Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 182_Kumpul Keluarga


__ADS_3

"Ka Laura..menurutmu Ervan kalau besar akan mirip sifatnya siapa.. Percy atau Sean?" tanya Nila.


"Menurut ku dia akan lebih mirip ke Percy..meski sedikit sikap Sean yang melekat..tapi aku yakin Percy bisa mengarahkan anak-anaknya" ucap Laura.


"Benar ka..semoga saja sifat kedua bocah ini mirip Percy yang humble tidak seperti Sean yang seperti tembok kaku bin keras" ujar Nila.


"Hahaha..benar..sudahlah biarkan mereka mendidik anak-anak mereka sendiri kita hanya bisa membantunya saja"


*


*


"Mom..apa mommy melihat Ray?" tanya Genie yang baru datang dengan sepiring buah di tangannya.


"Sayang astaga..kenapa sendirian..oh tadi Ray menemani Bryan ke supermarket terdekat untuk membeli buah dan kebutuhan baby" jelas Laura


"Ck..selalu saja tidak bilang dulu" ujar Genie mencebik kesal


"Hey jangan kesal begitu..kau kan tadi sedang asik dengan Via dan Percy" Laura.


"Iya tapi kan harusnya dia bisa bilang dulu sama Genie.. ishhh" Genie masih kesal.


"Princess Daddy kenapa sih marah-marah hm..ada apa sayang cerita ke Daddy" ujar Rey yang baru kembali dari ruang kerja Erick.


"Daddyyy..Ray pergi tapi nggak bilang dulu sama Genie dad" adu Genie manja.


"Pergi.. kemana..berani sekali dia meninggalkan princess Daddy ini?"


"Ishhh Daddy..Ray cuma ke supermarket aja..jangan marah dad..nanti cucumu nakal loh di sini" tunjuk Genie pada perutnya.


"Hahah cucu Daddy nggak boleh nakal..sudah ayo duduk dulu..ibu hamil nggak boleh terlalu lama berdirinya kesian baby" ajak Rey duduk di sofa bergabung dengan yang lainnya.


Genie duduk di sofa dan menempel pada Rey..dia ingin bermanja-manja dengan ayahnya..setelah kemarin berhasil membujuk Ray agar mau tinggal di rumah utama keluarganya..Genie ingin dekat dengan sang Daddy dan Mommy nya..bukan bermaksud untuk menjauh kan keluarga ray dari Ray sendiri tapi memang Ray juga tak begitu dekat dengan keluarganya.


"Mom..bisa bantu Sean sebentar?" ujar Sean yang baru saja turun dari kamarnya.


"Kenapa Sean?" tanya Nila.


"Ayo ke kamar Sean dulu..Percy butuh bantuan mommy" ujar Sean membawa Nila ke kamarnya.

__ADS_1


"Baiklah..ka aku tinggal bentar ya?" pamit Nila.


"Oke" balas Laura.


*


*


"Ada apa Sean?" tanya Nila ketika sudah di dalam kamar putra nya.


"Percy..ASI-nya hanya keluar dari sebelah saja dan sebelahnya tidak keluar mom..aku takut terjadi sesuatu pada Percy..bisa bantu Percy tidak mom?" ujar Sean menceritakan.


"Astaga..huhh kau ini..masalah ini harusnya kau lebih tau bodoh..bantu dia..beri stimulasi pada pa*udara nya yang sebelah nanti itu akan keluar sendiri.. pijat perlahan..sudah ini kau bisa mengerjakan nya sendiri jadi mommy tidak bisa membantumu" Nila terkekeh geli mendengar masalah Sean..astaga lucu sekali sih putranya.


"Ya sudah lah.. thanks mom"


Setelah kepergian Nila Sean menutup pintu kembali dan menguncinya..dia akan membantu Percy..dia akan memijat pay*dara Percy dan itu tidaklah mudah baginya..sialan pasti nanti akan ada yang terbangun.


"Sayang biar aku bantu agar ASI-nya yang sebelah bisa keluar" ucap Sean mantap ingin membantu..niat awalnya.


"Apa kau bisa menahannya sayang?" tanya Percy khawatir Sean akan kelepasan.


