
Pria itu menunjukkan tanda bahwa itu adalah toilet pria..seketika Percy ternganga tak percaya..apa dia salah masuk toilet.. arghhhhhh sialan.
"Bagaimana nona apa masih ngeyel?" tanya si pria itu.
"Ekhemm..maaf"
Percy hendak kabur tapi dia kalah cepat dengan pria itu..pria itu menahan lengannya dan menyandarkan tubuh Percy ke dinding kemudian dia menarik Percy masuk ke toilet dan mengunci pintu nya.
"Kau..mau apa kau?" ucap Percy sambil berusaha melepaskan kuncian pria itu.
"Diamlah nona" tekan pria itu dengan wajah di antara keduanya hanya berjarak 5 centi.
"Le..paskan sialan"
"Jika kau tak bisa diam maka akan ku buat kau bungkam dengan ciuman dariku nona..apakah kau mau mencobanya?"
"Ja..jangan..jangan..a..aku..aka..n..di..am"
"Bagus.. jadi nona diamlah sebelum kau mati konyol di tempat ini"
"What do you mean__arghhhh"
DORRRR.......
Terdengar suara tembakan dari arah luar..ternyata sejak pria dan wanita itu cek cok sang pria melihat beberapa orang yang sepertinya berniat ingin merampok di sana.
Sang pria langsung membekap sang wanita dan menyeret si wanita masuk kedalam toilet untuk bersembunyi..benar tak lama setelah mereka masuk terdengr suara tembakan dan teriakan dari orang-orang.
"Apa..yang terjadi?" tanya si wanita yang sudah lebih tenang.
"Perampokan"
"Ap__hmmmp"
"Aku bilang diam ya diam..jangan teriak jika kau masih ingin hidup"
Percy mengangguk tanda setuju..dia akan diam meski dia bar-bar tapi dia tak punya nyali jika berhadapan dengan senjata api..oh God bahaya sekali itu.
Suara tembakan dan jeritan orang-orang semakin riuh terdengar..pria itu bisa menyimpulkan bahwa ada setidaknya 10 orang perampok yang berpencar di sekeliling lokasi.
Pria itu bisa saja melawannya tapi bagaimana dengan wanita ini..oh good memang wanita sangat merepotkan.
"Kau bisa berkelahiran setidaknya menendang seperti yang kau lakukan padaku waktu itu?"
"Pfftt...maaf..ekhemm..so apa kau berniat mengajakku untuk menjadi Mrs Smith tuan?"
"???"
"Ah..I mean kau mengajakku untuk melawan mereka begitu?"
__ADS_1
"Kau bisa?"
"Ya..kau bisa mengandalkan ku tapi aku juga manusia yang punya rasa takut akan senjata api"
"Oke I know..sekarang kita atur siasat agar kita bisa mengecoh para perampok itu..kau ada ide?"
"Hmmm begini___"
*
*
"By kau dimana..hubbyyyyy"
Tak ada sesiapapun di kamar.. Via mencari keberadaan suaminya karena twins ingin di manja dan di elus tapi setelah bangun tidur dia malah mendapati kasur sebelahnya kosong.
"Hiks..hubby mana sih hiks.. huhuhuhu"
Via bangun dan duduk di lantai dengan kaki di tekuk bersila..sekotak tisu sudah sedia di sampingnya jikalau ingusnya keluar maka dengan sigap Via bisa menarik keluar tisu itu.
Via masih menangis bahkan sekarang sudah sesenggukan..tak berapa lama kemudian Bryan masuk kedalam kamarnya untuk mengecek keadaan Via.
Di saya Bryan sudah di ambang pintu dia di kejutkan dengan Via yang sudah duduk di lantai sambil menangis..tak banyak tanya Bryan berlari menghampiri Via dan merengkuhnya.
"Hey kau kenapa baby..astaga apa ada yang sakit..apa kau baik-baik saja..apa anak-anak baik?"
