
"Sayang Griffin dan Miley sedang dalam perjalanan ke sini..apa kau senang?" tanya Sean yang tengah membantu istrinya menyusui kedua putranya sekaligus.
"Senang sayang..aku sangat merindukan Miley..astaga dia bahkan sudah memiliki anak" ucap Percy yang sampai sekarang belum percaya bahwa Miley sahabatnya sudah memiliki anak.
"Sudah sayang..ayo turun.. sebentar lagi sampai sampai mereka" ajak Sean pada Percy dan menggendong satu anaknya.
"Baiklah"
Percy mengikuti Sean yang sudah menggendong Ervian..sedangkan Ervan berada dalam gendongan nya..dia tidak sabar untuk segera bertemu dengan sahabatnya.
Dia jadi teringat dulu saat masih sama-sama baru magang di salah satu perusahaan..mereka sama-sama berjanji akan menikah jika sudah sukses tapi sekarang lihatlah..astaga.
#..Masa Lalu Percy dan Miley..#
"Miley bagaimana apa kau sudah di terima?" tanya Percy yang sama-sama masih menunggu hasilnya.
"Belum..huhh jika tidak di terima juga lebih baik aku bekerja di kafe saja..kau sendiri?" ujar Miley bertanya balik.
"Aku juga sama seperti mu..sudah jangan di pikirkan..sekarang kita fokus pada masa depan kita saja..kau mau menikah jika usiamu sudah menginjak keberapa?" tanya Percy.
"Aku..hm..aku menunggu sukses saja..tidak enak kalau menikah tanpa mempunyai hasil keringat sendiri..kesannya nebeng hiduo dengan suami" ujar Miley.
Percy terkekeh mendengar ucapan sahabatnya..dia memang bisa saja mencairkan suasana.
__ADS_1
"Aku sedikasihnya aja..tapi liat orangnya juga lah" ucap Percy.
"Bener..jangan kaya si Frank bisa ledes apem mu di pompa terus"
"Sialan.. mulut mu ya..astaga kalau ngomong"
"Hahaha..udah yuk ah jalan kita ke mana gitu bosen di apartemen terus"
"Yuk jalan"
Percy dan Miley berjalan-jalan berkeliling ke pusat perbelanjaan..mereka melihat-lihat gaun cantik yang menurut mereka bagus..mereka juga berkhayal jika mereka memakai gaun pengantin yang samaan dan memiliki impian menikah masal.
Percy dan Miley di masak itu begitu bebas tanpa harus memikirkan hal lain..mereka begitu menikmati masa-masa dimana mereka belum menemukan pendamping hidup masing-masing..hanya angan yang terlintas dalam benak kedua wanita dewasa itu.
Percy mengajak Miley ke salah satu butik..butik yang tak terlalu mahal tapi gaun rancangan nya bagus-bagus..mereka ingin mencoba gaun di sana meski entah kapan bisa memakainya.
#...Masa Lalu End...#
"Percy hiks..astaga sahabat ku" ucap Miley kala melihat sahabatnya Percy tengah menatap mobil yang dia tumpangi.
"MILEYYY..astaga..I miss you" ucap Percy memeluk Miley tanpa canggung.
Mereka saling memeluk meluapkan kerinduan yang tersimpan dalam benak masing-masing.. Percy dan Miley sahabat yang sudah sekian lama tak bertemu kini bisa melepas rindu.
__ADS_1
*
*
"Ceritakan apa saja yang kau alami di sana..aku begitu mengkhawatirkan mu Percy..aku sadar dari pingsan ku dan tak menemukan mu di manapun setelah itu aku tanya pada Griffin dan ternyata kau sudah berada di luar negeri bersama Sean..kau tau aku hampir saja menyusul mu ke sana jika tidak mengingat kejadian itu" ujar Miley menceritakan.
