Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 167_Bagai Mayat Hidup


__ADS_3

Sean telah sampai di salah satu rumah yang bisa di bilang sederhana hanya 2 lantai tak terlalu besar dan tak terlalu luas..ada sedikit lahan untuk menanam pohon atau bunga untuk kegiatan Percy jika keadaannya sudah semakin membaik.


"Sayang mandilah dulu..kau pasti lelah?" Sean.


Percy hanya diam tak menjawab sambil memeluk erat boneka yang ada di tangannya..dia menatap sekelilingnya dengan pandangan kosong.


Sean bagai tersayat pisau kala melihat sang istri yang sudah seperti mayat hidup..andai dia tak melakukan pertemuan sialan itu,andai dia bisa lebih cepat dalam bertindak,andai dia lebih cekatan dan peka,andai....arghh menyesal pun tiada guna sekarang karena semua sudah terjadi.


"Sayang ayo mandilah dulu nanti kita melihat-lihat sekeliling rumah ya..kau pasti suka dengan pemandangan di sini..ayo sekarang aku bantu kau mandi dulu" ujar Sean sambil menuntun Percy ke kamar dan memandikan nya.


Percy tak bergeming..dia hanya fokus pada bonekanya saja..dia tak perduli dengan Sean bahkan pikirannya kosong hanya tertuju pada boneka yang dia kira anaknya.


Sean menghapus air matanya yang tiba-tiba turun..sungguh lebih baik dia berdebat dengan istrinya daripada harus melihat nya bagaikan mayat hidup seperti ini..sakit..ya..sakit sekali hati dan perasaan Sean.


Sean dan Percy baru selesai dengan urusan kamar mandinya..lebih tepatnya Sean memandikan Percy..Percy tak mau lepas dari boneka yang dia kira anaknya..kadang dia akan menenangkan boneka itu seolah-olah boneka itu menangis dan kadang juga akan tertawa sambil ci Luk ba seolah-olah boneka itu tengah mengajak nya bermain.


Sean benar-benar tersayat melihat pemandangan itu..dia benar-benar tidak kuat menahan lonjakan gemuruh dalam dadanya..sesak dan menghimpit nya sungguh sulit untuk sekedar menghirup udara bebas.


"Sayang kau mau jalan-jalan tidak..ayo kita jalan-jalan sebentar agar kau tak bosan hanya di rumah" ajak Sean tak di tanggapi apapun.


Sean menuntun Percy ke luar rumah lebih tepatnya halaman rumah..di sana ada sedikit bunga hanya 3 jenis bunga juga tak terlalu luas..dia akan membuat mini taman untuk Percy agar dia memiliki kegiatan selama di pulau Bled.


Sean ingin Percy sedikit demi sedikit bisa teralihkan dari boneka yang di kira anak mereka..semoga dengan adanya taman dan berbagai pohon di sana nantinya akan mengembalikan pemikiran Percy dari yang kosong setidaknya 1 persen pun tidak apa.


"Sayang" panggil Sean.

__ADS_1


"........." Percy tak menjawab dia fokus pada bonekanya.


"Sayang..lihat aku" coba Sean sekali lagi namun nihil tak ada hasilnya.


"Huhhh" Sean menyerah untuk percobaan pertamanya.


Di pandangnya Percy yang tengah fokus dengan bonekanya..sungguh jangan lagi dia membuat Isti nya itu sakit..Percy sudah seperti depresi berat berbeda dengan Laura yang hanya depresi ringan juga proses pemulihan nya terbilang cepat daripada Percy.


Kemungkinan besar untuk pulih akan memakan waktu yang cukup lama..kemarin saja trauma hampir 1 tahun baru sembuh dan sekarang depresi benar-benar bisa sampai tahunan baru pulih sepenuhnya.


Sean menggandeng Percy untuk sekedar berjalan-jalan di sekitar..dia menuntun Percy ke dekat danau yang tak jauh dari rumah mereka.. Percy hanya berjalan mengikuti Sean layaknya boneka yang di tuntun sang pemilik.


