
Tak terasa usia kandungan Via kini sudah 8 bulan masuk 9..selama itu juga Bryan sang suami menjadi lebih protektif..tak ada lagi pengganggu tak ada lagi yang berniat mencelakakan keluarganya lagi.
Terry belum di habisi..dia masih di siksa oleh Erick..dia tak ingin orang yang berniat mencelakai keluarganya mati dengan cepat..dia harus memberikan kematian yang amat sangat menyiksa.
Setiap hari Terry selalu di siksa tak di biarkan mati tapi selalu di siksa agar rasa penyesalan nya semakin tinggi.
Setau keluarga nya Erick sudah membunuh Terry tapi Erick tak bisa membohongi seorang Reyhan Jade Wilson..Rey bisa dengan mudah menebak apa yang tengah di lakukan saudara angkatnya itu.
"Kapan kau akan membunuhnya?" tanya Rey pada Erick.
"Kau tau kau..astaga kenapa tidak bisa menipumu sih" kesal Erick yang tak bisa menipu Rey.
"Hahahaha kau harus berusaha lebih keras lagi agar bisa menipuku Erick..kau kurang handal"
"Sialan..besok akan aku akhiri dia"
"Bagus..lebih cepat lebih baik sebelum terjadi hal yang tidak di inginkan..ingat anakmu sedang hamil dan mengandung cucumu jadi jangan sampai cucu atau anakmu menerima karma atasmu..aku sudah tak ingin terjun kedalam hal eksekusi karena aku tak ingin Laura maupun anak dan cucuku menerima karma atas perbuatanku"
"Iya ka..aku juga tidak mau itu terjadi..biarlah aku sendiri yang menanggung hasil dari perbuatan ku..akan aku akhiri dia secepatnya"
"Bagus..ingat Erick dosa di masa lalu kita sudah menumpuk jangan menambah dosa lagi di masa depan agar jalan kita menuju sang pencipta lebih di permudah"
"Kau benar ka..kita sudah tidak muda lagi ternyata hahaha"
Mereka masih membahas mengenai dosa di masa lalu juga masa muda mereka bahkan merindukan orangtua nya.. Rey dan Erick meski bukan saudara kandung namun kasih sayang orang tua nya Tidka pernah di beda-beda kan..semua sama rata.
Sungguh rindu yang di tahan selama bertahun-tahun lamanya kini membludak setelah mereka saling menceritakan dan saling terbuka.
*
*
"Daddy..dad"
Via mencari Erick karena perutnya sedikit ngilu..Bryan di kantor sedangkan Bila dia tengah keluar sebentar..di rumah hanya ada Erick dan beberapa pelayan.
Sean dan Rico juga tengah di kantor..mereka membantu saudara-saudara nya yang lain.. awalnya Via tidak apa-apa tapi setelah beberapa saat dia hendak beranjak dari ranjang tiba-tiba perutnya melilit.
Awalnya hanya melilit kemudian hilang lalu timbul lagi dan hilang lagi seterusnya hingga jangka nya semakin dekat Tidka seperti pertama tadi.
"DADDYYYYYY"
__ADS_1
Erick mendengar suara putri nya memanggilnya dia berlari takut terjadi sesuatu pada putri dan cucunya..ketika sampai di depan kamar Via Erick membuka pintu itu dan terlihat Via tengah duduk di lantai sambil meringis kesakitan.
"Via..kau kenapa nak..astaga?"
"Ssakiit da..d"
"Hey jangan bilang kau akan melahirkan..astaga ayo Daddy antar ke rumah sakit"
Erick mengangkat putri nya dan membawa nya menuju rumah sakit tak lupa juga Erick meminta pelayan untuk menghubungi Bryan dan juga istrinya.
Di perjalanan Via terus-terusan meringis kesakitan..jika kontraksinya datang lagi maka dia akan meringis tapi jika hilang dia mengambil nafas sedalam-dalamnya.
Tak berapa lama kemudian mereka sampai di rumah sakit..Bryan juga sudah menunggu nya di depan.. benar-benar suami idaman banget lah si Bryan.
"Bryan"
"Bagaimana dad.. Via?"
