
Nila mengusap rambut Percy sesekali dia mentoel-toel pipi twins yang tengah menyusu..dia tidak sabar menunjukkan pada keluarganya bahwa dia sudah bertambah lagi cucunya.
Malam pun semakin larut..Nila dan Percy begitupun dengan twins mereka telah terlelap..sedangkan para suami huhh mereka masih asik terjaga entah apa yang mereka lakukan..biarkan sajalah.
Erick dan Sean saat ini tengah dalam perjalanan menuju rumah tempat Sean dan Percy tinggal selama ini..mereka hendak mengemas barang-barang untuk mereka kirim ke negara X.
Ya.. Sean dan Erick sudah memutuskan untuk kembali ke negara X.. sebelumnya Sean sudah berkonsultasi dengan dokter tentu saja dengan paksaan juga membayar mahal sang dokter agar ikut dalam perjalanan ke negara X..dokter itu hanya mampu mengiyakan dan tak bisa menolak karena berbagai alasan sudah dia berikan namun tidak mempan karena sifat dua orang itu sangat lah keras seperti batu.
Sean di bantu Erick juga anak buah Gio mengepak barang-barang yang akan mereka bawa ke negara X menggunakan helikopter..tentu itu atas permintaan Rey bukan murni permintaan Rey lebih ke permintaan Laura istri Rey.
Rey mana bisa menolak keinginan istri tercintanya..apapun akan dia lakukan untuk senyum manis snag istri..dia sudah berjanji pada orangtuanya juga mertuanya kalau dia akan menjaga senyuman sang istri..meski mereka sudah tiada namun wasiat mereka masih Rey simpan dalam benaknya..dia tak akan melupakan wasiat mereka hingga akhir hayatnya.
Rey mendengar istrinya merengek meminta agar Sean dan anaknya di bawa ke negara X karena dia sedang tidak bisa melakukan perjalanan jauh..kondisi tubuhnya sedang tidak fit mau tidak mau dia merengek pada sang suami agar mau menjemput Sean dan Percy.
Rey mengiyakan saja permintaan sang istri dengan harus merogoh kocek yang lumayan jumlah nya tapi tidak apa, untuk dapat membawa bayi yang baru lahir itu dengan jet pribadinya beserta kelengkapan yang bayi itu butuhkan bahkan membayar mahal sang dokter khusus untuk menemani selama dalam perjalanan menuju negara X.
Rey langsung menelfon Erick dan mengutarakan apa yang istrinya inginkan dan di balas dengan persetujuan oleh Erick dan Sean maka malam itu juga Erick dan Sean mulai berkemas mempersiapkan keberangkatan mereka esok harinya.
"Sudah semua Sean..apa masih ada yang perlu di kemas lagi?" tanya Erick meneliti setiap barang yang akan di bawa ke negara X.
"Sudah dad..biarkan yang lainnya di sini.. aku hanya membawa perlengkapan twins saja karena itu lebih penting..sisanya biarkan di sini saja siapa tau lain waktu kita kembali ke sini lagi" ujar Sean.
"Baiklah..ayo angkat semua ini dan masukkan kedalam helikopter nya" titah Erick pada anak buah Gio.
Dan barang-barang pun mulai di pindah kan satu per satu kedalam helikopter yang sudah terparkir di lapangan dekat danau yang tak jauh dari rumah yang Sean tempati.
__ADS_1
Selesai dengan urusan barang-barang kini Sean dan Erick kembali lagi ke rumah sakit untuk menemani kedua wanita kesayangan mereka beserta anggota baru mereka si Twins..Sean melihat ibu dan istrinya beserta twins sudah terlelap..waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi dan mereka berdua bahkan belum tidur karena sibuk mengurus kepindahan mendadak mereka.
Di saat Sean hendak melangkah keluar tiba-tiba terdengar rintihan tangis kecil dari salah satu anaknya.. Sean mendekati box bayi twins dan meraih Ervian yang terbangun.
