Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 57_Mati Suri


__ADS_3

Via yang sudah terbujur kaku kini di bawa ke rumah keluarga Erick..mereka ingin melihat Via untuk yang terakhir kalinya sebelum di kebumikan.


Bryan jangan di tanya lagi..dia bak orang kehilangan arah dan hidupnya..di tinggalkan oleh orang yang dia cintai ketika akan mendekati hari bahagianya membuat Bryan sangat terpukul hingga merasa jiwanya ikut hilang.


"Bryan kamu harus kuat..jangan begini nak" ucap Laura yang ikut prihatin dengan kondisi Bryan.


Bryan tak menjawab..dia masih memandangi wajah cantik Via..sungguh ingin rasanya dia menjerit dan memaki tapi pada siapa..dia tak tau kenapa takdir begitu kejam padanya.


Laura tak dapat berbuat apapun lagi..Bryan benar-benar sudah kehilangan semangat hidupnya..dia tau cinta mereka sangat kuat jika satu terluka maka satunya akan ikut merasakan sakitnya.


"Tuhan kenapa kau kejam sekali pada mereka..kembalikan kebahagiaan kami tuhan kembalikanlah" batin Laura dalam pelukan suaminya Rey.


"Sudah baby jangan menangis..aku tak bisa melihatmu sedih" ucap Rey menenangkan istrinya.


"Laura hanya sedih by..kenapa takdir begitu kejam pada mereka..apa hubby seperti ini dulu sewaktu Laura hampir tiada?"


Rey teringat kembali ketika Laura hampir tiada waktu dulu..dia pun melihat bayangan dirinya pada Bryan saat ini..persis seperti dia waktu itu.

__ADS_1


"Ya..kau benar baby..aku hampir gila melihatmu tak bernafas waktu itu..rasanya ingin aku akhiri hidupku dan ikut bersamamu"


"Maaf..Laura mencintaimu by hiks"


"Hey don't cry baby..itu sudah lewat sekarang kita hanya bisa mendoakan Bryan semoga dia bisa menerima keadaan ini"


"Iya by amin"


Ketika keluarga sibuk mengurus prosesi pemakaman Via..Bryan tak pernah sedikitpun meninggalkan Via yang sudha berada di dalam peti namun belum di tutup.


Bryan memandangi wajah cantik Via..setetes air mata kembali jatuh..lihatlah pria yang sudah berubah tegar itu kini kembali luruh menjadi pria lemah yang tak bisa berbuat apapun.


Bryanmerasa haus dia melangkah menuju dapur dan mengambil air minum..sejak di rumah sakit dia bahkan belum menelan sebutir nasipun.


Dia meminum air putih dengan air mata yang terjun nenas di kedua matanya..hanya sekali teguk rasanya begiti pabit hingga Bryan tak sanggup menelan air itu lagi.


Bryan kembali ke depan dimana peti Via berada namun langkahnya terhenti ketika melibat pemandangan di depannya..dia bahkan berulang kali mengucek matanya takut dia salah lihat.

__ADS_1


Apakah dia tengah bermimpi..Bryan mencubit tangannya sendiri..sakit..ini sakit kenapa bisa sakit..astaga berarti ini bukan mimpi tapi apakah otaknya tidak berhalusinasi karena sangat terpukul dengan kepergian belahan jiwanya..dia takut ini hanya halusinasinya saja dia tak ingin kecewa dan semakin sakit.


"Aku sudah mengikhlaskanmu sayang..tenanglah di sana dan tunggu aku di sana..aku akan ikut bersamamu..pergilah"


Bryan berkata seperti itu meski hatinya benar-benar hancur..dia menutup matanya lagi untuk benerapa detik setelah itu dia buka lagi siapa tau sosok di depannya sudah hilang tapi dia salah sosok itu masih ada di depannya.


"Via..it's you" ucap Bryan lirih seakan memastikan.


"Ya it's me my Bry"


"Astaga Bryan sadar..kau pasti sudah gila..Via sudah tenang di sana jangan kau persulit lagi sialan"


Bryan mendekat ke arah Via yang kini sudah berdiri dan melangkah ke arahnya..ya ..Bryan melihat Via terduduk di dalam peti jenazah itu maka dari itu dia kira dia tengah berhalusinasi.


"My Bry" ucap Via.


"Via..ini benar-benar kau..aku tak sedang berhalusinasi kan?"

__ADS_1


"Iya ini aku Bry..im back"


Bryan menjerit histeris dan memeluk Via..dia kecupi wajah Via hingga tak ada celah yang terlewatkan..dia bahagia karena Via hanya mati suri..terimakasih tuhan kau telah mengembalikan Via pada Bryan.


__ADS_2