
Bryan membuatkan makanan untuk Via..dia ingin memastikan bahwa istri dan anak-anaknya kenyang sebelum tidur.
Via masih duduk di meja dapur dengan memakan cemilan kesukaannya..sesekali dia tersenyum dan menelan ludah ketika melihat otot tangan Bryan.
Ingin rasanya dia peluk tapi dia masih mode ngambek jadi sabar dulu jangan tergoda.. Via sudah mengompori anak-anak nya agar mengikuti langkah nya memusuhi Bryan yang notabene Daddy nya twins.
Kaki Via berkali-kali berayun kedepannya ke belakang dan seterusnya..Bryan biarpun sedang memasak tapi dia juga memperhatikan tingkah Via yang menggemaskan menurutnya.
"Baby sudah selesai ayo makan dulu"
"Hm"
Via Tak bergerak dia ingin di gendong kemanapun..dia ingin di perhatikan dan bermanja-manja sebagai bentuk balas dendam karena pesan nya di abaikan oleh suaminya.
Bryan tak masalah dia mengikuti kemauan istrinya tidak apa-apa asalkan Via bahagia dan puas dia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan istrinya.
Di meja makan hanya ada Via dan Bryan.. Via memakan makanan buatan suaminya..ah anak-anaknya menyukai makanan buatan ayahnya..ah sialan jika begini pertahanan nya bisa roboh duluan.
"Bagaimana baby..enak?"
"Lumayan" sambil menyendok kan lagi ke mulutnya yang masih penuh.
Bryan terkekeh geli melihat tingkah lucu istrinya..baiklah istrinya sedang merajuk dia harus membujuknya agar ngambeknya selesai.
Akan dia ikuti kemauan bumilnya..tidak apa-apa toh dia suka memanjakan istrinya.
"Baby seharian kau melakukan apa di rumah?"
"Makan tidur menunggu pesanan yang di abaikan"
"Hey kenapa di bahas lagi..oke aku minta maaf oke..tadi siang kau makan apa hm?"
"Makan nasi"
"Iya sayang aku tau tapi masa nasi saja tidak ada temannya gitu?"
"Ck..jangan ganggu aku makan"
"Pfftt..ekhemm baiklah lanjutkan sayang"
*
*
"Percy..kau darimana?"
"Apa sih..sana jauh-jauh"
"Hey jahat sekali kau..kau pikir aku virus?"
"Iya kau virus menjijikan yang harus aku hindari..sana jauh-jauh"
"Apa maksudmu..jangan keterlaluan Percy?"
"Ck..mau apa sih mengganggu ku lagi"
"Aku hanya ingin dekat denganmu"
"Tidak tertarik"
"Hey ayolah..aku sangat menyukai mu sejak dulu"
"Bukan mauku..bukan salahku"
"Astaga kau ini menyebalkan sekali"
__ADS_1
"Sudah tau jadi pergilah jauh-jauh"
"Ck..tidak akan sebelum kau menjadi milikku"
"Ck..mimpi saja sana"
Percy meninggalkan Frank yang masih menatapnya..Percy hari ini ada wawancara di Richard Company..dia sudah melamar pekerjaan di perusahaan itu dan sukurlah lamaran nya di terima hanya menunggu wawancara saja.
Sampailah Percy di perusahaan..dia langsung menuju ruangan dimana dia akan di interview..dengan sedikit gugup Percy berusaha keras untuk tenang dia tak mau wawancara nya gagal.
*
*
"Percy kau pasti bisa..semangat"
Tak lama kemudian namanya di panggil dia langsung bergegas menuju ruangan dimana dia akan melakukan sesi wawancara kerjanya.
Setelah beberapa saat di dalam ruangan itu akhirnya dia berhasil melakukan interview dengan lancar tanpa hambatan..semoga saja dia di terima.
Sementara di ruangan CEO seorang pria tengah mengerjakan pekerjaannya memeriksa dokumen penting untuk segera di tanda tangani oleh nya.
Tak berapa lama kemudian asistennya masuk kedalam ruangannya dan menyapanya.
"Tuan maaf mengganggu"
"Ya Nichol ada apa?"
