Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 152_Menantang


__ADS_3

“Tindakan menyalahkan hanya akan membuang waktu. Sebesar apapun kesalahan yang Anda timpakan ke orang lain, dan sebesar apapun Anda menyalahkannya, hal tersebut tidak akan mengubah Anda” - Wayne Dyer


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tapi saya mencintainya Bu..saya yakin saya bisa membahagiakan dia lebih dari suaminya" pria itu.


Keempat ibu-ibu itu hanya geleng-geleng kepala melihat betapa kekehnya pria muda di depan mereka ini.


"Nak dengarkan ibu..memang mencintai tidak ada yang salah hanya saja kita salah mencintai yang tidak harus kita cintai..toska baik bagi hatimu jika terus di paksakan nak kau akan sakit sendiri bahkan berkali-kali lipat sakitnya.. percayalah suatu saat jika kau membuka hatimu untuk cinta yang lain maka dia akan datang padamu dan menawarkan berbagai rasa untukmu..tidak baik terlalu memaksakan kehendak mu pada hati yang sudah ada pemiliknya" ibu 2


"Tidak Bu..saya tetap akan merebutnya dari suaminya..saya yakin saya mampu membuat nya bahagia lebih dari suaminya..lihat saja nanti" pria itu


Di saat pria itu hendak pergi tanpa di duga Sean sudah berdiri di belakangnya dengan tangan di lipat ke dadanya..tatapannya tajam bak menghunus ke arah pria di depannya.


"Kau akan merebutnya?" Sean


"Kau siapa..aku tak punya urusan denganmu" pria itu


"Kau punya urusan dengan ku" Sean.


Pria itu tersenyum melihat Sean sepertinya dia adalah suami dari Percy.. kebetulan sekali bertemu dengannya.


"Apa kau suaminya Percy?" pria itu.


"Ya..so?" Sean.


"Kebetulan sekali bertemu dengan mu di sini..ah begini..aku hanya minta lepaskan Percy dan berikan padaku akan aku berikan berapapun yang kau minta..atau kau mau sebuah pesawat bisa aku berikan asalkan kau mau memberikan Percy untukku.. bagaimana?" pria itu.


Sena hanya terkekeh..sedangkan ibu-ibu komplek itu juga menggelengkan kepalanya karena menurut mereka pria di depan suami Percy itu belum tau siapa Sean sebenarnya.


"Pesawat.. pesawat model apa.. ekonomi, ekslusif,atau bisnis, atau private?" Sean


"Haha kau tinggal sebutkan saja..mau yang mana akan aku berikan untuk mu dengan cuma-cuma" pria itu dengan tampang meremehkan.


"Hahahaha..astaga..hmmm baiklah asal kau bisa menjalin kerjasama dengan Richard Corps langsung dengan CEO nya maka aku akan memberikan Percy padamu..ingat CEO yang sekarang langsung dan hanya aku beri waktu 1 bulan jika lebih maka kau mati" Sean.


"Hahah itu hak yang mudah..kau tau tuan Sean adalah teman baikku jadi dia akan dengan senang hati menandatangani kontrak kerjasama dengan ku karena dia adalah anjing penurut bagiku" pria itu.


"Begitu..baiklah kita buktikan saja hasilnya" Sean pergi.


Sena meninggalkan pria itu dengan tawa sepanjang perjalanan..astaga apa tadi dia bilang teman baiknya hahahaha astaga sejak kapan dia berteman baik dengan pria sialan itu dan apalagi tadi anjing penurut astaga biar dia buktikan siapa yang anjing penurut besok.


"Kita lihat saja nanti sialan..kau atau aku yang akan menderita..kau akan aku buat habis tanpa sisa meskipun kau menangis darah dan memohon bahkan berlutut sekalipun aku takkan pernah membiarkan mu bangun..kau harus menerima pelajaran berharga dari ku sebelum kau semakin merendah kan orang lain lagi..jangan pernah bermimpi untuk memiliki istriku karena dia adalah milikku seorang" Sean.