*


*


"Maaf tuan..mereka tidak meninggalkan jejak sedikit pun..penerbangan juga tidak ada nama mereka di sana.. informasi mengenai mereka seperti ada yang menjaganya tuan kami kesulitan untuk memecahkan nya" orang suruhannya


"Sialan...cari apapun yang bisa kalian dapatkan..aku tidak mau tau karena aku sudah membayar kalian mahal jadi aku mau apapun mengenai mereka kau bisa mendapatkan nya..keluar" ucap pria itu mengusir orang suruhannya.


"Baik tuan permisi" orang suruhannya.


Setelah kepergian orang suruhan yang dia bayar pria itu duduk sambil memijat kepalanya yang terasa berat karena memikirkan mereka yang belum juga ada informasi apapun.


"Kemana si bajingan itu membawa nya..sial..kenapa aku bisa kecolongan begini sih..sialannnn..akan aku temukan dimana pun kalian berada..bajingan sialan akan ku ambil dia darimu jika aku bisa menemukan kalian" ucap pria itu yang tak lain adalah Aston Martin yang tengah mencari keberadaan Percy juga Sean yang hilang entah kemana.

__ADS_1


Aston sudah berusaha mencari selama hampir 5 bulan ini tapi nihil jejak mereka bersih tak ada sisa sedikitpun..entah dari kalangan mana si bajingan itu berasal hingga informasi mengenai dia pun sangatlah tertutup bahkan tidak ada di google sekalipun.


Memang tak banyak orang yang tau mengenai siapa Sean karena Sena lebih aktif di balik layar dari pada di depan layar..dia menjalankan bisnis keluarga yang turun temurun dengan hanya di belakangnya saja tanpa mau memunculkan dirinya sama sekali.


Jika ada wawancara pasti yang bertindak adalah Griffin atau saudaranya yang lain sama dengan Grace dan Gerald juga rico yang tak sudi tampil di depan layar karena dia tak suka di kenal banyak orang yang hanya akan memanfaatkan nya saja.


Sedangkan Genie,Nelsy dan Gua juga Via mereka tak masalah dengan itu namun juga tak terlalu banyak di depan layar.


Para orangtua tak ada yang keberatan..toh mereka semua saudara..Rey sudah mewanti-wanti siapapun yang ingin memegang perusahaan silahkan asal bisa menjalankan amanat dengan baik karena mereka para orangtua sudah tidak memiliki tenaga layaknya di masa muda dulu.


*


*


"Griffin apa kau belum ada kabar terbaru mengenai keadaan Percy?" tanya Miley yang sedang duduk di sebelah Griffin di ruang tamu apartemen Griffin.


"Belum" jawab Griffin singkat ambil menatap layar laptopnya.


"Ck..ini itu weekend bisa tidak sekali ini saja kau habiskan waktumu di duniamu bukan dunia pekerjaan?" kesal Miley karena weekend pun Griffin masih bekerja sungguh pria satu ini memang workaholic sejati.


"Ini sudah jadi kewajiban ku Miley" jelas Griffin singkat sambil masih menatap laptopnya.


Ck..sudahlah terserah kau saja tuan workaholic" decak Miley meninggalkan Griffin ke dapur untuk membuat sesuatu.


Miley telah berada di dapur..dia akan membuatkan makanan untuk Griffin dia juga kasihan dengan pria itu yang benar-benar bertanggung jawab dengan tugasnya menggantikan Sean.

__ADS_1


Meski ada para saudaranya tapi Sean tak mau membuat mereka repot..mereka juga punya pekerjaan dan kesiapan ikan sendiri apalagi Gio dan Gian huh mereka sudah berkeluarga dan memiliki banyak anak jadi lebih baik dia melimpah makan pekerjaan nya pada Griffin yang masih single dan penggila kerja.


__ADS_2