waktu lalu pernah mengganggunya kini tengah berjuang melawan sakitnya.
"Kau pasti bisa Annie..kau harus sembuh..semangat ya"
"Rico..itu kamu..benarkah?"
"Iya Annie..sembuhlah demi aku dan orang-orang tercintamu"
"Aku pasti sembuh Rico..aku akan sembuh"
Annie begitu yakin bahwa dirinya bis sembuh..dia terbangun dari mimpinya yang menurutnya begitu indah.
"Ternyata hanya mimpi..pantas dia teras aneh.. setidaknya aku senang bisa bertemu dengannya, tapi sepertinya kondisiku belum memungkinkan untuk melakukan banyak hal aneh"
Annie memandangi tangannya yang sempat dia gunakan untuk menyentuh Rico meski dalam mimpi..dia senang Rico dalam mimpi sangat manis beda dengan Rico di dunia nyata..setidaknya dia sempat memikirkan nya nanti jika Rico mengetahui sesuatu mengenai dirinya bagaimana?.
"Tidak..tidak..tidak bisa Rico tidak boleh sampai tau..ya tidak boleh"
__ADS_1
"Aku tidak ingin Rico sampai tau kalau aku wanita lemah yang sebentar lagi akan berakhir"