"Maaf..aku benar-benar tidak sedang dalam kondisi yang baik-baik saja..asal kau tau Miley.. kepergian pertamaku untuk menyembuhkan trauma ku setelah aku hampir di lecehkan oleh para bajingan itu..dan kepergian ku yang kedua karena aku kehilangan anakku..aku hampir gila saat itu jika saja Sean dan keluarga tidak menguatkan ku..kau tau.. aku bahkan sempat takut di dekati pria..siapapun itu kecuali Sean..entahlah mungkin sejak aksi membuka mata yang ku lihat mungkin hanya Sean saat itu...
Di negara A aku melakukan pengobatan agar aku bisa pulih seperti dulu lagi..bukan perkara mudah untuk melakukan pengobatan itu tapi butuh perjuangan untukku mau melakukan pengobatan itu..aku sendiri masih asing dengan dunia luar dan lebih memilih berada di pelukan Sean..Sean memberikanku sebuah kehangatan dan ketenangan..dia selalu menyemangati ku di saat aku drop...
Di pulau Bled sendiri Sean begitu sabar menghadapi ku yang kadang tidak merespon nya saat di tanya atau di ajak melakukan sesuatu..aku benar-benar seperti orang gila bahkan lebih persis mayat hidup saat itu Miley..aku bersyukur masih memiliki keluarga yang menyayangi ku apa adanya.. Sean juga dengan tulus menyayangi ku bahkan di saat aku tidak dalam kondisi yang baik-baik saja...dia membuktikan ketulusan cintanya padaku..aku benar-benar beruntung memiliki nya...
Hingga berlangsung satu tahun lebih pengobatan masih berlanjut..aku juga semakin banyak menunjukkan tanda-tanda bahwa aku semakin pulih tapi tidak secepat itu di lepaskan..dia masih memantau kondisi ku hingga berjalan dua tahunan akhir nya aku berhasil melewati nya bersama Sean...
Aku di nyatakan sembuh dan kembali seperti dulu dan kami memutuskan untuk memulai program hamil..aku tak mau larut dalam kesedihan lagi dan akan semakin memperlambat proses pembuahan..aku memutuskan untuk sesegera mungkin memiliki momongan sebagai pengganti yang sudah tiada...
Tuhan begitu baik dan sayang padaku hingga tak lama setelah nya aku di nyatakan hamil dan kami mendapat jackpot 2 bayi laki-laki yang sangat tampan seperti Daddy nya.. kebahagiaan ku benar-benar sudah sempurna hingga bahkan tuhan menggantikan yang telah tiada dengan bonusnya sekaligus..sekarang aku hanya akan menjalani keserasian ku sebagai seorang ibu bagi kedua anakku juga istri dan menantu yang baik" akhir Percy bercerita mengenai kejadian dulu yang mengharuskan dirinya pergi dari negara ini.
"It's ok Percy..sedari dulu kau adalah wanita tangguh yang tetap akan berbahagia apapun cobaannya..kau selalu tersenyum meski hatimu remuk..aku tau kau adalah wanita hebat maka dari itu tuhan juga melimpah kan kebahagiaan lebih untuk wanita seperti mu Percy..I'm proud of you Percy" ucap Miley memeluk sahabatnya yang benar-benar menjadi wanita tangguh yang sesungguhnya.
"Thanks Miley..kau juga hebat bisa menaklukkan hati Griffin" goda Percy yang membuat Miley merona.
"Ishhh apaan sih..sudah jangan membahas mengenai percintaan ku..sekarang bagaimana cara nya menyingkirkan si kampret satu itu"
__ADS_1
"Kampret..siapa?"
"Franklin Delano seorang pria yang amat sangat menggilai mu hingga hampir menculik ku saat kau tak ada di sini..dia benar-benar sudah gila jika saja aku tidak di selamatkan suamiku waktu itu..sungguh ingin rasanya aku bunuh pria satu itu tapi entahlah sekarang di menghilang bagai di telan bumi..kau harus hati-hati jangan pernah keluar dari rumah tanpa pengawasan"