
"Daddy apa daddy tidak bisa memberikan ijin pada Bryan..hm?"
"Apa si bocah tengik itu yang memintamu untuk memohon seperti ini?"
"No dad..tidak seperti itu..ishhh Via hanya merindukan nya saja dad..sudah 2 bulan lebih Via tidak melihatnya"
"Huhhh jika kau seperti ini lalu bagaimana dengan Bryan..apa kau tak mau Bryan layak menjadi suamimu kelak..apa kau tak ingin dia menjadi dewasa dengan sendirinya?"
Via diam tapi dia mendengarkan apa kata Daddynya..daddy nya benar dia harus bersabar kasihan Bryan sudah berjuang sampai saat ini..dia harus bisa menyeimbangkan dirinya agar pantas bersanding dengan Bryan.
Via terlihat lebih pendiam dia juga hanya keluar jika ada kepentingan jika tidak maka dia lebih memilih di rumah menghabiskan waktunya bersama keluarganya.
"Ka Via temani aku keluar sebentar ya" ajak si bontot Rico.
"Memang mau kemana sih Rico?"
"Huhhh..sudah beberapa hari ini aku terus di teror oleh gadis menyebalkan..aku ingin membuatnya berhenti mengusikku ka"
"Woahhh sepertinya adikku ini mulai banyak penggemar"
"Ishh apa sih ka..ayo lah temani aku"
"Hahaha..baiklah..baiklah..sebentar kaka ganti baju dulu"
Rico menunggu sang kaka hingga selesai..Sean menghampiri adiknya yang tengah memasang wajah cemberut sambil melihat ponselnya..dia penasaran.
__ADS_1
"Hey kau kenapa?" tanya Sean menghampiri Rico.
"Ka Sean..tidak hanya duduk saja ka"
"Kalau ada masalah katakan pada kaka..kau itu masih terlalu kecil jangan di pendam sendiri"
"Ishh aku sudah dewasa ka..umurku 25 tahun asal kau tau huh"
"Hahaha..baiklah..baiklah adikku semakin dewasa berarti sudah mempunyai pacar dong?"
"Ishhh Rico belum memikirkan pacar ka..Rico mau fokus masa depan Rico dulu"
"Hey fokus masa depan boleh saja tapi fokus mencari pacar itu juga harus..kau tak lihat sudah berapa kali ka Via hamoir di jodohkan oleh mom dan dad?"
"Wah..apa yang kalian bicrarakan hm..serius sekali?" tanya Via yang sedari tadi melihat interaksi kakak beradik itu dari tangga.
"Ka Via..ayolah jangan di bahas tidak penting" ujar Rico.
"Hey kalian mau kemana..bolehkah aku ikut?" tanya Sran yang melihat Via dan Rico sepertinya akan pergi.
"Kaka mau ikut?"
"Jelas kah kaka bosan di rumah terus..jadi bolehkah?"
"Boleh saja lebih banyak yang ikut lebih baik" ujar Via mengijinkan.
__ADS_1
"Thanks sister,brother..let's go"
Akhirnya mereka bertiga menuju lokasi pertemuan yang sudah Rico tentukan dengan gadis menyebalkan itu.
*
*
"Nona Caitlin..ada apa anda kemari lagi?" tanya Robert heran melihat wanita tak tau malu itu di perusahaan lagi.
"Oh saya hanya ingin menemui tuan Bryan saja..apakah dia ada asisten Robert?"
"Maaf,tuan sedang sibuk jadi tidak bisa di ganggu..sebaiknya anda pergi mungkin lain waktu saja"
"Tapi sebentar saja asisten Robert..ini sesuatu yang penting"
"Anda bisa menyampaikannya pada saya biar nanti saya sampaikan pada tuan Bryan"
"Sial asisten satu ini benar-benar menghalangi jalanku..aku harus menyingkirkannya lebih dulu" batin Caitlin kesal dengan Robert asisten Bryan.
"Ah..tidak usah besok saja..bisa kau afur waktunya asisten Robert?"
"Saya tidak janji karena pekerjaan sedang banyak nona Caitlin"
"Ah..baiklah kalau begitu saya permisi".
__ADS_1