"Sekertaris utama anda mengundurkan diri karena akan menikah dan menetap di kampung halamannya tuan jadi saya menyarankan agar anda merekrut sekertaris baru kebetulan tadi sedang ada interview dengan beberapa orang dan ada salah satu yang seperti nya mampu menjadi sekertaris anda"
"Begitu menurutmu..baiklah kau carikan saja"
"Baik tuan.. permisi"
Nichole menuju ruangan Interview dan meminta beberapa dokumen orang-orang yang cukup mampu menjadi sekertaris utama Sean.
Setelah mencari dan meneliti kembali akhirnya Nichole menemukan satu kandidat yang memang mampu mengemban tugas sebagai sekretaris.
"Hubungi dia besok dan suruh dia menemui saya"
"Baik tuan"
Nichole meninggalkan ruangan itu kemudian dia menuju ruangan nya sendiri..setidaknya pekerjaannya sedikit terbantu jika mendapatkan sekertaris baru..semoga pilihannya cocok.
*
*
"Astaga aku ingin ice cream"
"Kau ingin ice cream..mau rasa apa?"
"Rasa pasta"
"Hah.. maksudnya?"
"Aku mau ice cream rasa pasta by..cepatlah buatkan atau belikan"
"Tapi mana ada baby..jangan bercanda"
"Ishhh pokoknya aku mau itu titik"
"Astaga tuhan sabar Bryan sabar" batin Bryan ingin menjerit.
"Baiklah aku buatkan ya?"
__ADS_1
"Terserah"
Bryan mengecup kening istrinya kemudian dia beranjak menuju dapur untuk membuat ice cream pasta..apalah keinginan istrinya itu.. aneh-aneh sekali.
Via senang di perhatikan dan di manja oleh Bryan..inilah yang dia mau di perhatikan dan dimanja.
"Kalau begini kan jadi semakin cinta..hey kalian suka kan di manja sama Daddy..baiklah ayo kita terus manja-manja sama Daddy"
Via mengelus perut nya yang sudah terlihat membuncit karena hamil anak kembar jadi perutnya sudah seperti 5 bulan padahal baru tiga bulan.
Semakin hari keinginannya semakin aneh..dia tau mana ada ice cream rasa pasta tapi dia tak mau tau itukan keinginan si twins jadi dia hanya bisa memintanya pada sang suami.
Setelah selesai membuat ice cream pasta Bryan kembali bergabung dengan istrinya yang sedang duduk sambil membaca majalah.
" Baby..sabar ya belum jadi ice cream nya"
"Hm..tidak apa-apa"
"Kau lihat apa hm?"
"Ini.. lucu-lucu"
"Kau mau membelinya?"
"Bolehkah?"
"Tentu sayang..apapun keinginan mu aku akan turuti"
"Thank you Daddy"
"So apakah kau masih ngambek?"
"Sedikit"
"Hahaha..baiklah setelah aku membelikannya apakah ngambeknya masih?"
"Emmm tidak"
"Oke aku akan membelikan nya sekarang..kau mau yang mana baby?"
"Emmm..yang ini bagus by"
"Baiklah.. sesuai keinginan mu sayang"
Setelah beberapa saat kemudian Via menyandarkan kepalanya di paha Bryan..dia ngantuk setelah memakan es krim pasta nya.
"Tidurlah..mau di kamar?"
"No..aku mau di sini saja"
"Baiklah"
Bryan mengusap kepala Via penuh cinta..dia menyalurkan kehangatan dan ketulusan cinta nya pada Via..sesekali dia mengusap perut buncit Via.
Dia gemas melihat perut Via..astaga dia Tidka sabar untuk bertemu dengan kedua anaknya..semoga mereka lahir dengan selamat tanpa kekurangan apapun.
Merasa tak ada pergerakan dari Via..Bryan melihat matahari istrinya itu terpejam.. seperti nya Via sudah nyenyak.
Bryan memindahkan istrinya ke kamar dia tak mau istrinya kesakitan setelah bangun tidur karena tidur di sofa..dia amat sangat menjaga Via senyaman mungkin.
Setelah itu Bryan merebahkan dirinya di ranjang dan memeluk Via dengan penuh cinta.
"Selamat tidur mommy..sleep well twins..Daddy love you"
Siang itu Bryan tidur dengan memeluk Via dan tangannya memeluk erat perut Via namun tak menyakiti kandungannya.
__ADS_1