"Hiks..huhuhuhu..kau jahat hiks"
"Hiks kau..kemana saja hiks..aku bangun hiks kau tak ada"
(Buang ingus)
"Aku tadi ke ruang kerjaku baby..maaf tidak segera kembali..maaf ya"
"Hiks huhuhuhu kau tau hiks.. anak-anak ingin di manja hiks tapi hiks kamu nggak ada hiks mereka sedih jadi nya a..a..a.hiks"
"Iya..iya maafkan aku..twins maafin Daddy ya..maaf Daddy nggak ada di saat mommy bangun tadi..maaf ya"
Via langsung memeluk Bryan dengan cara menubruknya dan membuat Bryan terbaring di lantai dengan Via di atasnya sambil menangis.
"Hey sudah dong masa nangis lagi..nanti jelek loh"
"Huwaaaa jadi aku jelek selama ini..hiks hiks huhuhu"
"Eh..Bu..bukan baby..astaga Bryan bodoh sekali mulutmu itu"
Bryan kelabakan karena Via semakin menjadi tangisnya..Bryan mencoba menenangkan Via yang semakin menjadi.
"Hey sayang jangan menangis nanti twins sedih loh..maafkan aku hm?"
__ADS_1
"Twins udah sedih daritadi hiks"
"Iya ok maaf ya..hm..mau makan ice cream?"
"Mau.. coklat dan vanilla"
"Oke..ayo ke bawah kita makan ice cream"
Via mengangguk setuju dan bergegas bangun namun dia meringis ketika merasakan kakinya kesemutan..Bryan panik ketika melihat Via kesakitan dia dengan sigap mengangkat Via ke atas ranjang.
"Baby kau kenapa sayang?"
"Shhh kakiku kesemutan by"
"Hah.. kesemutan..astaga makannya jangan duduk diatas lantai lagi tidak baik loh buta twins dan kesehatanmu"
"Ihhh marahnya nanti sekarang bantu aku biar nggak kesemutan lagi"
"Iya baiklah"
*
*
"Sial..kenapa selalu tidak ada celah untuk menjatuhkan nya..arghhhhhh brengsek"
"Aku sudah bilang dia tidak bisa langsung di lawan..main cantik lebih bagus"
"Diamlah..kau hanya bicara saja tapi tidak ada yang kau lakukan"
"Jangan kau kira aku tak melakukan apapun..aku sudah bermain cantik dengan mereka"
"Benarkah..mana buktinya?"
"Jangan meremehkan ku Marcus atau kau akan menyesal"
"Aku tak meremehkan mu Terry tapi aku tak yakin kau sudah melakukan sesuatu pada mereka secara mereka bahkan masih bahagia tanpa ada pengusik..yang aku dengan perusahaan Bryan sempat mengalami masalah dan kau tau bahkan pelakunya sudah di ketahui oleh mereka tapi entah diamankan sekarang si pelaku hingga tak ada yang tau..aku tak mau menjadi korban selanjutnya jika rencana yang kau maksud ternyata tak membuahkan hasil"
"Cih..jangan khawatir dengan rencana ku setidaknya aku sudah bergerak lebih halus darimu..asal kau tau aku sudah memasukkan mata-mata kedalam rumah mereka dan aku yakin semua pergerakan mereka dapat dia ketahui dan itu akan membuatku semakin mudah untuk memulai aksiku..jika kau tidak ingin bergabung silahkan pergi dan carilah rekan lain yang mampu kau andalkan sepertiku"
"Ck..besar kepala juga kau..baiklah mulai sekarang kita jalan sendiri-sendiri..aku Tidka mau berurusan dengan mu lagi"
Terry hanya tersenyum penuh arti..dia masa bodoh tak perduli dengan Marcus yang marah-marah karena saat dia keluar dari ruangan itu di saat itu juga dia adalah musuhnya.
Marcus sudah keluar dari rumah itu sementara Terry sedang memberi perintah pada bawahannya untuk melenyapkan Marcus karena dia tidak lagi berguna..lepas dari tangannya berani menyerahkan nyawa.
"Habisi dia jangan sampai ada kesalahan..buang mayatnya di rawa"
"Baik nona"
__ADS_1
Anak buah Terry langsung bergerak cepat untuk melenyapkan Marcus sesuai perintah Terry.