
"Baby ini susu yang kau minta..habiskan ya"
"Makasih by..maaf"
"Hey what happen baby?"
"By..maaf..hiks..maafin aku yang belum bisa jadi istri dan ibu yang baik untuk kalian..hiks huhuhuhuhu..maaf"
Deg........!!!
Bryan tak tau maksud dari perkataan Via tapi dia sedikit bisa menangkap sesuatu yang tersirat dari pekataan Via.
"Baby..apa maksudmu?"
"Maaf by..aku hamil tapi kehamilanku tidak bisa di pertahankan..maaf aku tidak berguna by hiks..aku kejam"
Prangg.......
Gelas yang Bryan pegang terjatuh ketika Via mengatakan bahwa dirinya tengah hamil itu artinya Via sudah tau..astaga siapa yang telah memberitahukan ini pada Via.
"Baby..kau tau darimana?"
"Aku menghubungi aunty hiks Vallery by..aku tanya tentang keluhanku hiks..aunty bilang aku mengalami Mola Hidatidosa atau hamil anggur..maaf by maafkan aku hiks"
"Sudah tidak apa-apa..aku tau semuanya..aku sudah iklaskan apa yang akan terjadi kedepannya baby..meski awalnya berat tapi nanti tuhan akan menggantinya lagi dengan yang lebih dari kita kira baby..kau tau aku merasa tidak berguna ketika tau bahwa kau tengah hamil anaku tapi aku bahkan tidak menyadarinya..aku bahkan tidak tau kau mengalami mual parah,pusing,sakit di perutmu juga pendarahan yang mungkin kau kira darah haidmu..aku sangat merasa tidak berguna baby..maaf aku kurang memperhatikanmu karena pekerjaanku"
"Tidak by ini bukan salahmu..jadi kau sudah tau by..kau tak membenciku kan?"
Bryan langsung memeluk Via dengan erat..mana mungkin dia membenci istrinya sendiri..dia yang salah karena tidak peka dengan keadaan Via juga kurang memperhatikan istrinya itu..justru jika ada yang pantas di benci maka jawabannya adalah dirinya sendiri.
"Tidak baby tidak akan..harusnya aku yang bertanya seperti itu sadamu sayang..maafkan aku telah lalai menjaga dan memperhatikanmu akhir-akhir ini..maafkan aku"
Via membalas pelukan Bryan..dia meraih tangan Bryan dan dia bawa tangan itu pada perutnya yang masih rata namun terasa gundukan jika merabanya dengan teliti.
"Sapalah anak kita untuk yang pertama dan terakhir kalinya by" ucap Via sambil menangis.
Bryan menyentuh perut rata Via..dia elus dan kecup berkali-kali menyampaikan rasa cintanya pada sang buah hati untuk pertama dan terakhir kalinya..tak terasa bulir bening itu kembali jatuh tanpa di minta.
__ADS_1
"Hiks..maafkan daddy sayang hiks..maafkan daddy yang tidak bisa menjagamu..maafkan daddy yang tak menyadari kehadiranmu nak..kau tau sayang daddy sangat menantikanmu selama ini dan daddy bahagia karena kau telah hadir di perut mommy meski hanya sebentar daddy sudah sangat bahagia setidaknya daddy pernah tau bahwa kau sudah hadir sayang..maaf daddy tidak mampu melakukan apapun lagi sayang kau adalah cinta sejati daddy nak..daddy sangat mencintai dan menyayangimu sampai nafas terakhir daddy..jagalah calon adikmu dari sana kelak ya nak..jaga kami dari sana dan bahagialah agar kami juga bahagia..setidaknya pengorbananmu tidak sia-sia sayang..hiks maafkan daddy nak huhuhuhuu..daddy sayang padamu"
Puas mencurahkan isi hatinya kini Bryan memeluk sang istri masih dengan tangisan yang mengiringi pelukan keduanya.
"Maafkam aku baby hiks maaf"
"No by..ini sudah jadi jalan takdir hidup kita..jangan menyalahkan diri sendiri by"
"Hiks..hiks.."
