
Sebulan telah berlalu..Via dan Bryan sudha kembali menjalani aktivitasnya masing-masing hanya saja Via tidak terlalu boleh beraktivitas yang menguras tenaga.
Via hanya akan ke kantor seminggu 3 kali dan sisanya berkumpul dengan para wanita di keluarga Wilson untuk sharing segalanya..Via juga lebih terbuka dengan keluarganya menceritakan keluhan-keluhannya pasca penguretan dan juga moodnya yang tidak stabil.
Keluraganya mendengarkan dan juga memberi saran agar Via juga bisa mengontrol diri dan emosinya..mereka juga memberitau bagaimana cara memuaskan suami ketika bel bisa melayani..Via belajar banyak dan mendapatkan ilmu lebih dari para wanita di keluarga Wilson.
Via senang karena memiliki keluarga yang begitu perhatian dna saling menyayangi juga mau di jadikan tempat berbagi keluh kesahnya.
"Jadi kapan kalian akan kontrol ke dokter lagi Via?" tanya Laura.
"Besok aunty..jadwalnya sudah di atur oleh dokter nya dan Bryan juga akan menemaniku besok"
"Bagus kalau begitu..kalian harus sama-sama dalam segala hal..jika Bryan sibuk kau harus memaklumi dna jika kau yang sibuk maka Bryan juga harus mengerti..mulai sekaramg jangan ada yang di sembunyikan apalagi mengenai kesehatan..jadikan kejadian kemarin sebagai pelajaran berharga mengerti?"
"Mengerti aunty..Via akan lebih terbuka lagi"
"Bagus..apa kalian ada rencana untuk tinggal sendiri?" tanya Nila.
Via memandang ibunya..dia tau maksud dari ibunya..selama ini Bryan lah yang selalu mengalah dan menuruti segala kemauannya..sudah saatnya dia memikirkan perasaan dan kemauan Bryan..mereka juga ingin hidup mandiri mencoba membina rumah tangga sendiri tanpa campur tangan keluarga.
"Via sudah puruskan untuk tinggal di rumah Bryan mom"
"Bagus kalau begitu..kau sebagai istri harus menuruti kemauan dan perkataan suami selama itu baik dan bisa kau jalani..karena sejatinya suami itu panutan dan pegangan hidup kita sebagai istri..bukannya mommy tudak mau tinggal serumah dengan kalian bukan sayang mommy malah sangat ingin kalian selalu bersama mommy tapi sekali lagi kau itu sudah bukan tanggung jawab kami sebagai orang tua karena tugas itu sudah di ambil alih oleh Bryan suamimu..turutilah apa kemauan suamimu nak..bangun rumah tangga kalian sendiri dan berbahagialah..belajar menekan ego dan emosi masing-masing karena dalam sebuah rumah tangga pasti akan ada badai yang menerpa" Nila menasehati Via agar mau mengikuti sang suami.
"Iya mom..Via paham..sudha sejak lama Via memikirkan ini tapi waktunya memang belum pas jadi ya Via belum berunding dengan Bryan"
"Alangkah lebih baiknya berunding debgan Bryan secepatnya kau tau kan Bryan hanya anak tunggal di keluarganya..kasihan mertuamu mereka juga pasti sedih jika anak yang mereka besarkan harus meninggalkan mereka sendirian ketika sudah menikah"
"Iya mom Via mengerti nanti sepulang kerja Via akan berunding dengan Bryan"
Obrolan pum masih berlanjut hingga hari semakin sore..Via dan Nila memilih kembali ke rumah karena mereka tengah berada di kediaman Rey.
Sampailah Via dan Nila di rumah.. tiba di rumah ketika hari sudah hampir petang bersama dengan Sean yang menggantikan Via di perusahaan.
"Ka aku ke kamar dulu"
"Ya hati-hati"
__ADS_1
"Kau pikir aku mau kemana pake hati-hati segala"
"Takutnya aada hantu cantik yang mencegatmu hahaha"
"Sialan..kaka ipar lucnut"
Bryan hanya geleng-geleng kepala melihat adik iparnya kesal..dia melangkah menuju kamar..ketika tiba di kamar dia di sambut hangat oleh sang istri yang sudah berpenampila amat menggoda si ucup.
