Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 170_Mulai Pulih


__ADS_3

"Ya aku mau" Miley


"Serius?" Griffin


"Iya aku mau menjadi istri mu asalkan kau berjanji untuk membawaku menemui Percy" Miley


"What's..that's impossible Miley" Griffin


"Why?" Miley


"Aku tak memiliki kewenangan untuk selancang itu Miley..aku hanyalah seorang bawahan yang di percaya oleh atasannya" Griffin


"Huhh.. setidak nya kau bisa kan menelfon nya..aku sangat merindukan nya Griffin" Miley


"Baiklah akan aku coba..apa..em..apa setelah kau bisa melepas rindu dengan nya kau mau menerima ku?" Griffin


"Hm..ya" Miley


'"Benarkah?"Griffin


"Iya Griffin jadi cepatlah" Miley


"Ok" Griffin


Griffin menelfon Sean dengan perasaan was-was takut Sean marah atau sebagainya padanya..tidak apa dia di marahi tapi jangan di depan Miley juga bisa hancur reputasinya.


Sambungan terhubung.. Sean menjawab dengan deheman.


"Hm" Sean


"Tuan..maaf saya mengganggu anda" ucap Griffin sopan.


"Ada apa?" tanya Sean pada intinya.


"Begini tuan..saya eh bukan maksud nya Miley ingin melihat keadaan nona Percy..apakah boleh tuan?" tanya Griffin


"Miley..emm baiklah tapi hanya dari foto saja karena dia masih sensitif terhadap benda-benda baru yang dia lihat" Sean menjelaskan.


"Tidak apa-apa tuan.. terimakasih maaf atas waktunya jadi terganggu" Griffin.


"Tidak apa" Sean


"Baik tuan" Griffin


Sambungan telepon terputus.. Griffin lega setidaknya Sean tidak marah dengan sikap yang terbilang kurang ajar itu..tapi demi Miley dia akan nekat saja.

__ADS_1


"Bagaimana?" tanya Miley penasaran.


"Sebentar lagi" ucap Griffin


"Arkhhh terimakasih Griffin..aku mau menjadi istri mu" seru Miley ketika mendengar Sean akan memperlihatkan keadaan Percy.


"Kau mau menjadi istriku?" tanya Griffin sekali lagi memastikan.


"Iya aku mau Griffin" jawab Miley malu-malu.


"ARKHHH terimakasih Miley.. terimakasih" Griffin.


*


*


"Sayang temanmu ingin melihat keadaan mu.. bagaimana kau mau aku foto?" tanya Sean berusaha memancing reaksi Percy.


Percy hanya diam tak menjawab..jika Percy hanya diam berarti dia tidak mau tapi jika mau dia pasti menjawab entah dengan anggukan atau isyarat lain yang Sean mengerti.


Sean tak lagi bertanya..dia tau berarti Percy tak mau..dia akan memotretnya diam-diam agar tak ketahuan Percy..dia juga kasihan dengan Miley karena begitu merindukan temannya.


Saat Percy sedang asik berkebun saat itulah. Sean memotret Percy diam-diam..dia bagaikan seorang stalker yang diam-diam mengamati kegiatan orang yang dia tuju..astaga.


Setelahnya Sean berjalan mendekati Percy dana ikut membantu Percy berkebun.. sebenarnya dia kasihan dengan Percy yang hanya di kurung di rumah tapi demi kebaikannya juga jadi dia harus rela dan bersabar sebentar lagi sampai keadaan membaik.


"Sayang sudah dulu ya..kau pasti lelah lihatlah keringatmu sudah bercucuran hm?" tawar Sean.


Percy mengangguk..dia setuju karena memang dia sudah lelah dan pusing terus berada di bawah teriknya matahari.


*


*


Tak terasa hampir satu setengah tahun Percy dan Sena berada di pulau Bled..selama itu juga perubahan yang Percy Akamai sangatlah pesat..dia semakin pulih dan kembali seperti sedia kala.


Sean begitu bahagia bahkan sampai menangis..dia tak menyangka meski perjuangan panjang yang dia alami dan rasa sesak yang menghimpit nya di dada tapi kini dia bisa bernafas lega setelah Percy benar-benar hampir pulih meski tak sempurna.


