Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 86_Mulai Bangkit


__ADS_3

"Jika kau masih ada pasti kau sudah setampan dan sebesar Daddymu sayang..maafkan mommy ya nak yang tak bisa menjaga mu hiks..mommy sangat mencintaimu nak..kau adalah penyemangat mommy di kala mommy tengah sedih..kau segalanya nak mommy sayang padamu sampai akhir nafas mommy"


Tanpa di duga sebuah pelukan hangat Laura rasakan tentu saja dari suaminya yaitu Rey..Awalnya Rey mencari keberadaan sang istri karena tak melihatnya sama sekali dia tau pasti jika tak kelihatan dimana-mana hanya ada satu tempat yang pasti akan Laura kunjungi setiap hari yaitu makam anak pertama mereka.


"Baby..you ok?" tanya Rey sambil memeluknya penuh cinta.


"Hubby..Laura baik by"


"Jangan terlalu larut baby kasihan dia hm?"


"Maaf by hanya saja Laura rindu"


"Akupun sama baby tapi sebaiknya cukup doakan saja agar dia tenang dan bahagia di sana..dia pati sudah bertemu dwngan para kanjeng-kanjeng juga anak Via..jadi jangan membuatnya sedih mengerti?"


"Iya by..maaf"


"It's ok baby aku tau perasaanmu..sudah lebih baik kita ke rumah Via saja hibur dia agar tak berlarut-larut dalam kesedihan"


"Baiklah by..ayo"


Rey dan Laura menuju kediaman Erick..mereka tau bagaimana rasanya menjadi Via dan Bryan karena mereka pernah berada di titik itu juga.


*


*


*


"Baby bagaimana keadaanmu?" tanya Bryan pada Via yang sudah terlihat lebih membaik.


"Aku sudah jauh lebih baik by"

__ADS_1


"Syukurlah..apa kau mau ke bawah duduk santai?"


"Bolehkah?"


"Sure baby..ayo aku antar"


Bryan menggendong Via menuju ruang tamu hanya untuk sekedar berileks semata..Bryan tau Via bukanlah tipe orang yang suka berdiam diri di kamar.


Bryan tak mau Via bosan dan berujung stres karena terus menerus di kamar maka dari itu sebisa mungkin Bryan berusaha agar Via tidak merasa jenuh.


Sampaikah mereka di ruang tamu dan di sambut oleh orangtua Via..tak selang berapa lama kemudian Rey dan Laura datang dan ikut bergabung bersama mereka..lengkap sudah keluarga Via..Bryan tak merasa tersisih atau terasingkan..dia bergaul dengan para lelaki di keluarga Wilson dan saling tukar pikiran antar satu sama lain.


Keluarga Bryan belum bisa kembali ke negara X karena kondisi mereka tidak memungkinkan juga musuh baru pasti sedang mengintai alangkah lebih aman jika mereka tetap di tempat itu dan menjauh sejenak dari dunia luar.


Mengenai keadaan Via mereka juga sudah tau tapi Bryan berusaha sebisa mungkin menjelaskan dengan seksama agar keadaan mereka tidak semakin drop..Bryan dan Via juga belum berkunjung ke tempat orangtua Bryan karena memang kondisi perusahaan tengah sibuk dan tak bisa di tinggal juga kerjaan Via.


"Via bagaimana keadanmu?" tanya Laura yang sudah berada di sisi Via.


"Bagua kalau begitu..jangan terlalu berlarut dalam kesedihan sayang..kau tau aunty juga dulu mengalami hal sepertimu bedanya kalau aunty murni keguguran karena kejadian yang tak mau aunty ingat lagi dan kamu karena kondisimu yang belum memungkinkan..jadi jangan menyerah dan tetap semangat yakinlah kau pasti bisa dna jika suatu hari nanti kau mendapatkannya maka kau sudah siap menjalani hari-hari sebagai calon ibu yang kuat dan baik apa kau paham sayang?"