"Bisa sayang..kau ingatkan aku ya kalau aku mulai kelepasan?" ujar Sean meminta di ingatkan ketika kelepasan.


Dan Sean mulai membuka kain penutup pay*dara milik Percy..dia menelan saliva nya susah payah..sialan kenapa malah tambah besar..astaga dia bisa menahannya ya dia bisa demi anak-anak.


Sean mulai meng ullum salah satu pegunungan itu degan lembut untuk memancing agar asi nya bisa keluar namun Sean seakan menikmati kegiatan menstimulasi ASI nya dia malah keenakan menikmati ASI milik twins sendirian.


"Se.. Sean nghhh..sudah.. Sean" ucap Percy terbata kala merasakan his apan Sean pada pucuk nya semakin kuat dan membuatnya frustasi.


Sean masih terus meng his ap ASI milik twins dengan rakus..dia kelepasan karena baru merasakan benda kesukaannya lagi setelah sekitar 3 hari tidak merasakan nya.


"Sean..sshhh sudah nghh..sudah Sean" Percy mendorong kepala Sean agar menjauh dan melepaskan put iing nya yang sudah mengeluarkan ASI nya..dia tak mau Sean semakin kelepasan karena dia juga tadi terbawa arus yang Sean ciptakan..astaga bisa-bisanya dia juga lupa diri.


"Maaf sayang..aku kelepasan" ucap Sean menghapus sedikit ASI yang menempel di bibir nya.


"Tidak apa-apa..aku juga hampir kelepasan..bawa twins ke sini seperti nya mereka sudah waktunya menyusu.. terimakasih Daddy"


"Tidak apa-apa sayang..aku ambil twins dulu ya"

__ADS_1


Sean meninggalkan kamar untuk mengambil kedua anaknya dari kepungan nenek dan kakek beserta paman dan bibi juga uncle dan aunty nya.


"Guys sorry..twins mau menyusu dulu..jadi kalian bisa main lagi nanti" ujar Sean ikut bergabung dengan keluarganya dan mengambil twins.


"Baiklah..apa sudah bisa Sean?" tanya Nila sedikit tersenyum meledek.


"Mommmm..sudah lah aku malu..sudahlah aku hanya mau mengambil twins"


Sean segera berlalu sebelum di ledek semakin jauh oleh Mommy nya.. astaga dia sangat malu sekarang.


*


*


"Sayang aku dapat kabar dari Genie katanya Percy sudah kembali ke sini..ayo kita ke sana" ajak Miley pada sang suami yaitu Griffin.


"Benarkah..baiklah ayo..bersiaplah" Griffin mencium kening Miley sejenak dan melangkah menuju box tempat anak nya berada.


"Hey boy hari ini kau akan menemui paman mu juga adikmu..kau senang hm?" Tanya Griff pada anaknya yang kini sudah bisa mulai berdiri meski berpegangan.


Griffin menggendong anak nya dan membawanya keluar setelah bersiap..dia akan menunggu Miley karena Miley jika bersiap akan lama dan menghabiskan waktunya.


Dia bosan menunggu wanita yang tengah bersiap.


Benar saja setengah jam berlalu kini Miley baru selesai dengan urusan nya..dia keluar dan menghampiri suami dan anaknya..dia tersenyum dan menggandeng lengan Griffin.


"Sudah?" tanya Griffin.


"Sudah sayang...ayo" balas Miley.


Mereka menuju kediaman keluarga Erick..sepanjang perjalanan tak henti-hentinya anak mereka berceloteh entah apa hanya dia yang tau karena mereka orangtua nya saja tidak paham dengan bahasa sang anak.


"Ya ampun apa kau sangat senang boy ingin bertemu dengan dua adikmu?" tanya Griffin yang terkekeh melihat celotehan anaknya.


"Entahlah.. sepertinya dia sangat suka akan bertemu dengan adiknya"


*


*

__ADS_1


"Sayang Griffin dan Miley sedang dalam perjalanan ke sini..apa kau senang?" tanya Sean yang tengah membantu istrinya menyusui kedua putranya sekaligus.


"Senang sayang..aku sangat merindukan Miley..astaga dia bahkan sudah memiliki anak"


__ADS_2