
Sudah 1 jam Percy masih belum ada kabar dari ruangan yang ada di hadapannya.. Sean bolak balik melirik mendekat dan menjauh dari pintu hanya untuk segera mengetahui keadaan Percy.
Tak berapa lama kemudian dokter keluar dengan raut wajah tak enak..dia menghela nafasnya berat..dokter itu menatap Erick, Nila dan Sean dengan tatapan serius.
"Dok bagaimana istri saya dok?" Sean.
"Huhhh..maaf tuan saya harus menyampaikan bahwa sekarang kondisi ibu dan janinnya tidak dalam keadaan baik-baik saja..saya berat menyampaikan ini pada anda sekalian tapi mau bagaimana lagi saya harus menyampaikan ini..huhhh tuan istri anda saya ini tengah kritis karena pendarahan yang terjadi pada istri anda di anda kehamilannya yang mungkin baru sekitar 4/5 bulan ini..pasien mengalami syok yang dapat berpengaruh terhadap kondisi janin dalam kandungan istri anda..istri anda mengalami yang namanya syok hipovolemik dimana kondisi itu merupakan kondisi yang berbahaya karena dapat terjadi secara tiba-tiba ketika tubuh kehilangan banyak darah atau cairan..Gangguan ini dapat menurunkan volume darah seseorang, yaitu jumlah darah yang beredar di tubuh..Maka dari itu, gangguan ini disebut juga dengan guncangan volume rendah.
Penyakit ini merupakan keadaan darurat yang dapat mengancam nyawa pengidapnya, terlebih lagi jika terjadi pada ibu hamil..darah berguna untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil dan memindahkan oksigen serta nutrisi lainnya ke semua sel yang ada di tubuh..Jika volume darah rendah, organ sulit untuk bekerja..Pada ibu hamil, janin mungkin kekurangan asupan oksigen karena darah yang beredar sedikit tuan..dengan berat hati saya menyarankan penguretan terhadap janin tuan karena tidak memiliki opsi lain..kami sudah berjuang semampu kami tapi karena pendarahan yang terjadi cukup hebat akibatnya janin melemah bahkan luruh tuan.. tidak banyak waktu lagi tuan jika anda ingin istri anda selamat..pilihan ada pada diri anda tuan" dokter menjelaskan dengan seksama.
Duarrrr.......
Nila..dia tak dapat menahan lagi rasa keterkejutan nya dari apa yang dokter itu sampaikan..dia luruh tak sadarkan diri..kenapa harus terjadi bencana ini dalam keluarganya.
"Mommmm" pekik Sean dan Erick bersamaan.
Si dokter itu juga tak tinggal diam..dia memeriksa keadaan Nila dengan seksama.
"Bagaimana dok istri saya?" Erick
"Nyonya hanya syok tuan..silahkan baringkan di ruang rawat biasa saja biar suster memberikan infus nanti" dokter.
__ADS_1
"Baik dok"
Kini dokter beralih menatap Sean yang tengah menangisi keadaan yang dia hadapi..sungguh karena kesalahannya dia harus rela kehilangan anak yang sudah lama dia nanti..apa yang akan Percy katakan jika dia tau nanti..arghhhhhh ingin sekali Sean membunuh keadaan saat itu.
"Bagaimana tuan.. tidak banyak waktu tersisa waktu terus berjalan tuan..anda harus tegar pilihlah yang terbaik atau anda malah kehilangan keduanya" dokter masih sabar
"Lakukan yang terbaik dok..selamatkan istriku hiks" Sean
"Baik tuan..saya permisi,sebentar lagi Anda akan di mintai persetujuan dari pihak rumah sakit untuk menandatangani surat ijin penguretan terhadap janin" dokter.
"Hm.. terimakasih dok" Sean lirih
Setelah kepergian dokter itu benar saja tidak lama datanglah seorang suster menghampiri nya dan meminta menandatangani surat pernyataan bahwa sang suami telah mengijinkan tindakan yang rumah sakit itu lakukan.
