Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 98_Sedikit Pelajaran


__ADS_3

Bryan hari ini tak tau kenapa perasaan nya tak tenang..dia selalu kepikiran dengan Via..entah ada apa dengan perasaan nya.


Tak tenang hanya duduk akhirnya Bryan memutuskan untuk kembali ke rumah dan melimpahkan pekerjaan nya pada Robert..jika saja hatinya tenang pasti dia takkan bersikap seperti ini.


"Kenapa telefon nya nggak di angkat ya..kemana Via?"


Bryan kembali mencoba menghubungi Via lagi hingga terdengar suara yang begitu dia rindukan.


"Baby..kau darimana..kenapa telfonnya lama angkatnya?"


Maaf by..tadi ada sampah pengganggu jadi aku singkirkan dulu"


"Hey kau sedang hamil sayang jangan pegang-pegang sampah astaga kalau kau sakit bagaimana sayang?"


"Hey calm down daddy.. we are fine..bahkan anak-anak sepertinya menikmati dan suka kegiatan ku tadi"


"Ouh baby..huhh baiklah sekarang kau dimana?"


"Aku di rumah by"


"Baiklah aku sedang dalam perjalanan pulang kau jangan kemana-mana"


"Iya ..iya..Daddy"


Sambungan telepon terputus Via kembali duduk dengan setoples camilan di pangkuannya..dia hanya memakai gaun hamil berbahan satin agar membuatnya nyaman.


Di saat Via tengah asik menonton televisi mobil Bryan telah sampai di depan rumah.. Via tak beranjak bahkan dia tak mendengar suara mobil Bryan.


Matanya sibuk menatap gambar di televisi itu sambil melaporkan liurnya..wah menggoda sekali pasti kalau dia yang memakannya anak-anak akan suka.


"Aku ingin itu" ucap Via sambil matanya tak lepas dari televisi.


"Baby"


"Ah..hubby love udah sampe?"


"Kau sedang apa hm?"


"By aku mau itu" tunjuk Via pada gambar di televisi.


Melihat televisi seketika dia langsung mengutuk stasiun televisi yang menyiarkan iklan sialan itu..astaga bagaimana ini.


"Mau apa baby?"


"Daddy kami mau itu yang ada di tv"


"Tapi itu tidak enak sayang"


"Tapi kami ingin Daddy"

__ADS_1


"Yang lain saja ya?"


"Nggak mau..maunya itu Daddy ayolah daddy..daddyyyyyy Ayo belikannn"


Bryan memijit pelipisnya yang tiba-tiba pusing..sialan lihat saja nanti akan dia datangi stasiun televisi nya dan dia labrak.


"Baiklah tapi janji di habiskan"


"Iya by..pasti habis"


"Baiklah aku pesankan"


Akhirnya Bryan memesankan makanan yang Via mau..coba kita lihat apakah Via akan menghabiskan makanan pesanannya atau tidak.


Setelah menunggu lama akhirnya makanan pesanannya tiba..Bryan mengambilnya dan membawa masuk dan menghidangkan nya pada Via.


Via yang melihat makanan yang dia inginkan tadi langsung berbinar-binar cerah matanya..Bryan yang melihatnya langsung tersenyum hangat..dia mengusap kepalaVia penuh sayang.


"Ayo makanlah..kau yang memintanya kan tadi?"


"Iya tapi kami hanya ingin melihat Daddy yang memakannya.. bagaimana Daddy mau kan hmmm?"


"Astaga..sudah kuduga..huhhh baby aku tak suka makanan Asia"


"Tapi kami ingin melihat Daddy yang memakannya hiks"


"Huhh baiklah..oke Daddy akan memakannya jangan nangis lagi ya..baby jangan nakal ya nak kasihan mommy"


Ketika Bryan mulai memakannya baru saja sampai di lidahnya dia sudah melet-melet karena rasa asam dan manis di lobak yang sudah di potong tipis bak kripik singkong.


"Emhhh..no baby aku tak bisa memakannya..terlalu asam di lidahku sayang"


"Ya sudah lagian aku sudah tidak mau"


"What...astaga kau mengerjai ku sayang?"