Nila dan Erick juga keluarga yang lain begitu bahagia mendengar kabar menggembirakan ini..mereka bertandang ke pulau Bled untuk melihat seberapa besar perubahan Percy selama di sana.


Hari ini Nila dan Erick sudah sampai di pulau Bled dengan menggunakan helikopter keluarga..mereka bergegas menuju rumah dimana Sean dan Percy tinggal.


"Sean.. bagaimana kabar kalian?" tanya Nila memeluk Sean.


"Kami baik-baik saja mom..kalian tidak mengabari Sean terlebih dahulu kan bisa Sean jemput kalau tau" Sean

__ADS_1


"Tidak apa-apa boy..kami tak mau kau meninggalkan Percy sendirian" Erick menimpali.


"Benar kata Daddy mu nak..mana Percy?" Nila


"Dia sedang istirahat mom tadi habis menemui terapis dan kami juga baru pulang 1 jam yang lalu" jelas Sean.


"Baiklah tidak apa-apa..biarkan dia istirahat..kau sudah makan boy?" Nila


"Sudah mom..tadi pagi Percy memasak untuk Sean..dia tak lagi diam..sekarang dia sudah mulai mau bertanya meski sedikit" Sean berbinar-binar.


"Baguslah kalau begitu..mommy senang akhirnya setelah satu tahun lebih kalian berjuang hasilnya bisa kalian pertikaian sendiri..jadikan pelajaran berharga untuk kedepannya nak..jangan ulangi kesalahan yang sama kau mengerti..mommy sangat kecewa padamu waktu itu tapi mau apal lagi semua sudah terjadi" jelas Nila.


"Sorry mom..Sean salah.. Sean minta maaf" Sean tertunduk.


"Tidak apa-apa..sekarang berjanji lah untuk membahagiakan nya.. kesempatan terakhir yang mommy berikan untukmu jangan kau sia-siakan" Nila


"Iya mom..maaf" ucap Sean benar-benar menyesal.


Untuk kali ini kau kami maafkan boy tali lain kali never" Erick menambahkan.


"Iya dad.. aku akan belajar lebih baik lagi menjadi suami" Sean


"Bagus Daddy pegang kata-kata mu" Erick memeluk bahu anaknya.


Akhirnya mereka duduk santai di rumah tamu sambil menunggu Percy terbangun.. Sean menceritakan bagaimana saja kegiatan sehari-hari Percy mulai dari yang awalnya menyingkirkan boneka yang di anggap nya sebagai anak hingga belajar berkebun emas menata vas dan mengganti bunga-bunga di dalam vas.


Sean juga menceritakan bagaimana cara nya menyingkirkan boneka itu dari Percy..dia juga menceritakan bahwa Percy menangis dan terus histeris mencari keberadaan boneka itu..namun seiring berjalannya waktu akhirnya Percy tak lagi mengingat akan boneka itu.. Sean menceritakan lagi awal mula nya Percy mau berkebun atau hanya sekedar memetik bunga di taman atau menanam nya.


Selang berapa lama kemudian Percy terbangun..dia mencari keberadaan Sean..dia memanggil Sean karena takut di tinggal.


"SEANNNNN.. SEANNNNN" teriak Percy merasa gelisah.


Sean yang mendengar suara Percy segera berlari dan sampailah dia di kamar..dia membuka pintu tidak kamar nya dan melihat Percy tengah berjongkok di dekat tempat tidur dengan menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya.


"Sayang..kau kenapa hm..maaf aku di bawah tadi" Sean


"Hiks..kau jahat hiks..kenapa meninggalkan ku sendiri hiks" Isak Percy.


"Iya maaf..ayo bangun mommy dan Daddy di bawah" Sean.


"Mommy,Daddy..?" Percy.


"Iya ayo sudah nanti kau akan tau" Sean.


Percy mengangguk dan mengikuti langkah Sean menuju ruang tamu di bawah..dia memegang tangan Sean erat..karena selama ini belum pernah bertemu sesiapapun selain terapis dan petugas rumah sakit serta Sean.

__ADS_1


__ADS_2