
"Kondisi nona sudha semakin membaik..kadar HCG nya juga sudah stabil tidak terlalu ti ggi seperti beberapa minggu yang lalu..teeus jaga kesehatan anda dan juga pola makan anda nona agar kondisi anda bisa stabil lagi dan bisa mulai mempersiapkan diri dan menguatkan rahim anda"
"Terimakasih dok..apa kami sudah bisa melakukan hubungan suami istri?"
Via hanya melongo mendengar pertanyaan Bryan..sialan apa tidak bisa bertanya yang lain saja..kenapa harus bertanya masalah ranjang coba..ah ingin rasanya ku tendang mulut si Bryan.
"Sebaik nya tunggu hingga 1 minggu lagi tuan karena kondisi nona belum memungkinkan untuk melakukan aktivitas suami istri..tentu anda tidak mau bukan kalau nona mengalami pendarahan atau hal-hal yang tidak di inginkan?"
"Tentu tidak dok..baiklah saya akan bersabar sampai satu minggu lagi dan berkonsultasi dengan anda..kalau begitu kami permisi dok"
"Sama-sama tuan,nona"
Via dan Bryan meninggalkan sang dokter di ruangannya..setelah sampai di luar ruangan dokter itu Via mendaratkan cubitan mautnya di lengan sang suami hingga membuat Bryan mengaduh kesakitan.
"Aw aw aw sakit baby ssshhh"
"Makannya kalau tanya jangan yang aneh-aneh..udah tau aku belum bisa melakukan itu eh malah kamu nanya lagi ke dokter..apa nggak malu hah?"
"Hehe maaf baby..aku kan cuma nanya dwmi kelangsungan si ucup juga"
"Huhh serah kamu"
Via melangkah mendahului Bryan dwngan raut wajah kesal juga malu..Bryan hanya cengengesan melihat istinya ngambek dan kesal padanya.
"Akhirnya istriku kembali..terimakasih tuhan"
Bryan menyusul Via dengan sedikit berlari dan mendekapnya di depan banyak mata yang memandang ke arah mereka.
Bryan cuek saja dia merangkul Via dan menuntunnya menuju mobil..Via dia diam saja karena jika di larang maka percuma saja tidak mempan.
"Baby setelah ini kau mau kemana?"
"Emm..ke pusat perbelanjaan saja bagaiman by..kebetulan ada yang ingin aku beli"
"Ok nyonya meluncur"
Via tersenyum..Bryan selalu saja bisa membuatnya senang..dia semakin sayang dengan suaminya..semoga tidak ada lagi kesedihan yang menerpa mereka amin.
*
*
*
"Astaga baby jadi kau hanya ingin membeli ini?"
"Iya by kenapa?"
"Huhh di rumah juga banyak baby"
"Taoi aku kan ingin by"
__ADS_1
"Astaga..baiklah sayang..apa lagi yang ingin kau beli hm?"
"Sebentar aku lihat-lihat dulu"
"Oke"
Bryan menggerutu dalam hati..dia kira Via akan membeli pakaian dinas malam untuk menyenangkannya tapi lihatlah hanya sebuah panci untuk merebus mi instan saja yang dia beli..astaga di rumah juga banyak panci seperti ini bahkan lebih besar dan belinya juga bukan di sembarang tempat.
Huhh biarlah ikuti saja kemauannya daripada jatahnya di potong..tidak akan dia biarkan itu terjadi.
Di saat Via sedang memilih berbagai macam alat rumah tangga Bryan hanya mengikutinya dari belakang sambil mendorong troli belanjaan.
Tak sengaja berebut sebuah spatula yang menurutnya unik dan bagus..anti panas dan anti minyak juga anti lengket..wah itu benar-benar idaman setiap emak-emak.
"Hey aku duluan yang megambilnya" ujar Via kekeh.
"Enak saja..aku duluan yang melihatnya..kembalikan sini" ucap orang itu.
"Tidak bisa begitu ini aku duluan yang ambik..kan masih banyak yang lain kenapa tidka ambil yang lain saja" kekeh Via mempertahankan.
