Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 84_Ujian Dalam Rumah Tangga


__ADS_3

Sean sampai di rumah..dia ke kamarnya dulu untuk membersihkan diri..setelah selesai Sean menuju kamar orangtuanya.


Tok....


Tok...


Tok....


"Sebentar" teriak seseorang dari dalam.


Tak berapa lama kemudian pintu kamar terbuka Sean langsung masuk kedalam kamar orangtuanya tanpa canggung.


"Hey bocah..astaga anak siapa sih dia" teriak Erick kesal karena Sean asal masuk tanpa ijin.


"Sudahlah dad kemarilah ada hal penting yang akan Sean katakan" ajak Sean pada Erick.


"Huhh baiklah"


Sementara Nila dia tersenyum melihat wajah suaminya yang terlihat kesal..anak-anaknya memang kadang suka seenaknya padahal sudah berkali-kali dia ingatkan bahwa mereka juga punya privasi sendiri tapi keturunan Erick memang tiada duanya mereka mengikuti watak Erick.


"Ada apa cepat katakan" ujar Erick setengah kesal dan penasaran.


"Ka Via..huhhhh dia pendarahan" ucap sean lemah.


"APAAA???" teriak Erick dan Nila bersamaan.


"Kau jangan bercanda Sean..ini tidak lucu" tekan Erick pada Sean.


"No dad..it'a real..mereka ada di rumah sakit saat ini dan akan menjalani proses penguretan"


"Apaaaaaa..oh tuhannnnn astaga Viaaaaa" ucap Nila dengan histeris.


"Mom..jangan seperti ini"


"Via Sean..hiks Via astaga nak hiks"


Erick mendekap istrinya yang begitu terlihat syok..dia juga syok tapi dia harus kuat demi istrinya..khawatir..ya Erick khawatir dengan keadaan putrinya.


"Sebaiknya kita ke rumah sakit..daddy khawatir dengan keadaan mereka" saran Erick yang di angguki Nila dan Sean.


Rico..entahlah anak itu entah dimana saat ini..ponselnya bahkan tidak aktif..sudah beberapa hari ini bocah itu pergi pagi pulang malam huhh entahlah.


Nila,Erick dan juga Sean menuju rumah sakit dimana Via tengah mendapatkan penanganan.


Gelisah,panik,khawatir,dan cemas menjadi satu di benak ketiga manusia itu ketika memikirkan keadaan Via dan Bryan saat ini..harusnya mereka sebagai keluarga memberikan dukungan dan semangat pada mereka tapi apalah daya mereka juga baru tau kabar duka ini.


Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam karena terjebak macet kini akhirnya mereka telah sampai di rumah sakit tempat dimana Via dan Bryn berada.


Mereka bertiga terlihat berlari kecil menuju ruangan dimana Via melakukan tindakan penguretan itu tapi kosong..mereka bertanya pada reseptionis akhirnya mereka tau ruangan dimana Via di rawat.

__ADS_1


Tanpa banyak kata lagi mereka melenggang menuju ruangan VVIP yang sudah Bryan siapkan untuk kenyamanan Via selama berada di rumah sakit.


Pintu mereka dorong dengan perlahan dan terlihatlah sepasang suami istri yang tengah berbaring di ranjang sambil berpelukan..miris mereka melihat nya sakit melihat betapa pasangan itu saling mencintai bahkan menguatkan satu sama lain tapi harus di uji dengan cobaan seberat ini.


"Lihatlah yank kasihan sekali mereka harus menjalani ujian rumah tangga yang begitu berat..jika aku di posisi mereka mungkin aku tak sanggup menjalaninya"


"Ya kau benar sayang..semoga setelah ini bahagia selalu menyertai mereka..aku berharap semoga yang telah pergi segera di gantikan dengan yang lebih baik"


"Amin" ucap ketiganya lirih.


Mereka memilih duduk di sofa dan tak mau mengganggu Via dan Bryan..pasti mereka berdua lelah setelah perjuangan panjang yang mereka lalui hingga menemukan keputusan besar ini.


*


*


"By" panggil Via lirih.


Bryan menggeliat dan membuka matanya ketika mendengar suara Via..dia membuka matanya dan bertanya.