"Cepat angkat dan pindahkan ke brankar"
"Astaga aku sampai lupa..baiklah"
Bryan melihat raut wajah Via..astaga pucat dan lemas..Bryan semakin takut dan panik tapi dia sembunyikan agar tak membuat Via semakin cemas juga.
Bryan membaringkan Via di atas brankar kemudian brankar itu di dorong menuju ruangan bersalin..Bryan ikut masuk dia ingin menemani istrinya melahirkan buah cintanya.
Sementara itu di luar ruang bersalin Erick juga cemas..bukan sekali dia menemani istri melahirkan tapi ini putrinya astaga kenapa jadi deg-degan.
Tak berapa lama kemudian Nila datang dan langsung menyergap Erick dengan berbagai pertanyaan.
"Yank bagaimana keadaan Via..apa sudah melahirkan..dimana Bryan..apa dia belum datang..cucuku bagaiman yank?"
"Hey tenang.. satu-satu sayang..astaga kau ini.. duduklah"
"Baiklah..huhhh jadi bagaimana?"
"Via baru saja masuk kedalam bersama Bryan..cucu kita akan mendapatkan perawatan segera setelah dia lahir karena sekarang mungkin Via masih berjuang untuk melahirkan mereka"
"Huhh syukurlah Bryan sudah datang..jika belum awas saja nanti ku hajar dia..Sean dan Rico bagaimana?"
"Astaga aku belum mengabari mereka yank..kau kabari saja aku drai tadi deg-degan soalnya"
__ADS_1
"Ishhh yang melahirkan itu putrimu bukan aku"
"Entahlah mungkin jiwa seorang Daddy"
"Eleh..alasan saja"
*
*
Di dalam ruang bersalin terlihat Bryan tengah menyemangati istrinya yang tengah mengejan mencoba mengeluarkan sang anak dari perutnya.
Cakaran,gigitan,Hambalang Bryan tak hiraukan..dia tengah asik memberikan semangat untuk istrinya sambil sesekali menoleh ke arah dokter untuk melihat apakah putra putrinya sudah terlihat atau belum.
Sungguh perasaan Bryan saat ini tengah bercampur-campur bagai es buah..di satu sisi dia senang anaknya akan lahir meski di usia 8 bulan masuk 9..di satu sisi juga di khawatir dengan Via yang seperti sudah kelelahan.
"Sayang kau bisa ya..semangat honey"
"Ayo honey kau ibu hebat..mereka sebentar lagi akan melihat kita"
"Sedikit lagi Honey..Ayo kau bisa"
Bryan terus menyemangati Via hingga akhirnya dia mendengar suara tangisnya anaknya untuk pertama kalinya..terharu dia bahkan tak sanggup berkata-kata lagi.
"Sayang kau dengar itu..anak kita sayang..anak kita sudah lahir"
Bryan menciumi wajah Via dan memeluknya setelah itu dia mendongak sekilas untuk melihat anaknya ternyata anaknya tengah di bersihkan oleh seorang suster..astaga dia sudah jadi ayah sekarang.
Selang beberapa menit kemudian Via merasakan melilit lagi di perutnya tanda anak keduanya akan mengikuti jejak kakaknya.
Bryan dengan sigap menyemangati Via..kekuatannya kini bertambah setelah melihat anaknya lahir.
"Ayo sayang kau bisa..kau kuat..kau hebat"
"Lelah by"
"Hey ayo sayang anak kita sedang menanti kelahirannya..kau bisa sayang..siksa aku jika kau mau sayang ayo sayang"
"Huhhh"
Akhirnya setelah berjuang tak begitu lama anak kedua Via dan Bryan telah lahir..anak pertama mereka laki-laki entahlah mungkin si Abang udah kebelet jadi Abang makanya mau duluan.
__ADS_1
Sementara itu anak kedua mereka perempuan..dia lebih kalem tak seperti abangnya yang menangis keras hingga membuat Bryan sedikit cemas mendengar suara tangisnya.
"Selamat tuan dan nona bayi kalian lahir dengan sempurna laki-laki dan perempuan..anak pertama kalian laki-laki persis seperti ayahnya dan yang kedua perempuan cantik seperti ibunya..sekali lagi selamat atas kelahiran si twins"