"Tidak bisa..ini aku duluan sini kembalikan"
"Tidak"
"Sini"
"Tidak"
"Tidak ya tidak"
"Arghhh sialan kau"
"Apa..mau apa?"
Wanita itu pergi memanggil suaminya..Via mah cuek saja..Bryan di sampingnya hanya geleng-geleng kepala..perkara spatula bisa membuat wanita begitu..ngeri gaes.
"Dasar perempuan rese..sudah tau aku duluan yang ambil masih saja ngotot..sialan" gerutu Via tiada henti sambil memilih wajan.
"Sudahlah baby..kenapa kau tidak mengalah saja sih daripada ribut-ribut begitu"
Via menghentikan langkahnya dan memandang Bryan horor..Bryan merasa sudah salah berkata-kata hanya mampu menelan salivanya susah payah..sialan..mulut sialan.
"Apa kau bilang barusan by?" ucap Via datar penuh intimidasi.
"Eh..baby..em..anu tadi salah omong hehe" elak Bryan cari aman.
"Tidak tidak aku tadi mendengarmu berkata bahwa 'kenapa kau tidak mengalah saja sih daripada ribut-ribut' benar kan?"
"Bu..buk..an baby mak..sud..nya..emmm..anu..itu e..baby maafkan aku mulutku kepleset tadi please"
Via diam saja sambil berlalu dengan kekesalan yang berpindah pada Bryan..jelas-jelas Bryan tau dia duluan yang mengambil spatula itu tapi apa dia bilang mengalah..hahaha tidak akan dia mengalah.
__ADS_1
Via memilih-milih wajan dan teflon yang menurutnya bagus..entah dia jadi suka belanja perabotan semenjak banyak waktu luang dan berkumpul dengan ibu dan auntynya.
Wanita yang berebut dengan Via kembali lagi dengan membawa serta suaminya..Via yang tengah asik memilih wajan dan teflon menjadi terganggu dengan kehadiran wanita tadi..sialam merusak mood belanjanya saja.
"Hey wanita perebut barang orang cepat serahkan spatula tadi"
"Tidal mau bwekkk"
"Sialan..kau menghinaku hah?"
"Menurutmu?"
"Arghhh sayang aku kesal dengannya..dia mengambil spatula yang ku inginkan aku tidak terima"
Suami dari wanita itu hanya menghela nafas berat..memang jika wanita sudah berkehendak dia bisa apa.
"Ekhem..nona maaf bisakah anda serahkan spatula itu pada istri saya..saya akan bayar berapapun harganya" ucap suami dari wanita itu dengan sopan juga menahan malu.
Via menatap suami dari wanita itu dengan tajam seolah ingin mengatakan jangan bermimpi tuan.
"Tidak"
"Ayolah nona saya mohon" kekeh suami wanita itu.
"Saya bilang tidak ya tidak"
"Huhhh..sudahlah cari yang lain saja" ucapnya pada sang istri.
"Tidak mau..aku maunya yang itu sayang" kekeh si wanita.
"Kau tak lihat dia tidak mau memberikan nya padamu..jangan buat malu aku"
"Kau tak mau menuruti kemauanku sayang?"
"Astaga Mercy cukup aku benar-benar malu dengan tingkahmu..terserah kau saja"
"Stuart..kau mau kemana..Stuartttt"
Via hanya menjadi pendengar saja perdebatan antara wanita itu dengan suaminya..dia bodo amat toh dia yang lebih dulu mengambilnya.
Bryan jangan di tanya dia menahan diri agar tidak tertawa melihat perdebatan suami istri itu yang menurutnya konyol..biarkan saja istrinya mau berbuat apa dia akan mendukungnya demi jatah.
"Dasar perempuan sialan..gara-gara kau aku jadi ribut dengan suamiku..awas kau"
"Ok"
"Arghhhhh..lihat saja nanti jika kita berjumpa lagi huhh"
"Ok"
Wanita itu pergi karena kesal mendengar jawaban Via..dia benar-benar kesal setengah mati..baru kali ini ada orang yang tidak mau mengalah padanya..lihat saja dia tidak akan tinggal diam.
__ADS_1