
Keesokan harinya baik Via maupun Bryan mereka sama-sama merasakan seprti ada yang kurang..entahlah mungkin mereka slaing merindukan tapi mereka masih sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Bryan berpikir mungkin Via butuh waktu untuk menerimanya kembali sedangkan Via berfikir mungkin Bryan sudah menyerah dengan perasaan nya..itulah jika tidak ada komunikasi yang baik mereka saling berperang dengan pikiran nya sendiri tanpa tau sebenarnya apa yang terbaik bagi keduanya.
**Apartemen Via**
"Huhh..sebaiknya aku makan di luar saja..kenapa tidak ada semangat sama sekali bukankah ini yang kau inginkan hah..sialan"
Via kesal pada dirinya sendiri..dia yang menginginkan ini tapi dia juga ynag menyesalinya.. sebenarnya apa yang kau mau Via..kau benar-benar bodoh.
Via keluar dari apartemen nya dan menuju sebuah cafe..dia ingin merefresh isi otaknya dengan berjalan-jalan keluar dan mencari suasana baru.
__ADS_1
Cuaca hari ini cukup dingin lebih ke segar..via menikmati waktunya sebentar di luar agar pikirannya lebih fresh dan tak semrawut lagi seperti benang kusut.
"Akhhh segarnya..huhh sampai kapan egoku mengalahkan kewarasan ku..Bry jika kau benar-benar sudah menyerah akan perasaan mu maka aku iklas dan aku memaafkan mu..biarlah kita seperti orang asing lagi seperti tidak mengenal satu sama lain"
Tanpa Via sadari seseorang tengah menatapnya dengan tatapan sendu..pria itu adalah Bryan..ya Bryan pagi tadi gelisah memikirkan Via..entahlah perasaannya tidak enak terhadap Via..dia sangat gelisah hingga dia memutuskan untuk kembali ke apartemen Via dan mengikuti Via dari jarak aman.
"Maafkan aku Via..entahlah aku sangat gelisah hari ini..ijinkan aku memelukmu sebentar Via"
Bryan mendekati Via tapi baru selangkah dia berjalan tanpa di duga sebuah mobil melaju dengan sangat cepat mendekati Via dan......
"VIAAAAAAAAA"
Bryan berlari sekuat tenaga menuju tempat dimana Via sudah di kelilingi oleh beberapa orang..Bryan semakin mendekati Via ketika sudah berada di depannya Bryan terjatuh di dekat Via..air matanya mengalir tanpa permisi..tangannya bergetar hebat saat ingin menggapai Via.
__ADS_1
"V..Vi..a..hiks.. V..Vi..aaaaa"
Bryan menangis histeris..dia benar-benar tak menyangka rasa gundah di hatinya ternyata seperti ini jadinya.
"Viaaaa..bangun sayang hiks..bangun Via..jangan tinggalkan aku hiks.. Viaaaaa..huhuhuhu"
Orang-orang di sana segera menghubungi ambulance..Bryan masih memeluk Via yang sudah berlumuran darah..hatinya bergetar melihat wanita pujaannya tak berdaya dalam dekapannya.
Via di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif..Bryan tak henti-hentinya memanjatkan doa agar Via baik-baik saja.. sungguh lebih baik Via membencinya seumur hidup daripada seperti ini..sakit dan sesak hatinya.
Via sudah di tangani oleh dokter..Bryan hanya berharap semoga Via tidak kenapa-kenapa..dia belum mengucapkan isi hatinya pada Via..dia juga belum sempat membahagiakan Via..dia belum mengganti waktu yang telah hilang di saat dia pergi.
"Kau baik-baik saja Via..kau pasti bisa bertahan..kau bisa Via..kau bisa"
__ADS_1
Kini Bryan hanya bisa menantikan kabar dari sang dokter mengenai keadaan Via..sungguh dia tak suka menunggu seperti ini..dia tak bisa menunggu terlalu lama apalagi menyangkut orang-orang tercintanya lebih baik dia berperang melawan gangster daripada menunggu kepastian drai sang dokter.