
Via terbangun ketika merasakan pipinya di toel-toel..dia terusik kemudian membuat mata nya dan terlihatlah suami nya yang tengah memandanginya dengan penuh cinta.
"Kau bangun?"
"Hm"
"Maaf baby..aku salah tadi"
"Sudahlah aku hanya lelah dan jengah dengan sikap mu by"
"Iya aku minta maaf..aku hanya khawatir takut kau kenapa-kenapa..aku benar-benar trauma baby"
"Hm.. lupakanlah.. anak-anak mana?"
"Itu sedang tidur"
Bryan menunjuk sebuah box bayi yang berisi dua bocah menggemaskan tengah terlelap begitu nyaman.
"Astaga aku lupa tidak memberikan ASI.. bagaimana ini"
"Hey tidak usah khawatir..mereka sudah menyusu tadi"
"Menyusu?"
"Iya baby..kau kan memeras ASI mu jadi mommy dan Daddy hanya tinggal memanaskan saja"
"Astaga aku lupa"
"Sudah mending kau mandi lalu makan..mau ku antar?"
"Boleh"
Bryan mengangkat Via ke kamar mandi dia membantu Via karena Via belum bisa sendirian tentu Bryan juga tak mau Via kenapa-kenapa.
Selesai dengan mandinya Via di bantu Bryan menuju ruang makan sementara anak-anak tengah tidur..dia melayani Via bak seorang ratu.
"Sudah by kau makanlah juga"
"Iya baby"
Mereka makan dengan suasana hangat setelah berbaikan..memanglah jika dalam sebuah rumah tangga ada kesalahan baik itu kecil maupun besar harus segera di selesaikan agar tidak berlarut-larut.
Bryan berjanji tidak akan membentak Via lagi nantinya karena setelahnya Bryan merasa sangat bersalah..jika mengingat kembali betapa susahnya Via melahirkan kedua anaknya Bryan sangat menyesal telah membentak Via.
"Baby maafkan aku"
"Sudah by..aku sudah memaafkan mu..aku hanya tak suka kau terlau over padaku..aku juga tau batasan ku by maka dari itu perhatian boleh tapi jangan berlebihan apa kau paham?"
"Iya baby aku paham..maaf"
"Sudahlah by..tidak usah di pikirkan..kita ke kamar"
"Baiklah"
Bryan mengangkat Via kembali ke kamar..sampailah mereka di kamar.. Via melihat sebentar anak-anak nya yang tengah terlelap begitu lelapnya.
"Menggemaskan sekali sih kalian..mommy sayang kalian"
"Daddy juga"
Via menyandar pada dada bidang Bryan..dia mencari ketenangan dalam dekapan Bryan..entahlah dia suka sekali dengan dekapan Bryan.
*
*
Hari terus berganti..tak terasa seminggu telah berlalu.. Via dan anak-anak juga sudah membaik bahkan cenderung siap untuk melakukan kegiatan rutinnya selain olahraga khusus ya.
Di saat Bryan dan Via tengah duduk di ruang tamu bersama Erick dan Nila tiba-tiba Sean datang dengan membawa seorang wanita cantik yang usianya tidak jauh dari Via.
"Hay guys..I'm home" ucap Sean.
"Kau kemana saja anak nakal?" tanya Nila sembari menjewer telinga Sean.
__ADS_1
"Awwww mom sakit awww..astaga"
"Rasakan..kemana saja kau hah..kenapa baru pulang?"
"Hehehe sorry mom..Sean ada urusan di luar..eh keponakan uncle astaga kalian menggemaskan sekali"
"Bocah stress..cuci tanganmu dulu sana baru pegang anak-anakku" ucap Via ketus.
"Astaga kakakku yang cantik menyebalkan sekali"
Mau tidak mau Sean dan Percy mencuci tangan agar tidak ada kuman yang menempel dan membahayakan kesehatan twins.
"Hey uncle bawa oleh-oleh buat kalian bocah-bocah imut"
"Astaga lucu-lucu sekali Sean..apa kau yang memilihnya?" tanya Nila Curiga.
"Tentu saja bukan mom"
"Bocah stress..sudah kuduga" tambah Via.