"No Daddy kami hanya ingin melihat Daddy memakannya kan sudah masuk mulut berarti sudah cukup..dimana salahnya Daddy?"


Bryan hanya mengusap dadanya dan menghela nafas panjang..bumil selalu benar Bryan ingat itu.


Iya kau benar..hahaha aku yang salah aduhhh"


"Ishhh sudahlah by..sini aku mau cerita"


"Cerita apa sayang?"


"Jadi tadi aku habis dari rumah mommy terus di anter Sean pulangnya..berangkatnya di jemput Daddy tapi pas pulangnya ada yang mencegat mobil kami..


Sean turun dan mulai deh perkelahian antar satu lawan 3..aku nggak tega biarin Sean di keroyok jadi aku ikut bantuin mukul orang jahat itu pake pentungan besi sampe kepalanya bedarah by..

__ADS_1


Ihhh anak-anak suka by karena sejak aku menghajar orang-orang itu mereka anteng nggak bikin aku mual atau susah kaya biasanya"


Bryan hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Via yang begitu antusias dalam menceritakan pengalamannya mengalahkan musuhnya.


"Baby..dengerin aku ya..lain kali jangan gitu lagi kamu mau mereka kenapa-kenapa hm..sudah kalau Sean bisa menghandle nya lebih baik kamu jangan ikut-ikutan..ya kalau pas kamu nggak mujur gimana coba jadinya?"


"Iya by maafin aku"


"Aku nggak marah sayang hanya saja tolong kedepannya lebih hati-hati ya..besok deh aku akan kasih penjagaan buat kamu biar kalau ada sesuatu hal terdesak kamu nggak perlu turun tangan sendiri gimana?"


"Iya by aku mau...maaf"


"It's ok baby"


Via memeluk Bryan dan mengendus aromanya..dia bahkan mengusap-usapkan wajahnya di dada bidang Bryan..hmm mode manja.


*


*


"Bodoh..apa saja kerja kalian hah..melawan dua orang saja tidak becus..apa bisanya kalian hah?"


"Maaf bos..kami kalah strategi"


"Huhh..pergi kalian sebelum aku habisi sekarang juga"


"Baik bos..permisi"


Orang-orang suruhan Marcus pergi karena mereka tak mau nyawa mereka melayang begitu saja.


"Arghhhhhh bosoh..dasar tidak berguna arghhhhhh..sialan"


Marcus benar-benar tak bisa bertindak sendirian karena dia juga takut akan ancaman Erick dan Rey waktu itu..dia tau mereka takkan bermain-main jika ada yang mencoba mengusik ketenangan keluarga mereka.


"Sialan aku harus apa sekarang..apa aku berpura-pura menjadi rekan kerja Bryan saja ya..arghhhhhh sial tidak mungkin Bryan mau menerima kerjasama dengan ku"


Marcus yang frustasi akhirnya memilih ke club malam untuk bersenang-senang menghilangkan stress di kepalanya.


*


*


"Sudah waktunya aku memulai rencana ku..Bryan nikmatilah masa-mada keemasan mu hahahaha" ucap seorang pria yang sangat membenci Bryan bahkan dia menyamar menjadi karyawan di kantor Bryan.


Sudah beberapa bulan dia bekerja dengan Bryan dia banyak mendapat Informasi mengenai Bryan.


Perlahan dia akan membuat Bryan bangkrut dengan halus agar tak di ketahui oleh orang lain..dia kali ini akan bermain cantik..sudah cukup Caitlin yang bodoh dia takkan mau mengikut jejak Caitlin yang malang.


"Perlahan tapi pasti..kali ini aku pastikan akan berhasil..aku tak mau menjadi seperti mantan rekanku yang bodoh itu..mati sia-sia tanpa hasil..hahaha aku harus lebih cantik dalam menjalankan permainan ini".

__ADS_1


Orang itu adalah Petter rekan Caitlin yang sudah tewas karena kebodohannya sendiri.


__ADS_2