
Selang dua hari kemudian.. Via dan twins C sudah di ijinkan pulang..Bryan dengan sigap membantu Via.
Erick Dan Nila juga ikut menjemput Via di rumah sakit..mereka akan membawa twins C bersama mereka di mobil terpisah sedangkan Via dengan Bryan satu mobil.
Awalnya Via menolak tapi akhirnya dia kalah dengan sikap posesif para nenek dan kakek itu..biarlah toh mereka akan aman juga bersama para nenek dan kakek.
"Baby pelan-pelan ya"
"Iya by astaga..kau itu sudah seperti membawa barang antik saja"
"Sudah diamlah aku hanya tak ingin kau kenapa-kenapa"
"Ok baiklah"
Via menurut saja dengan segala perhatian berlebih dari Bryan..risih namun dia tau Bryan hanya ingin yang terbaik untuknya..Via memaklumi semua itu demi kebaikannya.
Sampailah mereka di rumah Bryan.. Erick dan Nila sudah lebih dulu sampai di rumah mereka karena mereka ingin bermain lebih lama dengan twins C.
Sedangkan Bryan dan Via mereka baru sampai karena Bryan membawa laju mobilnya sangat lambat dan itu membuat Via sempat kesal..kesal karena Via sudah ingin rebahan.
Sesampainya di rumah, Via langsung turun sendiri tanpa menunggu Bryan..dia tidak sabaran karena punggung nya sudah pegal duduk terlalu lama di mobil.
Bryan panik karena Via sudah turun tanpa menunggu dirinya terlebih dahulu..astaga bagaimana kalau jahitannya eebuka lagi..astaga dia tidak bisa melihat Via kesakitan seperti kemarin lagi.
Bryan trauma melihat betapa Via teramat kesakitan saat akan melahirkan anak-anak nya..dia benar-benar Tidka bisa melihatnya lagi cukup sekali Bryan tak ingin menambah anak lagi baginya Via adalah segalanya, Via bahagia maka dia juga bahagia.
"Baby..astaga kau itu apa-apaan sih..bagaimana kalau jahitannya terbuka lagi hmm..astaga aku bisa gila jika melihat mu kesakitan seperti kemarin lagi" ucap Bryan marah.
Via yang sudah lelah dan pegal memilih pergi tanpa memperdulikan ucapan Bryan..dia sudah jengah dengan segala tingkah Bryan yang semakin menjadi.
"Viaaa..apa kau tak mendengarkan ku?" tanya Bryan lagi dengan nada membentak.
"Jika kau masih ingin di luar silahkan..aku lelah" ucap Via tak kalah tajamnya.
Via baru kali ini di bentak oleh Bryan..sebelumnya dia tidak pernah di bentak bahkan di kasari sepanjang kehidupan pernikahan mereka..entahlah moodnya sedang tidak baik-baik saja jadi dia melampiaskan kekesalannya pada Bryan yang kebetulan over dalam segala hal tentang nya.
Braun hanya bisa menghela nafas kasar..dia sungguh kesal dan marah pada Via tapi dia harus tahan agar tak membuat seisi rumah tau jika mereka sedang tak baik-baik saja.
"Astaga apa aku keterlaluan..tapi aku hanya ingin Via baik-baik saja..aku benar-benar trauma melihat nya kesakitan..huftt"
Braun masuk setelah mengambil barang-barang milik via dan twins C..dia masuk dan melihat twins C sedang bermain dengan kedua opa dan Omanya.
__ADS_1
Bryan tersenyum anak-anak nya benar-benar di sayang dan di perhatikan oleh semua orang..dia sejenak bisa melupakan pertengkaran pertamanya dengan Via..ya untuk pertama kalinya dalam sejarah pernikahannya dengan Via ini adalah pertengkaran pertama karena sebelumnya tidak pernah sama sekali.
"Dad..mom..jika kalian lelah istirahatlah..biar aku yang menjaga twins C"
"Tidak apa Bryan..kau istirahat lah kau pasti lelah setelah menjaga mereka di rumah sakit" saran Nila.
