Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 82_Kamu Hebat Sayang


__ADS_3

Di ruang rawat nya Via kini tengah berbaring di atas brankar rumah sakit..badannya lemas tak bertenaga,perutnya sedikit melilit sakit.


"By..kenapa di rumah sakit..perasaan tadi di ruanganmu?"


"Baby..kau sudah sadar..bagaimana keadaanmu?"


"Tidak baik by..lemas dan perutku sakit..apa kata dokter by..apa aku sakit parah?"


"Hey jangan sembarangan bicara baby..kau hebat sayang..kau wanita terhebat..kau akan baik-baik saja..mau makan sesuatu?"


"Bolehkah?"


"Tentu saja baby..katakan padaku?"


"Aku mau marshmellow panggang"


"Hah..memang ada?"


"Ada by..cepatlah aku sangat ingin memakannya"


"Huhh baiklah..jangan kemana-mana aku segera kembali hm?"


"Iya by..aku akan menurut"


"Good girl..love you istriku"


"Love you too my hubby"


Bryan mengecup pelipis Via kemudian melenggang menuju tempat dimana penjual marshmellow berada.


Sedangkan Via dia terdiam kemudian air matanya menetes..dia mengingat lagi percakapan antara dirinya dengan Vallery auntynya..sebelum Bryan kembali ke ruangannya tadi.


#....#.....#


"Via : Aunty Via mau tanya apa masalah serius kalau misalkan kita mengalami pendarahan tapi anehnya darahnya itu menggumpal seperti buah anggur kecil-kecil..kita juga merasakam mual parah dan lemas jugas sakit perut..apa itu berbahaya aunty soalnya temen Via ada yang mengalaminya"


"Vallery : Apa temenmu itu sedang hamil Via..soalnya dari tanda-tanda yang kamu kasih tau aunty bisa jadi temenmu itu mengalami Mola Hidatidosa atau hamil anggur sayang..kehamilan seperti itu berbahaya bagi si ibu karena dapat menyebabkan kanker dan harus segera di kuret karena janin tidak akan bertahan di dalam rahim si ibu..katakan pada temanmu sayang iklaskan dan harus segera melakukan tindakan pencegahan..astaga ya ampun sayang kasihan sekali temanmu"


Via terdiam..seperti ada sebuah pukulan yang mendarat di dadanya..sesak,sakit dia bahkan baru tau bahwasannya dia tengah hamil tentu saja dia bahagia tapi hanya sebentar karena dia harus merelakan janinnya di gugurkan demi kebaikannya juga.


Via hanya bisa menangis meratapi ketidaktahuannya dengan janin yang mungkin sudah ada sejak beberapa minggu lalu..dia sungguh merutuki kebodohannya..ibu macam apa dia ini.


Setelah terdiam cukup lama akhirnya Via kembali berkata.


"Via : Baiklah aunty nanti Via akan sampaikan pada teman Via..terimakasih sudah menjawab pertanyaan Via"

__ADS_1


"Vallery : Sama-sama sayang"


Setelah itu Via menangis lagi dia memikirkan perasaan Bryan suaminya dan mommy nya yang memang sangat menginginkan seorang anak/cucu tapi semua itu harus lenyap sebelum dirinya bahkan belum sempat membritahukan nya pada mereka.


.................


"Aku ibu yang tak berguna..maaf nak maafkan mommy yang baru menyadari kehadiranmu..maaf mommy harus melepasmu sayang..mommy sangat menyayangimu sampai kapanpun"


Via menumpahkan segala beban di hatinya melalui tangisan..setelah cukup lelah akhirnya Via memilih memejamkan matanya...bagaimana dia harus menghadapi suaminya..dia tak tega harus memupus harapan Bryan.


Via terlelap sambil menunggu kedatangan Bryan..dia akan memberitahukan kebenarannya meski dia harus rela melihat suaminya kecewa.


*


*


*


Bryan yelah mendapatkan pesanan istrinya..dia segera kembali ke ruangan dimana Via berada..sepanjang jalan Bryan tampak memikirkan bagaimana caranya memberitahukan kebenaran ini pada Via..dia takut Via sedih karena harus kehilangan anak yang bahkan baru mereka sadari kehadirannya.


