
"Bry kita ke rumah mom dan dad dulu ya"
"Boleh kebetulan aku sudah rindu dengan aunty"
"Ok..kita beli bubur dulu"
"Hah..bubur..untuk apa?"
"Untuk di makan..mom sakit"
Bryan tentu saja terkejut..ibu dari pujaannya sakit astaga kenapa dia tidka update dengan kabar keluarga Via..sialan..kau calon mantu durhaka Bryan.
"Ok beli yang banyak..buah jangan lupa"
"Woooah kau excited sekali Bry?"
"Hey yang sakit itu calon ibu mertuaku tentu saja aku harus bersemangat untuk membuat camer sembuh"
"Astaga... suka-suka kau lah"
Perjalanan menuju kediaman Erick begitu singkat..tak terasa mereka sudah sampai di kediaman Erick..Bryan menghela nafas berkali-kali dia gugup tidak seperti pertama kalinya dulu..dulu dan sekarang beda..dulu dia tak punya malu tapi sekarang dia punya malu dia laki-laki normal seutuhnya sekarang dan bukan lagi anak mommy yang cengeng.
"Kau gugup Bry?" tanya Via mengulum senyum mengejek.
"Jangan mengejekku babe..aku benar-benar gugup"
"Astaga mana Bryan yang dulu..dia bahkan tidak punya rasa malu setiap hati datang dan menumpang makan di rumahku"
__ADS_1
"Babe..kau itu bukannya menenangkan malah membuatku semakin malu dan gugup.. bagaimana kalau aku di usir nanti?"
"Sudah kita masuk saja ayo"
Via menarik tangan Bryan masuk ke rumah..dia juga gugup karena dia tak tau apakah Daddy nya mau menerima Bryan lagi setelah hampir setahun membuatnya menjadi pribadi yang lain.
"Via pulang"
Via bertemu salah seorang pelayan yang kebetulan baru keluar drai kamar orangtua nya.
"Bi..apa mommy dan Daddy di dalam?"
"Nona..iya tuan dan nyonya besar di dalam"
"Baiklah terimakasih bi"
Pelayan itu pamit kebelakang lagi untuk melanjutkan pekerjaannya sementara Via dia menghela nafas panjang..siap tidak siap dia harus siap bertemu dengan Daddy nya nanti..masalah Daddy mau menerima Bryan lagi atau tidak itu urusan nanti.
"Ayo Bry kita lihat mommy..kau siap?"
"Ya..ayo"
Via tersenyum dan mengecup sekilas bibir Bryan..dia juga gugup saat ini tapi dia tak mau menunjukkan nya pada Bryan nanti malah membuat Bryan semakin tak karuan.
Mereka masuk kedalam kamar orang tua Via..terlihat Erick sedang duduk di samping Nila dan membantunya memijat kaki Nila.. Via melihat sang Mommy lemah di atas ranjang hatinya seperti tersayat pisau..sakit tapi tak berdarah.
"Mom..dad.. Via pulang"
__ADS_1
Erick dan Nila menoleh ke sumber suara dan terkejut melihat kedatangan Via lebih terkejut lagi ketika melihat seorang pria di belakang putri mereka..seperti tidak asing siapa pria itu.
"Sayang..Anak mommy"
"Mommy..maafin Via hiks.. Via durhaka mom"
Anak dan ibu itu berpelukan melepas rindu.. sedangkan Erick baru tersadar bahwa pria yang bersama putrinya adalah si brengsek Bryan yang sudah membuat putri nya berubah.
"Kau" ucap Erick membuat Via dan Nila juga Bryan terkejut.
"Dad..jangan begitu" ucap Via menenangkan Daddy nya.
"Dia..dia pria brengsek itu kan.. Via"
"Dad..Bryan tidak brengsek..Daddy salah paham biar Via jelaskan"
"Kau..ikut aku keluar..kalian diam dan jangan ikut campur" Erick mengajak Bryan keluar dan meminta Via dan Nila tidak ikut campur.
"Dad__"
"Sudah sayang biarkan Daddy dan Bryan bicara.. percayalah Daddy tidak akan macam-macam"
"Tapi mom..Daddy seperti marah..Bryan punya alasan kenapa ninggalin Via waktu itu"
"Mommy percaya sayang..biarkan dulu saja"
Via benar-benar khawatir..takut..takut Daddy nya berbuat yang tidak-tidak pada Bryan..astaga seharusnya dia memberi tahu keluarga nya dulu kemarin..sial..ini sudah terlambat bagaimana ini.
__ADS_1