"Tidak apa-apa mom..ya sudah Bryan ke kamar dulu ya..titip twins"
"Oke"
Bryan meninggalkan kedua mertuanya DNA menuju kamarnya..dia juga ingin menyelesaikan masalah nya dengan Via..dia tak mau berlarut-larut karena bisa jadi boomerang bagi hubungan keduanya nantinya.
Sampailah Bryan di kamar..dia melihat Via sudah terlelap..dia mendekati Via dan mengusap wajah Via perlahan agar tak membangunkannya.
"Maaf baby aku begitu panikan melihat kau seperti itu tadi..aku tak ingin kau kesakitan seperti kemarin.. mengertilah baby" batin Bryan sambil mengusap wajah Via.
Bryan membersihkan diri karena jujur dia lelah dan letih selama di rumah sakit.. tidur nya tak teratur karena membantu Via jika twins bangun dan rewel.
Braun menjalani perannya sebagai ayah dengan senang hati karena sejak awal dia sangat tidak sabaran untuk menimang kedua bocah itu.
*
*
"Boleh juga"
"Jangan lemas..kau harus berusaha"
"Aku sudah hampir menyerah saja jika kali ini tidak ada perubahan apapun"
"Hey jangan bicara yang tidak masuk akal..kau pasti sembuh"
"Semoga"
Annie dan temannya beranjak menuju taman.. Annie duduk di kursi roda dengan syal di lehernya juga sweeter yang melekat di tubuhnya agar tak kedinginan.
Wajah yang dulunya segar dan cerah penuh senyum kini hanya ada kekakuan juga pucat bagai tak bernyawa.
Sejak sakitnya melanda dan semakin parah Annie tak pernah senyum secerah dulu lagi..sakitnya menghilangkan senyuman nya juga.
Sampailah mereka di taman Annie dan temannya duduk di kursi masing-masing..mereka berdua selalu bersama..hanya ada satu teman yang selalu mendampingi nya di saat-saat seperti ini.
__ADS_1
*
*
"Sebaiknya aku belikan mobil-mobilan saja kali ya?" ucap seorang pria yang tengah antusias memilih mainan untuk keponakannya.
"Memang sudah bisa jalan?" tanya seorang wanita di sebelahnya.
"Bahkan mereka baru lahir 2 hari yang lalu"
Plakkkk....
Satu pukulan mendarat di lengan pria itu karena membuat sang wanita kesal.. bagaimana tidak kesal karena dia pikir yang akan di beri hadiah itu anak berusia sekitar e tahunan eh ternyata baru lahir..astaga ingin sekali rasanya dia tenggelamkan si pria itu.
"Kau bodoh atau gila?"
"Maksudnya?"
"Kalau mereka baru lahir berarti mereka hanya perlu air susu dari ibunya bodoh bukan mainan..kau kira mereka sudah bisa bermain sepertimu hah..ingin sekali ku keluarkan otakmu itu"
"Woohoo santai baby..jangan emosi"
"Baby palamu botak..jangan memanggilku dengan sebutan mengerikan seperti itu.. menggelikan"
"Astaga kau wanita bukan?"
"Tentu saja wanita kau pikir aku jadi-jadian hah?"
"Agak mirip..hahah"
"Sialannnn kau SEANNNNN"
Sean dan Percy..ya dua orang itu selalu saja bertengkar di setiap waktu..Sean mengajak Percy untuk membantunya memilih mainan untuk dua keponakannya tapi dia tidak bilang keponakannya itu baru lahir.
Percy mengira keponakan Sean itu sudah besar makanya dia mengajak Sean ke area mainan untuk usia 3 tahunan.
"Lebih baik kita beli baju saja.. kelamaan denganmu membuatku lapar"
"Hahaha baiklah..ayo kau pilihkan karena aku tidak tau baju yang bagus untuk kedua bocah itu"
"Huhhh terserah kau saja"
__ADS_1