
Pagi hari yang indah untuk memulai aktivitas memang sangat menyenangkan begitu juga dengan seorang pria tampan yang sudah bersiap-siap dengan setelah jas hitam di padukan dengan kemeja putih.
Pria tampan dan muda itu masih berdiri di dekat meja rias untuk melihat dan mengoreksi penampilan nya..rambut rapih karena di beri gel juga tubuh yang harum khas bau maskulin yang menambah kesan wow pada dirinya.
"Huhhh ok now you ready to work Bryan..semangat demi masa depanmu"
Ya pria itu aalah Bryan yang sudah bersiap untuk bekerja demi memenuhi tanggung jawabnya juga tantangan dari camer nya..dia akan berjuang dan berusaha agar bisa sukses sampai waktu yang mereka sepakati.
Sebuah mobil mewah sudah terparkir di depan halaman rumahnya juga seorang pria yang usianya tak jauh darinya sudha bersiap menyambut kedatangan tuan barunya yaitu Bryan.
Bryan turun ke bawah untuk sarapan dan bersiap menuju kantor sang Daddy setelah merasa penampilan nya sempurna.
"Selamat pagi tuan muda" ucap salah satu kepala pelayan di rumah Bryan.
"Pagi paman Jay"
"Di depan ada asisten Robert tuan muda"
"Oh baiklah suruh bergabung dengan ku saja paman"
__ADS_1
"Baik tuan muda"
Paman Jay adalah kepala pelayan terpercaya di rumah Bryan..sejak orangtua Bryan menikah dialah yang menjadi orang kepercayaan mereka hingga Bryan lahir dan sampai sekarang paman Jay masih bekerja bersama keluaga ini.
Paman Jay memanggil asisten Robert yang tak lain adalah keponakan nya sendiri..keluarga paman Jay mengabdi pada keluarga Ivanders sudah lama..bukan karena gaji yang di tawarkan tapi karena mereka memang nyaman bekerja di keluarga Ivanders..mereka baik dan pengertian tidak menganggap atasan dan bawahan tapi semua di anggap keluarga tidak membeda-bedakan.
"Robert di panggil tuan muda"
"Baik paman"
Robert mengikuti pamannya menuju meja makan dimana Bryan tengah menunggunya.. sebenarnya ini kali pertama baginya bekerja dengan Bryan..mereka sama-sama baru bertemu dna bekerjasama satu sama lain.
"Tuan muda ini asisten Robert"
"Maaf tuan muda saya tidka berani" ucap Robert sopan.
"Kau mau bergabung atau tidak usah bekerja sekalian" Bryan sedikit mengancam agar Robert mau menemani nya sarapan.
Asisten Robert menoleh pada pamannya dan pamannya mengangguk mengijinkan..dia tak mau melawan perintah tuan mudanya..baginya perintah tuan mudanya adalah tombol waktu yang kapanpun bisa meledak jika tidak segera di matikan.
__ADS_1
"Baiklah tuan muda"
"Satu lagi jangan panggil tuan muda jika di rumah cukup Bryan saja aku tidka nyaman dengan panggilan itu kita kan seumuran,jika di kantor kau boleh memanggilku tuan atau apapun terserah"
"Baiklah tua__Bryan"
Sebenarnya Robert tidak enak memanggil Bryan tanpa embel-embel tapi ini juga perintah Bryan jadi dia harus menuruti nya saja agar aman.
Paman Jay tersenyum melihat kedua pemuda itu makan..dia juga pamit ke belakang untuk melaporkan setiap kegiatan Bryan pada tuan besarnya.
*
*
*
"Aku merindukan nya"
Seorang perempuan cantik saat ini tengah berada di kamarnya..mulai hari ini dia tidak di ijinkan kemanapun sampai tantangan ynag Daddy nya berikan pada pria pujaan nya terpenuhi.
__ADS_1
"Arghhhh Daddy menyebalkan..aku kan jadi merindukan si anak mommy itu hiks..jahat ishhh"
"Brya aku harap kamu bisa melewati setiap tantangan dan godaan nanti..aku akan percaya padamu dan menunggu kau Meminangku"