
Tak terasa usia kandungan Percy sudah memasuki bulan ke 4..mereka sudah tinggal di pulau H sekitar 3 bulanan.. Percy dengan perut membuncit nya berjalan dengan perlahan menuju ruang tamu.
Nila dan Erick selalu menemaninya di saya Sean tengah keluar untuk melakukan pertemuan dengan klien dan ketika selesai barulah dia kembali..Sean tak bisa jauh-jauh dari Percy.
"Percy kau mau makan sesuatu sayang?" tanya Nila lembut mengelus perut buncit Percy.
"Tidak mom..aku hanya merindukan Sean saja..si baby berulah dari tadi" jelas Percy dengan sedikit lemah karena terus mengalami muntah dan pusing setelah di tinggal Sean.
"Astaga..kenapa Sean lama sekali sih.. sebentar ya sayang mom hubungi Sean dulu siapa tau dia sudah selesai meeting nya" jelas Nila mencoba menghubungi Sean.
"Mom apa tidak bisa ke tempat pertemuan Sean saja..baby sungguh merindukan Daddy nya" ucap Percy sedikit pilu.
"Baiklah mom beritahu dad dulu ya agar membawa kita ke sana.. kebetulan dad tau tempatnya" Nila setuju karena tidak tega melihat wajah memelas Percy.
"Baiklah mom" Percy girang.
Percy bersiap mengganti bajunya..dia sudah tidak sabar bertemu dengan suaminya..anak mereka sungguh merindukan Daddy nya..entah kenapa dia tidak mau jauh dari Sean.
Percy selesai bersiap..dia keluar dengan hanya menggunakan dress hamil motif floral dengan panjang sebawah lutut lebih sedikit..dia terlihat cantik sekali mengenakan pakaian itu.
"Percy kau sudah siap nak?" Erick bertanya ketika melihat Percy menantu nya sudah siap.
"Sudah dad..mommy mana?" tanya Percy melongok tak melihat sang mommy.
"Sebentar lagi keluar.. bagaimana kabar cucu Grandpa ini..apa nakal?" Erick tersenyum mengelus perut Percy dari luar.
Nila datang dan bergabung dengan mereka berdua..Nila senang Percy bisa dekat dengannya dan keluarganya tanpa ada halangan penting.
"Ayo bernagkat..sebentar lagi makan siang sekalian saja makan di sana.. bagaimana?" saran Nila.
"Boleh sayang"
"Boleh mom"
__ADS_1
Percy dan Erick menjawab pertanyaan Nila dengan kompak..astaga menanti dan mertua kompak.
Mobil yang Erick kendarai sampai di sebuah cafe yang cukup besar dan memiliki private room untuk acara-acara tertentu karena tak ingin privasinya terganggu atau terekspos publik umum.
Mereka memasuki cafe itu dan bertanya ruangan dimana Sean berada..pelayan memberitahukan kepada Erick dan Nila ruangan dimana Sean berada.
Percy sangat tidak sabar ingin segera egera menghirup aroma sang suami untuk meredakan mualnya..dia dana kedua mertuanya menuju ruangan dimana Sean berada..ketika sampai Percy membuka pintu dengan cepat dan melotot melihat suaminya sedang menindih tubuh seorang wanita..entah ada apa dengan mereka Percy tak bisa berpikir jernih.
"SEANNNNN" jerit Percy dengan wajah merah padam.
Erick dan Nila juga terperangah melihat posisi ambigu Sean di atas tubuh wanita itu dengan kancing bajunya sudah terlepas 2 kancing dada ke bawah..Erick menggeram marah melihat tingkah bejat anaknya..dia menghampiri Sean dan menendang wanita itu hingga tersungkur.
"Percy..d..dad..mom..ini..ini tidak seperti yang kalian ki__arghhhh" Sean.
Belum sempat Sean menyelesaikan kata-katanya Erick sudah membogem wajah Sean hingga bibirnya berdarah..Sean tak mengelak..dia menerima pukulan Daddy nya dengan melihat Percy yang sudah berderai air mata.
