
Drrttt....drrtttt...
Suara ponsel bergetar membangunkan seorang pria yang kini masih asik bersembunyi di balik selimut tebalnya dan juga di temani seorang wanita cantik siapa lagi kalau bukan istrinya.
Pria itu menjawab panggilan sialan itu dengan nada malas dan ogah-ogahan.
"Hm"
"....."
"Baiklah"
"......"
"Ya kau memang menggangguku"
Setelah berkata seperti itu pria itu mematikan sambungan teleponnya..dia beranjak dari ranjang empuknya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Aku mandi dulu baby..kau tidurlah..cup.."
Bryan..ya pria itu adalah Bryan..dia mendaoat telepon dari anak buah Gio bahwa perempuan dajjal yang hampir membuatnya kehilangan wanita belahan jiwanya membuat onar dan mengamuk karena stres berada di dalam penjara selama hampir 2 minggu ini.
Selwsai dengan mandinya dan berpakaian dengan rapih kini Bryan menuju dapur untuk membuat makanan untuk mereka.
Bryan membuat nasi goreng dengan omelet dan sosis..dia makan lebih dulu karena dia harus pergi untuk menghukum wanita dajjal sialan itu.
"Ok selesai..aku bangunkan Via dulu sebaiknya"
Bryan bergegas menuju kamar untuk membangunkan sang istri yang masih tidur cantik di balik selimutnya.
__ADS_1
"Menggemaskan sekali sih..baby bangun sayang matahari sudah tinggi"
Via menggeliat dan merentangkan tangan..perlahan mata indah itu terbuka dan mengerjap beberapa kali..Via bangun dan duduk di atas ranjang dengan masih menempelkan selimutnya di wajah.
"Bangun baby sudah siang..makan dulu yuk"
"Jam berapa?"
"11 baby"
"Whatttt..astaga aku tidur atau pingsan by?"
"Mingkin kau kelelahan karema semalam baby"
"Ishhh kau yang membuatku kelelahan tuan suami"
"Hahaha..padahal aku yang bekerja keras dan kau hanya menjerit dan men de sah kan "
"Baiklah aku tunggu di bawah baby..cup"
Via masuk kedalam kamar mandi dan mulai membersihkan diri..di lihatnya banyak sekali tanda merah di sekujur tubuhnya..astaga dia sudah seperti macan tutul saja.
"Benar-benar menyebalkan ck"
Selesai dengan mandinya Via turun ke bawah dan mendapati sang suami twngah melihat isi ponselnya entahlah apa isi dalam ponsel itu Via tak mau ikut capur dalam rana privasi suaminya meskipun merek sudah menikah sekalipun.
"By"
"Kau sudah selesai baby..ayo makan"
__ADS_1
"Kau belum makan by?"
"Belum baby aku menunggumu"
"Astaga lain kali makanlah dulu jika memnag aku bangunnya siang mengerti?"
"Baiklah nyonya"
Mereka makan dengan suasana hangat maklum pengantin baru..setelah selesai Bryan pamit pada Via karena dia akan menghukum perempuan dajjal yang sudah membuat dia hampir kehilangan separuh jiwanya.
"Baby aku ada pertemuan penting hari ini kau mau ke rumah uncle Rey atau di rumah saja hm?"
"Ke rumah uncle Rey saja by..aku bosan di rumah sendirian"
"Baiklah ayo berangkat"
Bryan dan Via menuju rumah kediaman Rey..di sana keluarganya tengah berkumpul..Gio dan Gia masing-masing di rumah mereka sendiri dna hanya Gian dan Genie saja yang tinggal di rumah Rey..Genie masih merintis karirnya sebagai designer mengikuti jejak kaka iparnya Alana dan Gian dia ikut dengan Rachel katena Rachel ingin selalu bersama Laura maka dari itu mereka tinggal bersama Rey.
Skip.....
"Bagaimana perempuan sialan itu?"
"Aman tuan"
"Bagus..kalian menyiksanya setiap hari kan?"
"Sesuai perintah anda tuan"
"Bagus"
__ADS_1
Bryan menuju ke tempat dimana Caitlin di kurung..sesampainya di sana Bryan tersenyum melihat perempuan tak berhati itu tengah menjerit-jerit minta di lepaskan.
"Bagaimana kabarmu jallang?"