"Kenapa baby apa ada yang tidak nyaman..atau ada yang sakit hm?"


"Aku haus by"


"Oh baiklah sebentar"


Jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari..ketika Bryan hendak turun dari ranjang tiba-tiba pandanganny terarah pada sofa yang sudah berisikan 3 orang dewasa.


Via mengikuti arah pandangan Bryan ketika berhasil menangkap apa yang Bryan tunjuk dia juga terkejut karena di sofa itu terlihat sang daddy,mommy dan adiknya Sean tengah tertidur saling menyandar.


"Astaga Daddy,Mommy,Sean"


"Baby jangan keras-keras sayang nanti mereka bangun"


"Iya by..maaf"


"Sudah sebaiknya biarkan mereka tidur..setelah minum kau juga tidur ya"


"Iya by..kau juga"


"Baiklah"


Bryan mengambilkan minum untuk Via..setelah meminumnya Via kembali berbaring dengan Bryan yang mendekapnya penuh cinta.


"Tidurlah sudah malam"


"Kau juga by"


"Iya sayang aku akan tidur setelah kau tertidur"

__ADS_1


"Hm"


Setelah cukup lama akhirnya mereka berdua tertidur dengan lelap..lelah yang mereka rasakan membuat tubuh keduanya ambruk setelah menyentuh bantal dan kasur.


*


*


*


"Kalian sudah bangun?" tanya Nila pada Bryan dan Via yang baru membuka matanya.


"Mommy..maaf kami ketiduran" ucap Bryan penuh sesal.


"Tidak apa-apa..sebaiknya sarapan dulu karena sudah hampir jam 9 pagi"


"Baiklah mom..Bryan ke kamar mandi dulu"


"Ya sudah pergilah"


Bryan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan berkumur serta membuang air seni nya yang sudah penuh.


Setelahnya Bryan keluar dari kamar mandi dia tak membuat mertuanya menunggu lama.


"Sudah Bry..ayo sarapan dulu kebetulan daddy dan Sean sedang membeli kopi"


"Iya mom..terimakasih"


Mereka sarapam dengan hangat..tidak berubah baik dulu maupun sekarang inilah yang Bryan sukai dari keluarga Via begitu hangat dan penuh perhatian.


Selesai dengan makannya Bryan duduk di samping Via dan menyuapi Viab dengan telaten tentu itu jadi pusat perhatian Nila..betapa anaknya sangat beruntung bisa memiliki suami seperti Bryan.


"Bryan,Via..bagaimana perasaan kalian saat ini?"


"Maksudnya?" tanya keduanya.


"Mommy tau apa yang tengah menimpa kalian..mommy tau rasanya pasti sakit dan hancur tapi ingat jangan buat pengorbanannya sia-sia dengan kesedihan yang berlarut-larut dari kalian..apa kalian mengerti?"


"Iya mom kami mengerti dan maafkan Bryan mom karena tidak bisa menjaga Via dan calon cucu mommy" sesal Bryan.


"Ini bukan kesalahanmu nak..ini takdir"


"Terimakasih sudah mau menerima Bryan mom"


"Sama-sama sayang..sudah kalian harus kuat..berbahagialah demi dia yang sudah tenang di sana..dia pasti bahagia melihat kalian bahagia tapi dia bisa sedih jika kalian terus bersedih dan saling merasa bersalah..ini adalah bagian dari ujian rumah tangga kalian..bertahanlah lewati ujian iti dengan bergandengan"


"Iya mom..kami akan berusaha melewati ujian ini dengan saling berpegangan agar kami daoat menikmati indahnya kebersamaan setelah cobaan itu"


"Bagus..berbahagialah kalian masih bisa memberiku cucu tahun depan..jangan pesimis tetap optimis"

__ADS_1


Akhirnya Bryan dan Via tersenyum kembali setelah mendengar wejangan dari Nila..benar kata Nila ujian dalam rumah tangga itu berbagai macam jenis dan bentuknya. bagaiman kita akan menyikapi ujian itu..berusahalah agar kita bisa melewati ujian berat dari nya.


__ADS_2