Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 141_Di Culik


__ADS_3

Sean semakin tak bisa menjaga kesadarannya..dia baru sadar bahwa kedua petugas di ruangan Percy itu bukan petugas asli rumah sakit.


Sean tak sadarkan diri karena tak kuasa menahan bius yang dia hirup..dokter palsu itu membawa Percy juga Sean keluar sementara OB palsu itu mengarahkan mereka menuju tangga darurat agar tak berpapasan dengan penjaga ruangan Percy.


"Kalian hebat..hahah akhir nya kita mendapatkan mereka juga" OB palsu.


"Haha siapa dulu yang membuat rencana" dokter palsu.


"Lalu bagaimana dengan pria tadi..apa perlu kita menunggu nya?" perawat palsu.


"Tidak perlu..sebaiknya kita nikmati dia saja..lumayan sebelum kita bunuh kan bisa kita bersenang-senang" dokter palsu.


"Kau pintar..hahaha biarkan saja pria itu di hajar penjaga Sean..sebaiknya kita harus cepat agar tak ketahuan oleh penjajah Sean" perawat palsu.


Mereka bertiga menuju tempat parkir dimana mobil merek di parkiran..Sean dan Percy di letakkan di kursi roda karena tak mau mengundang perhatian banyak orang.


Mereka meninggalkan rumah sakit tepat ketika penjaga itu telah kembali ke ruangan Percy dan terkejut melihat pintu ruangan itu sudah terbuka..dia melongok sedikit kedalam..kosong hanya ada Miley yang tertidur atau pingsan lebih tepatnya tidur sangat pulas karena di tambah obat bius tadi.


"Sialan..apa aku kecolongan..haishhh sebaiknya aku hubungi tuan dulu siapa tau nona sedang di ajak jalan-jalan" penjaga


Penjaga itu menghubungi Sean tapi naas ponsel Sean tertinggal di atas meja dekat ranjang..sialan apa benar dia sudah kecolongan.


Penjaga itu membangunkan Miley yang tengah asik dengan alam bawah sadarnya..penjaga itu mengernyit heran karena Miley tak bangun juga..ada apa ini sebenarnya.


"Sialan.. sepertinya mereka telah di bius..haishhh aku harus melaporkan ini kepada tuan Gio dan tuan Arick" penjaga.


Penjaga itu melaporkan semua yang dia ketahui kepada Gio dan Arick..kenapa kepada dua orang itu karena satu,Gio memiliki koneksi lebih baik dan canggih dari Gian juga Bryan kedua, Arick adalah salah satu mafia terkenal yang memiliki kekuasaan di dunia bawah dan itu bisa sangat membantunya dalam menemukan keberadaan tuannya Sean.


Selesai dengan laporannya kini penjaga itu membawa Miley ke apartemen dimana Percy dan Miley tinggal..dia sudah di beritahu kata sandinya karena takut jika suatu saat terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.


*


*


Di sebuah rumah tua di dekat bangunan lama yang sudah terbengkalai tampak dua orang manusia tengah di ikat di sebuah kursi dengan tangan di ikat dan mulut di lakban tengah tenang tak sadarkan diri.

__ADS_1


Perlahan tubuh si pria mulai menunjukkan tanda-tanda akan sadar..dan benar saja pria itu sudah membuka matanya dan menatap aneh ke sekeliling ruangan di mana dia berada..tatapannya jatuh pada seorang perempuan yang amat sangat dia kenal yaitu Percy yang juga dalam kondisi yang sama dengannya.


"Emhhhhh.. emhhhhh" Sean


Sean berusaha membangunkan Percy namun susah sekali karena mulutnya terlakban dengan kuat dan tangannya juga terikat ke belakang..sial.. siapa yang berani melakukan hal bodoh ini.


"Sial siapa yang berani-beraninya melakukan ini pada kami.. brengsek" batin Sean berusaha melepaskan diri.


Tak begitu lama juga Percy tersadar dengan baju pasien yang sudah terlihat bercak merah di bagian perutnya.. sepertinya jahitannya lepas lagi.


