Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 101_Titik Terang


__ADS_3

Rey bersama Deril kini tengah berunding dengan serius di ruang kerjanya..Rey meminta Deril untuk datang secara langsung dan menganalisis data perusahaan Bryan.


Deril tak bisa menolak keinginan Rey biar bagaimanapun juga Rey lah yang berjasa dalam hidupnya sehingga bisa menjadi sesukses sekarang.


Deril melakukan apapun yang Rey minta..dengan lincahnya tangan Deril bergerak kesana-kemari dia tas keyboard beberapa perangkat elektronik yang ada di ruangan Rey.


"Ka sepertinya memang kejadian yang menimpa Bryan itu murni balas dendam" ujar Deril memastikan.


"Bagaimana kau yakin bahwa itu murni balas dendam Deril?"


"Begini kalau..yang di ambil hanya berkas penting dan sampai sekarang bahkan berkas-berkas itu belum sampai di pasaran.. jika memang pencuri itu melakukan nya demi kekayaan maka sudah bisa di pastikan akan ada perusahaan baru yang tiba-tiba muncul dengan saham melebihi perusahaan yang tengah maju..bahkan di pasar gelap pun belum ada yang membeli data-data dari perusahaan Bryan"


"Hmmm..begitulah menurutmu?"


"Ya dan sekarang kita hanya tinggal mencari tau kalung yang Bryan temukan..aku akan mencoba berkomunikasi dengan beberapa toko perhiasan yang memang memiliki pelanggan khusus yang bisa mendesign sendiri pesanan nya dan kalung itu sepertinya di design sendiri oleh si pemilik"


"Baiklah lakukan apapun Deril..kami hanya ingin tau maksud dari membobol perusahaan saja tidak lebih"


"Baiklah ka.. bersabarlah tidak akan lama"


"I trust you"


Deril mulai menghubungi beberapa toko perhiasan yang memungkinkan untuk bisa mencari titik terangnya.


*


*


"By kenapa kentut bau?" tanya Via spontan.


"Hah.. maksud nya?"


"Ishhh kenapa kentut bisa bau by?"


"Astaga kenapa nanya gitu sih baby"


"Ishhh aku penasaran by"


"Huhh..kentut bau mungkin bisa jadi kit alergi terhadap makanan tertentu atau makan makanan yang menyebabkan bau..kentut sendiri adalah gas alam yang berada di dalam tubuh manusia intinya kentut bisa bau karena memang sudah sewajarnya baby..bagaiman jelas belum?"


"Hmmm begitu ya..baiklah sudah jelas..by kenapa gigi keras?"


"Astaga baby..kalau gigi lunak mana bisa kamu makan ayam goreng"


"Oh iya ya..hehehe maaf by kan cuma nanya"


"Huhhh pertanyaan mu itu bikin darah tinggi ku naik sayang"


"Kenapa bisa naik by?"


"Ya Gusti sabar Bryan"

__ADS_1


Bryan tak menjawab dia melenggang menuju kamarnya dia stres jika di tanyai hal macam-macam begitu..istrinya sekarang sedang antusias mempelajari ilmu pengetahuan.


Bryan merasa seperti sedang sekolah lagi..astaga.


Di saat Bryan tengah mengganti bajunya Via kebetulan masuk kedalam kamar dan melihat perut Bryan yang seperti roti sobek..dia jadi penasaran kenapa Bryan bisa punya perut kotak-kotak seperti itu.


"By..aku mau tanya lagi"


"Hhuhhh kali ini apa lagi baby hm?"


"By kenapa perutmu bisa kotak-kotak sedangkan perut ku nggak?"


"Huhh ya tuhan..sabar Bryan sabar..baby,cintaku, sayangku, belahan jiwaku dengerin ya sayang..kenapa perut ku bisa kotak-kotak karena aku rajin nge-gym dan latihan agar otot perutku bisa terbentuk dan kenapa punyamu nggak karena kamu nggak melakukan apa yang aku lakukan sayang jadi stop tanya yang nggak-nggak ya"


"Baiklah..tapi satu lagi pertanyaan yang bikin aku penasaran sampel nggak doyan makan by"


"Pfftt..ehem..apa itu baby?"