"Ini yang memilihnya dia..namanya Percy teman Sean"
Sean memperkenalkan Percy pada keluarganya..tentu Nila begitu antusias bau-bau nya akan ada calon mantu part 2 nih.
"Percy nyonya"
"Hey jangan panggil nyonya.. panggil mommy saja"
"Sudah tidak usah komplain Percy anggap kami keluargamu juga hm?"
"Baiklah mo..m.. terimakasih"
"Sama-sama sayang"
Mereka mengobrol dengan hangat..Percy di terima di keluarga Sean..entah apa tujuan Sena membawa Percy ke rumah hanya Sean yang tau niatnya.
*
*
"Percy kau sedang apa?" tanya Via menghampiri Percy yang tengah duduk di kursi taman.
Percy tampak menghapus air matanya..dia tak tau akan menangis dan malah ketahuan oleh Via.
"Ah tidak ada..twins tidur?"
"Iya mereka lelah setelah kenyang langsung tidur"
"Bayi memang begitu banyak tidurnya"
"Kau benar..em Percy apa aku boleh tanya sesuatu?"
"Apa itu?"
"Em..maaf jika menyinggung..apa kau berpacaran dengan si kampret itu?"
"Si kampret.. siapa?"
"Ah lupa..Sean maksud nya"
"Hahaha tidak ka..aku hanya teman"
"Benarkah?"
__ADS_1
"Iya ka"
Via mengangguk namun dalam hatinya tak sependapat..dia suka dengan Percy karena kepribadian nya sedikit mirip dengan nya. astaga rasanya seperti bertemu soulmate saja.
Obrolan mereka masih berlanjut hingga suara Bryan memanggilnya dan mereka masuk kedalam rumah di ikuti Percy di belakangnya.
Percy dan Sean berpamitan karena hari semakin malam..ya mereka sempat makan malam dengan keluarga Via..awalnya Nila merengek meminta Percy menginap tapi Percy tak enak hati akhirnya menjanjikan lain kali saja.
"Percy apa kau senang?"
"Hah?"
"Maksud ku..apa kau senang dengan keluargaku.. bagaimana pendapatmu tentang mereka?"
"Ouh..mereka sangat ramah dan hangat kecuali kau"
"Astaga..baiklah aku akui aku memang jarang kumpul dengan keluargaku karena aku sibuk di kantor menggantikan kakakku Via"
"Kenapa di gantikan?"
"Dia menikah dan ingin fokus dengan keluarga nya maka dari itu aku yang menggantikan nya"
"Kau adik yang baik ternyata"
"Kau baru tau..hahaha aku memang baik orangnya"
"Cih terserah"
Suasana kembali hening hingga Sean menghentikan mobilnya mendadak karena mendapati sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti di depan dan menghalangi jalan.
"Ouhchhh..sialan..kau gila hah?"
"Sorry..ada yang menghadang kita"
"Hah.. siapa..dimana?"
"Kau lihat depan"
Percy melihat ke arah depan dan ternyata benar ada sebuah mobil yang berhenti di depan jalan..sialan siapa mereka.
"Kau tunggu di sini"
"Kau mau kemana?"
"Keluar menghabisi mereka"
"Sudah biarkan saja..tabrak saja jangan merasa kasihan pada mereka"
"Woahhh kau kriminal juga ya"
"Diamlah sebelum aku sumpal mulutmu"
"Ok aku diam"
Sean melajukan mobilnya dan melewati orang-orang itu dengan lincahnya.
Berhasil lolos mereka melesak meninggalkan orang-orang itu dengan segala kebingungan di otak mereka.
"Woahhh kau hebat juga dalam membuat rencana" puji Sean pada Percy.
"Berlebihan..aku tak suka mulut manismu"
"Astaga kau benar-benar tidak bisa di puji ternyata"
"Diamlah..aku lelah mau tidur"
"Ok tidurlah"
Percy benar-benar tertidur karena sudah sangat mengantuk..Sean diam tak banyak omong lagi takut mengganggu Percy.
Sesekali Sean melihat ke arah Percy yang tengah terlelap..cantik juga kalau dilihat-lihat.
"Astaga otakku" ucap Sean merutuki otaknya yang nyeleneh.
Sean diam dan fokus menyetir takut otaknya oleng lagi malah semakin bahaya.
__ADS_1