"Aku dimana..sshhh sakit sekali perutku" batin Percy melihat-lihat sekitar ruangan dimana dia berada.


Percy melihat sekeliling dan tatapannya berakhir pada Sean yang juga tengah menatapnya..astaga apa mereka sedang di culik..ini gila.. benar-benar gila.. bagaimana bisa perasaan tadi dia sedang di rumah sakit dan diperiksa dokter kemudian dia mulai mengantuk dan terlelap tau-tau sudah berada di rumah tua dengan keadaan di ikat..astaga benar-benar tidak bisa di percaya.


Tak berapa lama kemudian datanglah 3 orang pria yang sangat mereka kenal tengah menatap tak suka pada mereka.. sedangkan Sean rahangnya mengeras dan tatapan setajam silet ingin mencabik-cabik mereka saat itu juga.


"Wah kalian sudah bangun..baguslah..mati bermain sebentar" orang ke 1.


"Apa yang akan kita mainkan?" orang ke 2.


Mereka tertawa melihat ekspresi Sean yang ingin mencabik-cabik mereka..sekarang Sean dan Percy ada di dalam kekuasaan nya..mereka akan mendapatkan balasannya karena sudah berani mempermalukan mereka di perusahaan.


"Hey sebaiknya buka lakban nya dulu saja..kita tidak tau dia bicara apa kalau begitu" orang ke 2.


"Benar juga..buka saja" orang ke 1.


Setelah membuka lakban itu mereka langsung mengumpat ketiga manusia edan di hadapannya.. benar-benar gila kelakuan mereka.


"Keparat kalian" Sean


"Brengsekkkkkkk" Percy.


Percy dan Sean benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan ketiga orang itu..bukannya menyadari kesalahannya ini malah menambah masalah..huhh seharusnya dia potong-potong saja waktu itu.


Ketiga orang itu tertawa mendengar umpatan dari mulut kedua manusia yang tak bisa berkutik di depan mereka ini.

__ADS_1


"Hahaha astaga masih sempatnya kalian mengumpat kami..percuma kalian tidak akan bisa lepas dari ikatan itu..haha pasrah saja dari pada kami berlaku kasar pada kalian" orang ke 3


"Apa mau kalian hah?" Sean.


"Mau kami..hahaha apa kau sanggup menyerahkannya?" orang ke 1


"Katakan jangan bertele-tele" Sean.


"Baiklah..kami mau saham Richard Corps" orang ke 1


"Kau gila hah..dimana otak kalian?" Sean.


"Baiklah aku punya dua pilihan untukmu..kau pilih saham atau wanita itu?" orang ke 2.


"Apa maksudmu?"Sean.


"Begini..kau mau menyerahkan saham itu maka kalian akan bebas tapi jika tidak maka perempuan itu akan kami gilir bergantian . bagaimana?" orang ke 3.


"Brengsek kalian.. sebenarnya apa masalah kalian pada kami hah?" Percy.


Plakkkk...


Satu tamparan mendarat di pipi Percy begitu keras hingga membuatnya berarah di sudut bibirnya.


"Sialan kalian" Sean marah.


"Hahaha tuan Sean yang terhormat bisa juga jatuh cinta..hahaha baiklah sekarang pilih saja yang paling kau inginkan" orang ke 1.


"Kalian benar-benar menguji kesabaran ku..lihat saja jika kalian berani menyentuhnya lagi dengan tangan sialan kalian maka akan ku pastikan nyawa kalian lenyap" Sean.


"Ihhh kami takut..hahahaha sudahlah Sean..kau hanya tinggal memilih saja jangan banyak omong..saham atau wanita itu..kalian berdua lakukan yang harusnya kalian lakukan" orang ke 1.


"Dengan senang hati"


Kedua orang itu mendekati Percy..Sena benar-benar marah karena melihat dia oronag sialan itu tengah mencoba menyentuh Percy.. tidak bisa di maafkan.

__ADS_1


"SEANNNNN tolooongggg..lepaskan. arghhhhhh jangannnnnnn"


__ADS_2