Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 25_Mimpi


__ADS_3

Via sudah di tangani oleh dokter..Bryan hanya berharap semoga Via tidak kenapa-kenapa..dia belum mengucapkan isi hatinya pada Via..dia juga belum sempat membahagiakan Via..dia belum mengganti waktu yang telah hilang di saat dia pergi.


"Kau baik-baik saja Via..kau pasti bisa bertahan..kau bisa Via..kau bisa"


Kini Bryan hanya bisa menantikan kabar dari sang dokter mengenai keadaan Via..sungguh dia tak suka menunggu seperti ini..dia tak bisa menunggu terlalu lama apalagi menyangkut orang-orang tercintanya lebih baik dia berperang melawan gangster daripada menunggu kepastian dari sang dokter.


Ruang operasi terbuka setelah satu jam Bryan menunggu di depan ruangan itu..dokter keluar dengan raut wajah sendu..Bryan dapat melihatnya dia hanya bisa berdoa dna bergumam agar yang dia pikirkan itu salah.


"Bagaimana dok?" tanya Bryan dengan panik dan cemas.


"Maaf tuan kami sudah berusaha semaksimal mungkin__"


Belum sempat dokter itu menyelesaikan ucapannya Bryan sudah menerobos masuk kedalam ruangan dimana Via berada.


"Via..nggak..kamu nggak mungkin ninggalin aku kan..iya kan..hiks..bangun sayang..bangunlah..aku belum bahagiain kamu..hiks..bangun Via..bangunnnn"


Bryan benar-benar terpukul dengan kejadian ini..dia menyesal tidak mengatakan perasaannya pada Via..dia memang pernah mengatakan mencintai Via tapi di saat Via dalam keadaan yang tengah marah padanya..dia menyesal tidak mengutarakan niatnya untuk meminang Via..dia menyesal.


"Viaaaaaaaa...bangun..huhuhuhu..bangun sayang bangun...kamu nggak boleh ninggalin aku hiks..bangun"

__ADS_1


Tubuh Via di tutup kain putih oleh suster yang masih berada di ruangan itu..Bryan menyibak kain itu dan berkata.


"Jika kalian berani memisahkan kami maka kalian akan menemui ajal saat itu juga.. pergi dari sini"


Bryan tak mau di pisahkan dengan Via..jika Via tiada maka dia akan ikut bersamanya..dia akan menemani Via hingga ke alam keabadian..cintanya akan dia bawa hingga di keabadian..hidup bersama Via di sana bahagia berdua tanpa ada penghalang yang akan memisahkan mereka.


*


*


Seorang pria tengah memejamkan matanya sambil menangis..pria itu meratapai segala yang terjadi dalam hidupnya..dia hanya bisa berusaha yang terbaik untuk saat ini..mata indahnya terbuka dengan keringat bercucuran di dahinya juga tubuhnya..nafasnya tersengal-sengal seakan habis maraton.


"Via"


"Via"


Pria itu melihat ke kanan dan ke kiri.. kamarnya..dia tengah berada di kamarnya di rumah..lalu tadi..apa tadi..apa dia bermimpi..tapi kenapa rasanya sangat nyata..tidak.. tidak..dia tidak bisa jika tanpa Via.


Pria itu adalah Bryan..Bryan bermimpi Via telah pergi meninggalkan nya selamanya..dia benar-benar takut jika mimpi itu benar adanya..dia mengambil ponselnya dan menghubungi Via..lama tak di angkat hingga suara seorang perempuan terdengar di telinga Bryan.

__ADS_1


Bryan menghela nafas lega.. akhirnya dia bisa mendengar suara wanitanya lagi..dia bersyukur itu hanya mimpi.


"Hallo"


"Hallo Via..kau baik-baik saja kan?"


"Ya..why?"


"No..i just worry about you..i Miss you Via"


"Hm"


"Aku akan ke sana..jangan kemana-mana mengerti?"


"Aku ingin keluar"


"No..stay at home..don't go anywhere"


"Up to you"

__ADS_1


Sambungan telepon terputus Bryan bergegas mengambil kunci mobilnya dan melesak menuju apartemen Via..dia sangat lega bisa mendengar suara wanitanya.


__ADS_2