"Huuhh semoga Via bisa menerima keputusan ini..maaf sayang aku belum bisa jadi suami dan ayah yang baik untuk kalian"


Sampailah Bryan di ruangan Via..dia masuk dan mendapati sang istri tengah terlelap di atas ranjang rumah sakit.


Bryan meletakkan pesanan istrinya di meja dekat ranjang rumah sakit kemudian dia mendekati istrinya dan mencium pelipis istrinya dengan penuh cinta.


"By..sudah pulang?"


"Eh..maaf sayang apa aku membangunkanmu?"


"Tidak by..mana pesanannya dan kenapa kau melamun?"


"Tidak baby..sebentar aku ambilkan pesananmu"


Bryan mengambil pesanan Via kemudian dia letakkan di atas piring yang kebetulan dia beli tadi sewaktu di jalan.


"Makanlah baby..habiskan"


"Iya by..kau mau?"


"No..pasti tidak enak"


"Terserah kau saja by"


Via memakan pesanannya dengan lahap..dia memang ingin makan makanan itu..dia mengikuti kemauan anaknya untuk terakhir kalinya sebelum dia harus merelakan anak itu pergi dari rahimnya.

__ADS_1


Via memakan pesanannya dengan air mata yang mengalir..sungguh tak rela tapi inilah takdir yang harus dia jalani..dia hanya berharap semoga anaknya tidak membencinya kelak di sana karena harus merelakannya.


"Maafkan mommy nak..mommy turuti keinginan terakhirmu sayang..mommy sangat mencintaimu anakku..tenanglah di sana dan sampaikan salam mommy pada buyutmu..mommy sayang kamu nak" batin Via dalam tangisnya.


Bryan menatap Via heran..kenapa Via menangis..bukankah tadi dia ingin makan marshmellow panggang apa rasanya tidak enak hingga dia menangis seperti itu.


"Baby kau kenapa menangis..apa tidak enak?"


"Tidak by..ini enak..by apakah hubby mau memenuhi satu permintaanku lagi?"


"Apa sayang?"


"Aku ingin minum susu ibu hamil by..bolehkah?"


Deg.....


Jantung Bryan berpacu dengan cepat tiba-tiba matanya memanas..apa yanga harus dia lakukan..apakah Via merasakan sesuatu..apa Via menyadari bahwa saat ini dirinya tengah hamil.


"Jangan bercanda sayang"


"Kumohon by..aku sangat ingin meminum susu ibu hamil hiks"


Via sangat memohon hingga air matanya berderaian berlomba-lomba keluar dari pelupuk matanya..sakit..itulah yang Bryan rasakan.


"Baiklah kau mau rasa apa?"


"Rasa coklat by..cepatlah aku sangat ingin hiks"


Via akan menuruti kemauan anaknya untuk terakhir kalinya..biarlah dia di anggap aneh asalkan anaknya sempat merasakan sedikit vitamin dari susu ibu hamil yang belum sempat Via berikan selama ini sebelum dia tau bahwa dia tengah hamil.


Via ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya sebelum dia merelakan anaknya di ambil dari rahimnya.


"Baiklah..tunggu sebentar ya"


"Iya by"


Bryan keluar dari ruangan itu..setelah sampai di luar dan menutup pintu dia berjalan menuju kursi di depan ruangan Via..dia duduk dengan kaki yang lemas.


"Hiks..maaf..maafkan aku..maaf aku tak bisa menjadi yang terbaik untuk kalian..hiks maafkan daddy sayang..maafkan aku baby maaf"


Bryan menangis cukup lama hingga akhirnya dia dapat menguasai dirinya lagi..sungguh sakit sekali..adakah yang bisa membantunya mengambil rasa sakitnya.


Bryan berjalan menuju kantin rumah sakit untuk membeli susu ibu hamil karena dia tak mau pergi terlalu jauh lagi meninggalkan Via sendirian..dia takut Via butuh sesuatu lagi.


Selesai dengan susu dan sudah ada segelas susu coklat hangat di atas nampan dan dia bawa menuju ruangan Via..Bryan menarik nafasnya panjang kemudian dia hembuskan perlahan.

__ADS_1


Via juag sama..dia bahkan mengelus perutnya yang dimana di dalam sudah ada buah hatinya tapi tak akan bertahan lama karena setelah ini mungkin dia akan menjadi orangtua paling kejam di dunia karena harus membuang anaknya demi kebaikan semua orang.


__ADS_2