"Hey boy kenapa bangun hm..ini masih sangat lagi loh..kau ini..haus ya tapi mommy kan masih tidur kita ke ruangan grandpa dulu ya nanti Daddy panaskan ASI nya dulu oke" ujar Sean mengecupi pipi anaknya.
Sean membawa Ervian ke ruangan dimana Erick berada..dia masuk dan di sambut Erick dengan berbinar-binar melihat sang cucu yang berada di gendongan Sean..astaga cucunya mau begadang menemani mereka.
"Hey kenapa di bawa ke sini..ulu..ulu cucu Grandpa sini boy sama grandpa" ujar Erick menggendong sang cucu.
"Aku titip sebentar dad..mu memanaskan ASI dulu seperti nya dia terbangun karena haus" balas Sean menjelaskan.
"Baiklah cepat lah kasihan dia..iya kan boy" ucap Erick membalas ucapan Sean dan menciumi pipi sang cucu.
"Ok dad"
Selesai dengan urusan menghangatkan ASI kini Sean melangkah keluar dengan perlahan agar tidak mengganggu tiga kesayangannya yang masih terlelap dengan damainya..biarlah dia yang repot kesana kemari asalkan mereka tetap aman dan baik-baik saja.
"Sini dad biar Sean susui dulu..ASI-nya sudah hangat" ujar Sean.
"Cepatlah kasihan cucuku sudah haus dari tadi" Erick memberikan Ervian pada Sean karena memang bocah itu sudah haus.
Ervian meminum asi itu dengan rakus..tidak sabaran..beberapa menit kemudian bocah itu terlelap lagi setelah menghabiskan satu botol ASI nya.
Erick membawa box bayi nya masuk kedalam ruangan mereka..dia tidak mau sampai Nila dan Percy terbangun hanya karena tangis dari twins.
__ADS_1
"Loh dad kenapa di bawa ke sini..nanti mereka kelabakan mencari keberadaan twins loh" ujar Sean.
"Tidak akan..sudah daripada mereka terbangun hanya karena tangis twins..kita handle saja" Erick berucap santai.
"Ok terserah kau saja dad"
Sean membaringkan Ervian kedalam box lagi karena bocah itu sudah terlelap kembali..setelah membaringkan Ervian Sean dan Erick juga ikut terlelap meski sebentar tidak masalah bagi mereka.
*
*
"Sayang ayo pelan saja ya biar twins Daddy dan mommy yang bawa" ujar Sean kala mereka sudah berada di landasan pacu pribadi milik keluarga Wilson.
"Iya sayang.. terimakasih sudah menjaga Twins" Percy tersenyum manis
"Sudah jadi kewajiban ku sayang..sudah tidak udah di pikirkan..ayo naik pelan saja"
Sean, Percy ,Erick dan Nila beserta twins dan dokter juga kelengkapan yang di butuhkan twins sudah dalam jet yang akan membawa mereka menuju negara X tempat dimana seharusnya mereka berkumpul.
Perjalanan menuju negara X memakan waktu berjam-jam..itu sebabnya Erick dan Sean membawa serta dokter khusus untuk mengontrol si twins juga Percy.
Beruntunglah selama dalam perjalanan twins tidak rewel..mereka kebanyakan terlelap setelah di beri ASI dan itu membuat Sean dan yang lainnya tenang.
Sampailah mereka di negara X..mereka di sambut oleh seorang pria yang sangat di segani baik dalam keluarga maupun masyarakat ya siapa lagi kalau bukan Reyhan Jade Wilson.
__ADS_1
Tentu tidak sendirian ada Laura yang menemani nya..Laura meminta Rey menjemput Sean karena dia sudah tidak sabar untuk melihat cucu barunya meski bukan cucu kandung tapi bukan masalah bagi Laura karena mereka adalah keluarga dan sampai kapanpun tetap keluarga.