"Baby..what are you doing?"
"Sstt..mandilah aku ada kejutan"
"Woow..i like it baby..oke aku mandi dulu"
Bryan menuju kamar mandi setelah memberikan tas kerja dan jasnya pada Via. Via sendiri sudah begitu gugup..dia malu sejujurnya tapi demi menyenang kan Bryan dia harus tahan dari rasa malunya.
Pelajaran yang Nila dan Laura berikan padanya akan dia praktekkan..demi menyenangkan Bryan dia harus nekat..dia tau Bryan juga ingin menyentuhnya tapi kondisinya belum sepenuhnya sehat dan stabil.
"Yo can do it Via..you can do it" Via menyemangati dirinya sendiri.
Tak berapa lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah hanya dengan mengenakan handuk yang melilit sebatas pinggangnya.
Via bersusah payah menelan salivanya..melihat bentuk tubuh suaminya itu membuatnya begitu panas dingin..wohoo dia tegoda akan tubuh indah Bryan.
"Baby..you ok?"
"Ah..ya..im ok"
"So..kejutan apa yang akan kau berikan baby?"
"Ehmm..duduklah by"
Bryan menurut saja apa mau sang istri..dia menantikan kejutan dari Via..sudha lama tidak bercinta dengan Via membuat sesuatu dalam dirinya meronta-ronta ketika melihat penampilan Via malam ini.
"By..aku tau aku belum bisa memuaskan hassratmu dengan penyatuan tapi apakah kau mau aku memuaskanmu dengan cara lain?" ujar Via malu-malu menahan guratan merah di wajahnya.
"Do it baby..lakukan apa yang akan kau lakukan aku milikmu" jawab Bryan pasrah karena dia memang sudah terpancing.
__ADS_1
Via memberanikan diri melepas handuk yang melilit di pinggang Bryan..bukan pertama kali melihat tubuh Bryan tanpa kain tapi yang akan dia lakukan ini adalah pertama kali dalam hidupnya.
Perlahan Via mencium Bryan dengan lembut namun penuh napsu..setelah di rasa cukup tangan Via tak tinggal diam..tangan itu mengelus sesuatu yang minta di elus di bawah sana..perlahan dan membuat si empunya merem melek menikmati elusan tangan istrinya.
*
*
*
"Baby hari ini kau ada kontrol kan di rumah sakit?" tanya Bryan yang memang tidak berangkat ke kantor.
"Iya by..setelah berkemas kita akan ke rumah sakit"
"Kau yakin ingin tinggal di rumahku baby?"
"Yakin by..memang kau tak mau tinggak serumah berdua denganku by?"
"Eh..bukan begitu maksudnya..baiklah jika kau tak keberatan aku akan menuruti semua keinginanmu"
"I love you hubby"
"Love you more baby"
Setelah selesai berkemas Bryan dan Via menuju rumah sakit karena jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi.
Selama di perjalanan Bryan dan Via saling bertukar pikiran atau mengobrol mengenai apapun yang terlinntas di benak masing-masing..mereka begitu terbuka satu sama lain.
Hingga tak terasa sampailah mereka di rumah sakit..Via turun dan di susul Bryan..Bryan menggandeng tangan Via dan berjalan menuju ruangan dokter yang menangani Via.
Mereka jadi bahan tontonan karena keromantisan antara mereka membuat yang lain iri dan gigit jari.
"Romantis sekali..ah aku jadi ingin punya pasangan" ucap slaah seorang suster yang kebetulan lewat.
"Aku juga..astaga mesra sekali sih kan aku yang LDR jadi merindu dia"
"Haishh nasib punya pasangan cuek..apes apes"
__ADS_1
Ketiganya hanya bisa gigit jari melihat sikap romantis dan mesranya Bryan dan Via.