Via mengusap punggung Bryan dengan lembut..setelah cukup tenang Bryan melepaskan pelukannya dan mengambil gelas susu itu dan dia berikan pada Via.
Tangannya gemetar memegang gelas itu..momen dimana dia membuatkan susu untuk anak nya ini menjadi momen yang pertama dan terakhir kalinya bagi Bryan.
Tak sanggup menahan kesedihannya Bryan meraung pilu terduduk di atas lantai di samping brankar Via..Via juga sama dia gemetar menguatkan dirinya meminum susu itu untuk yang pertama dan terakhir kalinya..semoga anaknya bisa merasakan manisnya susu itu meski hanya sebentar.
"By..sudah jangan seperti ini" ujar Via menenagkan Bryan yang masih menangis pilu.
Bryan menyeka air matanya dan bangkit..dia menatap Via teduh..sungguh Bryan merasa menjadi suami yang tak berguna saat ini.
"Hm..siap by" jawab Via dengan berat hati.
Bryan menghela nafas panjang..sungguh lebih baik dia kehilangan tender triliunan daripada kehilangan anak yang begitu dia harapkan.
"Baiklah aku akan memberitahu dokter untuk melakukan tindakan itu segera..aku tinggal sebentar ya?"
"Iya by"
Bryan meninggalkan Via di ruangan itu setelah memberikan kecupan penyemangat..dia akam menemani Via ketika tindakan itu di lakukan nanti.
*
*
"Baby kau harus kuat ya demi aku"
"Iya by..kau juga"
__ADS_1
"Pasti baby"
Seorang dokter datang dengan di temani seorang suster menghampiri Via dan tersenyum ramah padanya.
"Bagaimana perasaan anda nona?"
"Entahlah dok"
"Tidak apa..tuhan tau mana yang terbaik untuk hambanya..percayalah rencana tuhan lebih indah dari bayangan kita sebagai manusia"
"Ya dokter benar hiks"
"Tidak apa nona..nona pasti kuat karena dia akan bahagia karena sempat tumbuh di rahim seorang wanita hebat seperti nona..dia sudah bahagia"
Via tak mampu berkata-kata lagi hanya air mata yang menetes..Bryan pun sama tapi dia harus kuat bagaimanapun caranya dia harus kuat demi istrinya.
"Baiklah saya akan mulai proses pembiusannya ya nona..tuan anda bisa menemani istri anda nanti"
"Baik dok..saya janji tidak akan mengganggu proses tindakan yang kalian lakukan"
"Baiklah nona akan kami bawa ke ruang operasi sebaiknya anda memakai pakian khusus yang sudah kami siapkan tuan barulah anda bisa masuk ruang operasi dan menemani istri anda"
"Baik dok"
Via di bawa ke ruang operasi sementara Bryan memakai pakian khusus yang sudah rumah sakit sediakan..selesai dengan semuanya kini Bryan sudah berada di ruang operasi dimana Via akan melakukan tindakan penguretan.
Tindakan pun di mulai..Bryan setia membisikkan kata-kata penyemangat untuk sang istri..sesekali dia menghapus linangan air matanya yang turun sendiri tanpa dia minta.
Via di bius total agar tak menangis lagi dan akan membuat kondisinya semakin tidak stabil.
Setelah hampir satu jam lamanya akhirnya prosesi penguretan telah selesai..rahim Via telah di bersihkan hanya tinggal menunggu kondisinya saja semoga bisa stabil dan semakin membaik.
Via telah di pindahkan ke ruang VVIP..Bryan ingin memastikan Via mendapatkan perawatan yang terbaik.
Bryan selalu menemani Via dan tak pernah meninggalkannya sendirian..dia tak mau jika nanti Via sadar tidak ada sesiapapun dan itu bisa membuat kondisi Via memburuk dan Bryan tidak mau sampai itu terjadi.
Sebelumnya Bryan sudah meminta foto hasil USG nya pada dokter untuk kenang-kenangan jika dia merindukan anaknya sewaktu-waktu..dokter pun mengijinkan karena bagaimanapun itu hak Bryan sebagai orangtua dari si janin.
__ADS_1