
Tanpa kelima wanita itu sadari ada sepasang mata dan telinga yang tengah memfokuskan penglihatannya pada salah satu dari mereka berlima.
Mata itu memancarkan kebencian yang teramat dalam sedangkan telinga itu mendengarkan bisikan-bisikan setan agar dia berbuat lebih.
"Bersenang-senanglah kalian selagi masih bisa karena aku akan menghilangkan kesenangan kalian sesaat lagi"
Wanita itu masih setia mengawasi setiap gerak-gerik kelima wanita itu..beruntungnya tak ada penjagaan ketat di antara kelima wanita itu sehingga mudah bagi wanita itu untuk melancarkan aksinya.
"Ka Gia aku ke toilet dulu ya" ucap Via.
"Ok jangan lama-lama"
"Aku ikut ka" tambah Grace.
"Ok..let's go"
Via dan Grace menuju toilet untuk urusan perempuan sedangkan Gia dan yang lainnya menunggi dengan santai di cafe yang juga tak jauh dari toilet yang Via tuju.
Di Toilet....
"Ka Via tunggu sebentar ya aku mau pipis dulu"
__ADS_1
"Ok"
Grace masuk kedalam salah satu bilik yang tersedia sementara Via dia memperbaiki riasannya juga mencuci tangannya..perasaannya sejak tadi tidak baik entahlah ada apa sebenarnya tapi dia berharap semoga tidak ada hal buruk yang terjadi nantinya.
Di saat Via masih asik dengan lamunannya terlihatlah seorang wanita masuk dengan memakai hoodie hitam juga masker yang menutupi hidung dan mulutnya saja.
Wanita itu berpura-pura mencuci tangannya sambil sesekali mengamati Via yang masih termenung menatap air yang keluar dari keran.
Wanita itu mengeluarkan sesuatu dari balik saku hoodie nya..mengkilap dan tajam benda itu sangat berbahaya jika salah menggunakannya.
Entah sejak kapan benda itu sudah dalam genggaman tangan wanita itu dengan erat dan siap untuk melukai sasarannya.
Benar ketika Via berbalik ke belakang benda tajam dan mengkilap iti sudah menusuk dadanya tapi tidak sampai mengenai bagian vitalnya.
"Arkhhhh" Via mengerang kesakitan ketika benda tajam dan mengkilap itu sudah berada di dadanya.
"Mati kau sialannn" ucap wanita iti sambil tersenyum di balik maskernya.
Via ambruk dan terduduk di lantai toilet itu dengan memegang dadanya yang sudah mengeluarkan darah segar.
Wanita itu mendekati Via dan semakin menekan pisau itu agar menancap mengenai jantung Via tapi Via dengan sisa tenaganya menahan pisau itu agar tak semakin dalam menancap.
__ADS_1
"Uhukk..uhukk" Via terbatuk darah dia tak perduli dengan itu dia hanya berusaha menahan pisau itu meski tangannya begiti perih dan sakit.
Grace keluar dari bilik toilet dan menganga melihat seorang wanita tak di kenal tengah berada di depan Via dengan darah yang sudah tercecer di lantai.
"Sialannn..lepaskan brengsek" Gracebm berteriak sambil mencengkram leher bagian belakang wanita itu dan menariknya ke belakang hingga wanita itu terjungkal mengikuti tarikan Grace.
Mata Grace memerah melihat Via yang kondisinya tak baik-baik saja.
"Kurang ajar..siapa kau..beraninya menyakiti saudraku hahh"
Bughhh.....
Plakkk......
Dughh.....
Grace menampar,meninju,menendang wanita iti hingga merintih..Grace yang sudah kalap melihat keadaan saudaranya itu tak perduli kesakitan wanita sialan yang sudha menyakiti saudaranya.
"Akan ku bunuh kau sialannnn" ucap Grace kalap sambil mengambil tong sampah yang terbuat dari aluminium namun berat..Grace hendak melemparkan dan memukulkan benda itu pada wanita sialan iti namun terlambat dia sudah lebih dulu di dorong hingga jatuh.
Kesempatan ini di gunakan oleh wanita itu untuk kabur dari amukan Grace..dia puas bisa melukai Via dia harap Via mati hingga tak ada penghalang lagi baginya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
__ADS_1