
2 bulan telah berlalu begitu saja..perusahaan yang Bryan pimpin juga semakin maju bahkan banyak investor asing yang berbondong-bondong untuk melakukan kerjasama dengan Perusahaan yang Bryan pimpin.
Bryan dan Robert keteteran melayani para pengusaha hang antri ingin melakukan kerjasama dengan mereka..Bryan dan Robert sering lembur hanya untuk melayani sang klien dan mengecek dokumen kerjasama antar perusahaan mereka.
"Ka Robert sebaiknya kita pulang dan istirahat dulu aku benar-benar lelah"
"Ya kau benar Bry aku juga"
Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah dan beristirahat karena tubuh mereka juga butuh istirahat.
Sampailah mereka di kediaman Bryan..Robert ingin ke rumahnya saja tapi Bryan melarangnya dan meminta Robert untuk tinggal dengannya..Robert awalnya menolak tapi setelah mendengar rengekan dari Bryan akhirnya dia kalah.
"Ka aku ke kamar dulu ya..kau pilihlah kamar yang kau suka..aku tak menerima penolakan"
Setelah mengucapkan kata-kata itu Bryan melesat menuju kamarnya..senyum mengembang di wajahnha ketika memasuki kamarnya dan melihat banyaknya foto Via di kamarnya.
"Malam babe bagaimana kabarmu aku harap kau baik-baik saja di sana..aku merindukanmu"
*
*
"Petter kapam rencana kita akan di mulai..aku sudah tak sabar untuk menghancurkan mereka"
"Caitlin kau harus sabar tidak baik jika rencana yang sudah ku susun sedemikian rupa harus berakhir sia-sia karena menuruti keinginanmu saja..cih aku tak akan membiarkan itu terjadi"
"Lalu kapan Petter..kau terlalu lama atau kau sebenarnya hanya takut dan mengulur waktu saja hah?"
"Jaga bicaramu Cat..baiklah besok rencana akan kita mulai..kau bersiaplah dan lakukan dengan baik"
"Tenang saja aku sudsh terlatih"
"Hm"
__ADS_1
Petter dan Caitlin tersenyum menyeringai mengingat rencana mereka akan di mulai besok..tunggulah kehancuran kalian Bryan,Via.
Baik Petter maupun Caitlin mereka sama-sama memanfaatkan satu sama lain saja tanpa mereka sadari.
Setelah rencana ini sukses maka antara mereka akan saling menyudutkan bahkam saling serang..itulah mereka yang sama-sama licik tapi juga saling serang jika tak di butuhkan lagi.
*
*
"Mom,dad,ka Via,Rico"
Seorang pria tampan yang mempunyai tinggi 180 cm juga berbadan kekar namun bagus..ketampanannya tentu saja menurun dari sang daddy.
"Sean..oh my god my son" ucap Nila histeris melihat sang anak keduanya telah kembali setelah sekian lama di negeri orang.
"Mommy"
"Oh my don't cry mom..i don't like you cry please"
"Hiks..ok mommy todak menangis hanya kelilipan saja"
"Oklah my Queen..daddy dan yang lainnya kemana mom?"
"Oh kalau dad ada di taman belakang sedang memandikan burungnya"
"Hah..are you kidding me mom?"
"What do you mean son?"
"Itu daddy memandikan burung..astaga jangan bilang__"
*Sssttt..kau itu mikir apa son..burung yang mommy maksud itu burung hewan"
__ADS_1
"Oh..hahahaha.."
"Dasar mesum..kau dan daddy sama saja"
Nila meninggalkam anaknya yang masih cengar cengir di ruang keluarga..dia memanggil Erick untuk memberitahu bahwa anaknya telah pulang.
*
*
"Hallo Bry"
"Hay babe..hoe are you?"
"Tidak baik-baik saja Bry"
"Why..kau sakit?"
"No"
"So?"
"I miss you"
"Astaga..aku kira kenapa..aku juga merindukanmu babe..sabar sebentar lagi ya?"
"When?"
"Tidak lama babe..bersabarlah"
"Ok aku akam bersabar dan berdoa agar kau bisa segera menjemputku di atas altar pernikahan kita"
"Amin..i hope so"
__ADS_1