"Huhh kenapa perut bisa paper by?"


Bryan hanya mendengus mendengar pertanyaan konyol dari istrinya..astaga bisa beruban dadakan kalau begini terus.


*


*


"Daddy,mommy..kalian lagi apa?" tanya Via yang baru saja turun dari kamar


"Lagi santai sayang..kenapa hm?" jawab Nila.


"Baiklah kami akan menjawabnya"


"Mom,dad kenapa rambut bisa berubah putih dan kenapa juga suara laki-laki dan perempuan beda padahal sama-sama manusia dan kenapa kita di sebut manusia?"


Nila dan Erick hanya melongo menatap Bryan yang tengah menahan tawanya..astaga pertanyaan macam apa itu..apa yang harus mereka jawab.


"Haha sayang ganti pertanyaan lain ya?" pinta Erick.


"Nggak dad Via penasaran banget sampel nggak doyan makan" mulutnya masih terus mengunyah tapi sudah bilang nggak doyan makan.


Bumil emang nggak ada lawan..pasrah dan ikuti semua keinginannya maka bisa di pastikan kita akan aman.


*


*


"Via mommy lupa kalau nanti aunty Vallery mau dateng..astaga ayo siap-siap nanti kamu tanya aja sama aunty Vallery dan uncle Willy ok..mereka kan dokter jadi mereka pasti tau" bujuk Nila cari aman.


"Hmmm..gitu ya mom..baiklah"


"Aman" ucap Erick dan Nila dalam hati.

__ADS_1


Via dan Bryan kembali ke kamarnya dan merebahkan diri di atas ranjang.. Via kelelahan mungkin hingga sampai di kasur tak lama kemudian dia terlelap.


"Astaga kamu lucu banget sih baby.. langsung tidur"


"Hey sayang jangan nakal ya..biarin mommy istirahat dulu..kalau kamu penasaran sama sesuatu besok aja kalau udah keluar dari perut mommy oke sayang"


Bryan mengecup perut Via penuh cinta..dia kadang heran dengan keinginan Via yang aneh menurutnya tapi wajarlah Via sedang hamil sebisa mungkin dia harus memenuhi keinginan Via demi buah hatinya.


Mereka terlelap hingga waktu menunjukkan pukul 6 sore.. Bryan terbangun tapi Via masih asik dengan selimut nya.. Bryan membiarkan Via terlelap lebih lama..mending cari aman daripada cari masalah.


"Lucu banget sih kalau lagi tidur..bobo yang nyenyak ya baby..love you"


Bryan beranjak dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri..badannya gerah tiba-tiba entahlah apa mungkin efek kehamilan Via bisa menular pada diri nya ya.


Ah entahlah yang dia tau dia mau mandi karena gerah..setelah selesai mandi Bryan turun ke bawah dan menemui Erick di rumah kerjanya untuk membahas mengenai perusahaannya.


Tok..tok..tok...


"Masuk"


Ceklek......


"Dad..apa Bry ganggu?"


"No Bry ada apa?"


"Gini dad.. Bry mau tanya perkembangan mengenai masalah kantor..apa udah ada titik terang?"


"Ouh..duduklah..tadi uncle Deril sama uncle Rey udah kasih infonya sama daddy..mereka menemukan bahwa kalung itu atas nama keluarga Patridgo..apa mungkin kamu atau Daddy mu kenal dengan keluarga Patridgo?"


"Keluarga Patridgo..kayaknya Daddy kenal deh..kalau Bry jujur nggak tau malah dad"


"Ya udah nanti kamu coba tanyain lagi sama Daddy mu"


"Baiklah dad..maaf ganggu waktu Daddy"


"It's ok Bry"


*


*


"Baby kamu udah bangun?"


"Darimana?"


"Dari ruang kerja Daddy sayang"


"Kenapa nggak kasih tau dulu"


"Maaf baby..jangan marah hm?"

__ADS_1


"Tau ah kesel"


"Hahahaha"


__ADS_2