
"Hay tuan kita bertemu lagi..wah berarti memang benar kita berjodoh ya?" ucap orang itu dengan rasa percaya diri yang begitu tinggi hingga membuat nya berkhayal.
"Siapa kau?" tanya Via tak suka dengan kehadiran orang itu bahkan dengan pede nya mengatakan bahwa dia berjodoh dengan adik nya.
"Aku..kau tak perlu tau" ucap nya tak menanggapi Via.
Di saat orang itu hendak duduk di sebelah Sean tiba-tiba Genie menjambak rambut nya dengan amat sangat kencang dan membuat beberapa helai rambut nya lepas dari kulit kepala nya.. orang itu tentu saja menjerit keras karena kepala nya begitu sakit merasakan jambakan dari tangan Genie.
"Arkhhh..Sakit lepaskan aku sialannnn..arghhh dasar perempuan liar arkhhh" teriak wanita itu dengan mengatai Genie perempuan liar dan membuat Ray murka.
"Apa kau bilang.. perempuan liar..berani sekali kau mengatakan istri ku perempuan liar hah..kau tak tau siapa yang kau katai perempuan liar hah?" bentak Ray menimbulkan perhatian orang yang berkunjung.
Semua pengunjung menatap meja dimana keluarga Wilson tengah berkumpul..mereka tak berani menegur karena bisa saja hidup mereka yang menjadi taruhan nya..tidak sembarang orang bisa selamat dari ancaman keluarga Wilson apalagi jika Rey sudah turun tangan..tamat lah riwayat nya.
"Sayang jangan marah-marah nanti baby takut" ujar Genie menenangkan Ray yang tengah emosi hampir meremukkan kepala wanita itu di meja.
"Ray sudah jangan ladeni dia..lebih baik kita makan saja..minta private room saja pada pihak restoran agar tak ada lagi hama pengganggu" ujar Bryan menenangkan Ray ipar nya yang tengah emosi.
"Ka Bryan benar..lebih baik kita ke restoran lain saja..aku juga kehilangan napsu makan ku di sini..ayo sayang" tambah Sean membenarkan perkataan Bryan Kaka ipar nya.
Akhirnya mereka memutuskan untuk berpindah tempat agar privasi mereka tak lagi di ganggu.. Percy hanya diam tak menanggapi Sean yang mengajak nya bicara.. Sean sungguh kesal dan marah pada perempuan tak tau malu tadi..sialan baru kemarin dia berbaikan dengan Percy sekarang lihat lah Percy marah lagi terhadap nya.
"Sayang maafkan aku..ini di luar kendali ku..aku tak tau jika dia akan merusak momen kebersamaan kita semua..maaf sayang" ucap Sean mencoba membujuk sang istri yang masih mode diam.
"Hm" jawab Percy singkat tanpa mau menoleh pada Sean..dia marah bukan dengan Sean tapi sikap Sean yang acuh dengan keadaan tadi bahkan membiarkan wanita itu hampir duduk di sebelah nya dia benar-benar kesal dengan sikap Sean yang lalai bahkan terkesan tidak peka.
Dia bersyukur karena Genie mewakili nya menghadapi calon bibit pelakor yang hampir tumbuh itu..jika Genie tak ada mungkin dia sudah membenturkan kepala wanita itu di kaca restoran tadi.
__ADS_1
Sean semakin kelabakan akan sikap Percy yang kembali diam tak menanggapi nya..apakah dia salah lagi..tapi dimana salah nya..astaga kenapa wanita begitu susah di mengerti sih..arkhhh apa dia melewatkan sesuatu tadi..ck dia tidak suka menebak-nebak.
Akhir nya Sean memilih mendiam kan dulu istri nya mungkin Percy masih kesal dengan kehadiran wanita sialan itu..jika iya berarti istri nya itu benar-benar mencintai nya..bukan kah cemburu itu tanda cinta.
Sampai lah mereka di restoran langganan keluarga Wilson..mereka sering makan di restoran itu jika keluarga Wilson datang maka ruangan khusus untuk mereka sudah tersedia di sana.
Tadi nya restoran itu hanya lah tempat makan minimalis yang kebetulan Laura istri dari Rey menyukai makanan nya..Laura beberapa kali makan di sana dan selalu membawa pulang makanan dari sana.
Karena Rey begitu mencintai sang istri maka dari itu Rey membangun nya menjadi restoran besar yang sekarang bahkan peminat nya semakin membludak..semua berkat kekuatan dari keluarga Wilson.
*
*
"Percy kau mau makan apa?" tanya Via pada Percy yang kebetulan hanya diam.
"Kenapa..kau tak menyukai makanan di sini?" tanya Via lagi penasaran dengan Percy.
"Tidak aku hanya masih kenyang ka" ujar Percy memberi alasan semasuk akal mungkin.
Sean yang tau sang istri tengah mode diam hanya menghela nafas nya panjang..boleh saja dia marah dengan nya tapi dia tidak suka istri nya itu menyiksa diri nya sendiri masih ada twins yang membutuhkan nutrisi yang hanya bisa di dapat dari Percy.
"Makan" ujar Sean datar dan tegas pada Percy.
"Tidak usah" balas Percy tak kalah dingin nya.
"Jangan membantah ku Percy..pikirkan anak-anak" ucap Sean dengan suara sedikit meninggi.
__ADS_1
"Aku tau apa yang harus aku lakukan..tidak perlu meninggikan suaramu.. permisi aku mau pulang..maaf ka..maaf semua nya" kesal Percy semakin marah pada Sean dan berpamitan dengan semua anggota keluarga.
Percy sungguh kehilangan mood nya..bukan nya Sean berusaha memperbaiki kesalahan dan sikap nya ini malah ikut marah dengan nya..memang wanita ingin di mengerti buka hanya mengerti saja.
Siapa yang bernapsu makan setelah mengalami hal menyebalkan seperti tadi..sungguh ingin rasa nya dia menyendiri jika tidak ingat twins mungkin dia sudah pergi entah kemana agar Sean bisa introspeksi diri.
Sementara Via menatap sang adik tajam bahkan tatapan nya penuh permusuhan terhadap Sean.. Sean di buat bingung dengan Kaka nya..ada apa sih.
"Sean..kau tak megejar istri mu?" tanya Via dingin menatap tajam Sean yang masih asik duduk dan menikmati makanan nya.
"Tidak usah..paling juga kerumah..wanita memang susah di mengerti" jawab Sean malas.
Plakkkk......
Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi Sean dari Via yang kesal akan sikap adik nya yang bodoh..sungguh jika tidak ingat dia adik nya mungkin sudah Via habisi sedari tadi.
"Kau tau kesalahan mu dimana Sean?" tanya Via tegas menatap Sean penuh intimidasi.
"Aku tidak tau letak salah ku dimana..karena jika dia marah pasti dia selalu diam seperti ini..sudahlah kau biarkan saja nanti juga baik sendiri" ucap Sean malas.
"Ceraikan dia" ujar Genie ikut nimbrung.
"Apa maksud mu Genie..jangan bercanda kalau bicara" kesal Sean mendengar ucapan Genie.
"Lalu?" tanya Genie menatap Sean intens.
"Tidak akan aku menceraikan dia..sudah lah kalian jangan ikutan membela nya" ujar Sean tak mau di salahkan lagi.
__ADS_1
"Ck..kau akan menyesal ketika kau menyadari kesalahan mu apa..kami tak akan mengatakan kesalahan mu dimana biarkan kau berpikir dna mencoba lebih mengerti wanita..kehilangan mengajarkan kita arti hidup yang sesungguhnya" ucap Via.