Sean sampai di rumah..dia masuk dan melihat keluarganya sudah datang dan tengah berkumpul bersama di rumah tamu..dia mencari seseorang yaitu Percy istrinya.


"Mom.. Percy dimana?" Sean

__ADS_1


"Percy sedang bermain dengan Edward dan Alicia di taman dekat gazebo" Nila.


"Ok aku kesana dulu" Sean.


Sean menuju taman belakang rumah..banyak bunga yang sudah tumbuh lagi..biasanya Percy akan memetik bunga-bunga itu untuk dia jadikan hiasan di vas dan dia letakkan di seluruh ruangan.


"Itu dia..astaga semakin cantik saja istriku" Sean.


Sean melihat di gazebo terdapat tiga manusia q orang dewasa dan 2 bocah yang tengah merangkai bunga juga bermain pewarna.



"Hay..serius sekali sih?" Sean


"Sean..kau sudah kembali..sejak kapan?" Percy


"Baru saja sayang" Sean mengecup bibir Percy sekilas dan bergabung dengan kedua bocah itu.


"Hey gaes sednag apa sih serius sekali sepertinya?" Sean


"Uncle.. Alice sedang merangkai bunga jangan ganggu" Alice anak Gio


"Kalau Edward?" Sean


"Mewarnai" Edward singkat.


Percy hanya melihat interaksi antara Sean dan kedua keponakannya itu..dalam hatinya tanpa sadar Percy mengelus perutnya yang masih datar.


"Apa dia belum hadir di sini?" batin Percy


"Sayang kau kenapa hm?" Sean


"Ah tidak sayang..mau makan dulu tidak?" Percy


"Boleh sayang ambilkan dana bawa sini saja sekalian bocah-bocah itu" Sean.


"Baiklah.. sebentar ya" Percy


Sena tersenyum hangat melihat istri nya sudah kembali lagi..dia akan menjaga istrinya agar tak lepas dari genggaman tangannya..dia pastikan pria sialan itu tak Bernai muncul lagi di hadapannya maupun Percy.


DI DAPUR.....


"Mom..sedang apa sendirian?" Percy


"Oh sayang..toska mommy hanya membuat teh saja..kau sendiri?" Nila.


"Oh ini Sean ingin makan di gazebo bersama anak-anak" Percy

__ADS_1


"Baiklah..jangan terlalu lelah ya sayang..jaga kesehatan mu juga" Nila mengelus rambut Percy dengan sayang.


"Iya mom.. terimakasih" Percy


Nila meninggalkan Percy di dapur untuk mengambil makanan untuk ketiga orang yang ada di gazebo taman belakang.


Nila senang akhirnya Percy kembali pulih meski belum seratus persen tapi itu sudah lebih baik dari sebelumnya..mereka bersyukur.


*


*


"Miley apa kau mau makan di luar bersamaku?" Griffin


"Apa tidak merepotkan mu?" Miley


"Tidak jika mau segera bersiaplah" Griffin


"Baiklah tunggu aku" Miley



Mereka telah selesai bersiap dan akan makan malam di sebuah cafe anak muda dekat apartemen.. penampilan mereka bak anak brandal yang liar.


"Wow..apa seperti ini keseharian mu?" Griffin


"Ya..kenapa.. keberatan?" Miley.


"No and never.. let's go" Griffin


Mereka melajukan mobilnya menuju cafe dimana mereka akan makan malam di sana.. sesampainya di cafe mereka berdua turun dan menjadi pusat perhatian orang-orang tapi mereka bodoh amat..tidak merugikan kan.


"Kau mau pesan apa?" Griffin


"Mmmm yang ringan saja karena kau takut gemuk kau tak liat badanku sudah mulai membengkak" Miley.


"Bengkak darimana nya..kau itu terlalu kurus menurut ku" Griffin


"Haishhh terserah kau saja" Miley.


Setelah pesanan selesai kini mereka berdua tengah menyantap makanan yang ada di atas meja di depan mereka.


"Kau suka makanannya?" tanya Griffin ketika selesai dengan makanannya.


"Hmmm..enak" Miley


"Next time kita makan di sini lagi" Griffin

__ADS_1


__ADS_2