
Semua orang yang ada di luar terkwjut dengan jeritan Bryan..mereka berlarian masuk kedalam takut terjadi sesuatu pada Bryan atau Bryan akan nekat berbuat di luar otak warasnya.
Sesaat ketika semua orang sudah sampai tiba-tiba suasana menjadi riyuh karena baik Nila,maupun yqng lain terkejut karena melihat Bryan tengah berpelukan dengan seseorang yang mereka kira telah tiada.
"Vi..Vi..a" ucap Nila masih syok.
"Astaga..apa aku tengah berhalusinasi" ucap Erick juga belum percaya.
Nila..dia sudah tak sadarkan diri..yang lainnya bahkan ada yang kabur ketakutan mengira Via adalah hantu.
Bryan benar-benar tak melepaskan rengkuhannya oada tubuh lemah nya Via..dia mengangkat Via yang masih lemah karena baru saja mengalami mati suri.
Sungguh perasaan semua orang tidak bisa di deskripsikan oleh apapun saat ini..yang ada dalam otak mereka adalah mereka bersyukur Via telah kembali untuk cerita lengkapnya nanti saja ketika suasana sudah lebih membaik.
Di kamar Via.....
"Sebentar lagi dokter ke sini sabar ya..apa ada yang sakit hm?" tanya Bryan dengan penuh perhatian.
__ADS_1
"Tidak..aku baik-baik saja" jawab Via lirih masih lemas.
"Baiklah..kau mau makan dulu biar aku buatkan bubur dulu ya"
Via mengangguk dia tak ada tenaga ntahlah rasanya seperti baru saja mengalami perjalanan yang teramat panjang..Via termenung memejamkan matanya.
Beberapa saat kemudian.....
"Sayang Via mak__"
Ucapan Bryan terhenti ketika melihat Via memejamkan matanya..bayang-bayang kejadian Via meninggalkannya langsung menyeruak di kepalanya..tidak..tidak..tidak mungkin kan.
Bryan terus meracau tak jelas hingga Via membuka matanya dan melihat Bryan tengah menangis sesenggukkan..entah ada apa dengan prianya itu.
"Bryan"panggil Via lirih.
Bryan terkesiap mendengar suara wanita pujaannya..ini benar suara Via kan..iya ini suaranya.
__ADS_1
"Sayang..kau..kau tak meninggalkan ku lagi kan..hiks..iya kan"
"Tidak sayang..aku di sini"
Bryan sadar ketakutannya akan di tinggal Via membuatnya tanpa sadar mengalami trauma mendalam..ya Bryan trauma di tinggalkan Via..jika tak melihat Via atau melihat Via tengah memejamkan matanya maka bayangan dimana Via benar-benar menutup mata untuk selamanya kembali terngiang tanpa dia sadari.
Via menenangkan Bryan dengan mengusap kepala Bryan yang saat ini tengah memeluknya..dia tau pasti Bryan sangat sedih terlihat dari matanya yang sembab.
"Sorry" ucap Via lirih.
Bryan menengadahkan kepalanya dan melihat Via..dia menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak sayang..ini bukan salahmu..jangan katakan itu lagi hm..aku mencintaimu..aku bahagia kau telah kembali padaku lagi..aku bersyukur tuhan memberikan kesempatan sekali lagi agar aku bisa benar-benar membahagiakanmu..terimakasih telah kembali"
Via tersenyum..Bryan mendekatkan wajahnya pada Via..dia mengecup kening dna bibir Via..tak ada gairrah pada kecupan itu..Bryan sadar mereka belum resmi juga keadaan Via yang masih sangat lemah.
Dokter datang dengan Nila dan Erick..mereka masuk kedalam kamar Via..mereka melihat Bryan yang sangat perhatian dan telaten merawat Via..gaunnya sudah Bryan ganti dengan pakaian yang lebih santai agar Via nyaman.
__ADS_1
"Via..bagaimana keadaanmu sayang" tanya Nila yang langsung duduk di samping putrinya.
Nila sangat bahagia..dia bersyukur karena tuhan masih sayang pada keluarganya dengan mengembalikan Via pada mereka..sungguh keajaiban tuhan tak ada yang tau.