"Maafkan aku sayang hiks..maafkan Daddy nak..maafkan Sean mom,dad Sean tidak berguna huhuhuhu.. Sean menyesal telah berbuat ceroboh..maafkan Sean hiks huhuhuhu" Sean sudah sesenggukan sambil duduk di lantai dingin rumah sakit sambil menunggu kemunculan sang Daddy.
"Bagaimana?" tanya Erick dengan mata tajamnya.
"No Hopes dad..sorry" cicit Sean lemah.
Erick menegang mendengar kata-kata Sean..dia mendekati Sean dan mencengkram kuat kerah baju yang dia kenakan..seketika emosinya menyala-nyala bak ingin membakar Sean saat itu juga.
__ADS_1
"KAU..KAU ANAK KURANG AJAR..TIDAK TAU MALU.. AKU KECEWA PADAMU BRENGSEK..KAU MEMBUATNYA PERGI SEBELUM MELIHAT DUNIA..KAU MEMANG TIDAK PANTAS BERSAMANYA..CERAIKAN DIA" ucap Erick menggelegar.
Dafa Erick naik turun kala belum berhasil menguasai emosinya..Erick benar-benar salah mendidik Sean sepertinya..astaga dia telah gagal menjadi Daddy yang baik untuk anak-anak nya.
"No dad..please dad maafkan aku..jangan pisahkan Sean dengan Percy dad..pelase Sean mohon hiks" Sean memohon kepada Erick agar tak memisahkan nya dengan Percy dia tak bisa hidup tanpa istri nya itu.
Erick tak perduli anaknya yang menangis pilu dia kekeh akan memisahkan Sean dengan Percy..semua demi kebaikan bersama dia sebenarnya tak tega tapi dia tak mungkin melihat dan membiarkan Percy menderita berada di dekat anaknya yang kurang ajar itu.
Sean melenggang menuju kamar dimana Jika di rawat..terjadi lagi tragedi kehilangan yang bahkan baru sebentar mereka rasakan kehadiran nya.
Erick juga hancur..dia juga menangis sama seperti waktu Via dulu..dia tak tega melihat wajah yang biasanya penuh binar bahagia kini harus di penuhi air mata..dia lebih baik pergi sejauh mungkin dari kenyataan ini.
Percy telah di pindahkan ke ruang rawat VVIP..sejak Percy di dorong keluar dari ruang operasi Sean terus membuntuti nya hingga berada di ruangan itu.
Matanya menyapu perut Percy yang sudah kembali datar..sakit..sesak..matanya memanas..baru sebentar dia merasakan kehadiran calon anaknya tapi harus di renggut karena tragedi atas kesalahan nya sendiri.
"Maaf sayang..maafkan Daddy nak..Daddy harap kamu bahagia di sana ya..Daddy selalu menyayangi kamu dari sini..maafkan Daddy telah membuatmu pergi nak..maafkan Daddy" batin Sean memandangi wajah pucat nan satu milik Percy.
Bagaimana reaksi Percy nanti jika dia tau bahwa sang anak telah tiada..dia bingung entah harus bagaimana lagi dia merutuki kesalahannya.
Sebenarnya yang terjadi di cafe itu adalah Sean hendak berdiri dan keluar dari ruangan itu namun tanpa di duga kliennya juga ikut berdiri dan tiba-tiba terjatuh dan menyeretnya hingga dia menubruk tubuh kliennya.
__ADS_1
Kliennya menggunakan kesempatan itu untuk membuat kancing kemejanya dengan cepat sambil masih terus melingkarkan kakinya di pinggangnya..posisi yang benar-benar ambigu bagi siapapun yang melihat nya.
Sean amat sangat marah kini..dia akan membuat kliennya bangkrut hingga kea akarnya..dia menghubungi pamannya Deril..dia meminta bantuan pamannya karena hanya pamannya yang bisa melakukan hal seperti itu dengan mudahnya.