"Iya aunty Via paham..terimakasih sudah memberi nasehat dan dukungan untuk Via..Via benar-benar merasa tidak sendirian kalian yang terbaik"


"Tentu karena kita adalah keluarga"


Sementara para pria juga sama memberi dukungan untuk Bryan agar tetap menemani dan sabar menghadapi Via yang emosinya belum stabil akibat kehilangan calon anaknya.


Bryan mendengarkan semua nasehat dan wejangan dari para tetua di keluarga itu..dia akan mengambil ilmu dari para tetua agar bisa sabar menghadapi Via jika suatu waktu Via dalam mood yang tisak baik.


"Kau harus bisa mengendalikan dirimu Bryan..jangan sampai terpancing..kau tau uncle bertahan hingga kini dengan auntymu dengan penuh kesabaran dan perhatian..jangan sampai membuat kaum wanita kesal dan marah karena bisa berimbas pada adik kita apa kau mengerti maksud perkataan uncle?" ucap Rey menjelaskan.


"Mengerti uncle..bahkan sewaktu Via ngidam beberapa waktu yang lalu Bryan menurut saja..apa kalian juga sama uncle,daddy?"

__ADS_1


"Huhhh" Erick dan Rey sama-sama menarik nafas.


mereka menceritakan kejadian dimana istri mereka sama-smaa mengidam ingin di masakkan oleh mereka di restoran jika sudah pulang dari kantor..Rey berusaha mati-matian memasak di dapur restoran yang bukan dapurnya dan menjadi bahan tontonan dia terpaksa melakukan itu karena cintanya pada sang istri.


Sementara Erick..dia malah di musuhi dan tak di ajak bicara oleh istrinya ketika tau bahwa yang masak bukanlah dirinya melainkan chef di restoran itu..karena tak mau jatahnya di potong akhirnya dia menawarkan memasak di rumah saja agar sang istri bisa melihat sendiri bahwa dirinyalah yang memasak.


Bryan tertawa dan sesekali menghapus air mata yang keluar dari ujung matanya karena terlalu banyak tertawa hingga perutnya ikut kram.


Erick melanjutkan ceritanya kembali setelah berhenti sejenak karena malu akan menceritakan aibnya..sial..kemudian Erick kembali melanjutkan ceritanya dan berkata bahwa makanan yang dia masak begitu asin hingga dia sendiri harus menelan gula dan minum banyak untuk menghilangkan rasa asin itu tapi anehnya istrinya tidak keasinan malah menganggap dia cemen.


Rey dan Bryan tertawa karena dapat mengetahui aib Erick terutama Rey dia sangat puas mengetahui bahwa Erick di omeli oleh Nila..padahal waktu itu yang memberi saran kan dia sendiri wkwkwk.


"Sudah puas tertawanya..sialan kalau saja bukan keluarga sudah ku tenggelamkan kalian" sungut Erick kesal di tertawakan.


"Hahaha kenapa juga kau harus nurut waktu itu..kau kan bisa masak seadanya di dapur resto itu biarpun rasanya tidak enak tapi kau dengan bodohnya malah mengikuti saranku hahahahha" ucap Rey di sela-sela tawanya.


"Sialan..aku kan tidak mau repot dan bahkan tidak tau cara memasak yang ku tau hanya memenangkan tender dan membuat anak juga membuat istri melayang-layang" jawab Erick sekenanya.


Bughhh....


Satu lemparan bantal melayang mengenai wajahnya dari sang istri yaitu Nila..wajah Nila sudah seperti singa kelaparan yang siap menerkam mangsanya.


"Sayang maaf ya kami hanya bernostalgia kok hehe" ujar Erick bagaikan tikus kecebur got.


"Awas kalau macam-macam" ucap Nila dengan tangan mengepal di dadanya.


"Hehe iya sayang nggak macem-macem kok bener deh"


Nila tak menggubris ucapan suaminya dia hanya mengertak saja.


Via sudah terlihat kembali seperti sedia kala..mereka senang akhirnya Via kembali bangkit dari keterpurukannya.

__ADS_1


__ADS_2