Puas dengan mengahajar anaknya kini Erick beralih pada wanita jallang itu dan menarik rambutnya kasar..Erick tak perduli dengan gender dan status..dia kalap dia menghajar wanita itu hingga meminta ampun.
"Apa maksudmu..jelaskan" Erick menekankan
"Sean..anak anda menghamili saya tuan..saya tengah hamil anaknya hiks dia menyuruh saya untuk menggugurkan kandungan saya tapi saya menolak nya dan mencoba membujuknya tapi Sean meminta saya melayani nafsunya katanya istrinya sudah tidak menarik lagi tuan..hiks..ampun tuan" jelas wanita itu dusta.
Sean geram dan murka..dia melihat Percy yang sudah tak ada semangat hidup lagi kala mendengar penjelasan wanita itu..Sean yang kesal dengan wanita itu langsung mencengkram dagunya erat dan menekannya.
"Dasar jallang murahan..kau benar-benar sudah memfitnah ku bitchh..kita lihat saja siapa yang akan malu di antara kita..aku akan mencari bukti bahwa kita memang tidak melakukan apapun di sana..aku akan membuatmu menderita Bitchh" Sean menggeram tertahan.
"Percyyyyyy..astaga Erick Percy" pekik Nila kala menyadari bahwa kaki Percy sudha banyak mengalirkan darah segar dari **** ********** Percy.
Sean panik dia menggendong Percy dan di susul dengan Nila setelah mengancam para pengunjung di sana.
Orang tua Sean benar-benar murka dengan Sean yang mereka kenal sangat teliti dan perfeksionis dalam segala hal tapi sekarang dia bahkan telah melakukan satu kesalahan fatal.
"Jika sampai terjadi sesuatu pada cucuku aku takkan mengampuni mu Sean" ucap Nila dingin dengan mata berair penuh kekhawatiran.
__ADS_1
"Mom..Sean nggak ngelakuin apapun di sana..dia berbohong mom" lirih Sean.
"Jelaskan jika keadaan Percy dan cucuku membaik jika terjadi sesuatu dengan mereka bersiaplah kau bukan anakku lagi" Erick menimpali istrinya.
"Dad"
Sean tak mampu berkata-kata lagi..dia benar-benar merutuki kebodohannya sendiri..sialan kenapa bisa seperti ini sih..semoga Percy dan anak mereka tidak kenapa-kenapa.
Sampailah mereka di rumah sakit.. Sean dengan sigap mengangkat Percy dengan perasaan cemas karena darah tak mau berhenti dari **** ********** istri nya..ya tuhan semoga mereka baik-baik saja.
Sean membaringkan tubuh Percy di atas brankar pasien kemudian dia ikut mendorong brankar itu dengan perasaan kalutnya.
"Maaf tuan anda tidak bisa masuk..sampai di sini saja" ucap salah seorang suster.
"Tapi dia istri saya sus?" kekeh Sean.
"Maaf tuan sudah peraturannya.. permisi" suster menutup pintu dan menghilang di dalamnya.
Sean hanya mengikuti instruksi dari suster itu..dia menunggu Percy di depan ruangan tindakan yang dimana ruangan itu tengah berada istrinya di dalamnya.
"Mom..dad" panggil Sean lirih.
Yang di panggil hanya diam menatap nya datar..sungguh jika tidak di rumah sakit Sean sudah habis Erick hajar.
"Maafkan Sean mom..dad..Sean nggak__" Sean mencoba menjelaskan.
"DIAM"bentak Nila dengan api kemarahan di wajahnya.
"Sekali lagi kau bicara maka akan ku bawa Percy sejauh mungkin hingga kau tak bisa menjangkaunya dana akan aku nikahkan dia dengan pria yang lebih pantas dari bajingan seperti mu" Nila berujar dingin.
Erick hanya mendengar dan mengusap punggung istrinya..dia tak mau kelepasan bicara yang aneh-aneh pada Sean.
Suasana menjadi hening dan mencekam..tak ada yang bersuara hanya terdengar beberapa tawa dari pasien di ruangan tak jauh dari mereka.
__ADS_1