
Sean masih asik dengan laptopnya dan Miley masih asik dengan mimpi nya sementara Percy mulai menunjukkan tanda-tanda akan sadar..jemarinya mulai bergerak-gerak tak beraturan..matanya mulai terbuka meski masih berat.
Perlahan mata indah itu mulai terbuka secara perlahan dan menyesuaikan pencahayaan di ruangan yang dia tempati.
"Aku di rumah sakit..sshh" Percy.
Sean mendengar desisan Percy dia melihat ke arah ranjang rumah sakit dan terbelalak melihat Percy sudah sadar..astaga apa dia terlalu fokus mengerjakan pekerjaannya.
"Hey kau sudah sadar?" Sean.
"Aku sudah lama di sini?" Percy lirih.
"Lumayan.. bagaimana apa masih ada yang sakit?" Sean.
"Perutku ngilu" Percy.
"Tidak apa-apa tapi jangan banyak bergerak karena kau baru saja menjalani operasi dan luka jahitannya masih basah" Sean menjelaskan.
"Ah ya..aku baru ingat..haha aku dengan Miley tadi sempat tawuran dengan 4 orang preman kampret sialan ya..sshhh" Percy.
"Sudah ku bilang jangan terlalu banyak gerak..diamlah apa kau butuh sesuatu?"Sean
"Emm..aku ingin ke kamar mandi sebenarnya" Percy.
"Baiklah..kau pegang tiang infusnya" Sean.
"Eh..mau apa?" Percy.
Percy terkejut kala Sean membungkukkan badannya dan kedua tangannya terulur ke belakang leher juga belakang lututnya.
"Aku mau menggendong mu..apa kau bisa jalan sendiri hm?" Sean.
"Haha..baiklah maaf aku berfikir yang tidak-tidak" Percy.
"Tidak masalah kali ini tapi jika lain kali rasakanlah hukuman dari ku" Sean.
Sean mengangkat Percy dengan perlahan..dia tak mau membuat Percy kesakitan..sampai di depan kamar mandi Percy membukakan pintu agar Sean bisa dengan mudah membawanya masuk kedalam dan menuntaskan hasrat kencingnya.
Percy di dudukan di atas kloset..Sean keluar karena dia tak mau membuat Percy malu juga tak mau membuat sesuatu yang sudah tertidur amat sangat lama malah bereaksi dan terbangun karena pemandangan indah yang menggugah iman.
"Aku keluar dulu jika butuh sesuatu panggil saja" Sean.
"Hmm.. terimakasih" Percy.
__ADS_1
Setelah Sean keluar Percy mulai menuntaskan hajat nya..dia sesekali melihat arah pintu takut-takut Sean tiba-tiba masuk dan melihatnya tengah setengah telanjang di bagian bawahnya.
"Semoga saja dia tidak masuk..akan sangat memalukan jika dia melihatku begini" Percy.
Selesai dengan hajat nya kini Percy sudah membenarkan kembali pakaian bawahnya..dia memanggil Sean ketika sudah berjalan hampir di depan pintu.
"Sean" Percy.
Sean masuk dan mendapati Percy tengah berdiri di depan pintu..astaga apa gadis itu berjalan sampai depan pintu.. benar-benar keras kepala.
"Kau berjalan sampai sini?" Sean.
"Menurutmu?" Percy
"Huhh kau ini keras kepala sekali sih?" Sean.
"Sudahlah..aku sudah pengap di kamar mandi" Percy.
"Baiklah..dasar menyebalkan" Sean.
Sean menuntun Percy karena Percy tak ingin di bopong lagi dia lebih nyaman berjalan sendiri..dia juga merasa kaku karena tak bergerak selama beberapa jam.
Sampailah mereka di ranjang lagi.. Sean mengangkat Percy dan merebahkan kembali tubuh Percy tapi Percy menolaknya karena dia bosan hanya berbaring.
Sean menghela nafasnya panjang.. benar-benar di saat sakit saja masih keras kepala..eh ingat janjimu Sean baiklah dia akan menuruti keinginan Percy.
"Sudha puas?" Sean.
Percy nyengir..dia tidak lagi hanya berbaring..dia menunjukkan bahwa dirinya benar-benar bosan jika hanya berbaring saja.
"Aku sangat nyaman.. terimakasih Sean you are the best" Percy
"Hm..sama-sama..apa kau lapar?" Sean.
"Sedikit" Percy.
"Baiklah tunggu dokter memeriksamu dulu barulah boleh makan..tidak apa-apa kan?" Sean.
"Iya tidak apa-apa" Percy.
Mereka masih mengobrol entah apa saja hanya mereka yang tau..Miley..hahaha dia masih asik di alam mimpinya tak terganggu dengan suara Sean dan Percy asatga.
*
*
__ADS_1
Frank mulai menjalankan aksinya..dia akan mengalihkan perhatian dari penjaga yang ada di depan kamar rawat Percy saat dokter palsu dan perawat palsu itu masuk kedalam kamar itu.
Sementara petugas kebersihan atau OB palsu juga sudah mulai bergetar membersihkan dari ujung bangsal hingga hampir mendekati kamar rawat Percy.
Dokter palsu dan perawat palsu itupun mulai mendekati kamar rawat Percy setelah berkunjung di kamar lain untuk meyakinkan bahwa mereka adalah petugas rumah sakit asli dan tak menimbulkan kecurigaan penjaga itu.
Penjaga itu masih awas menelisik dokter dan perawat palsu itu..dia tak mau kecolongan..dia sudah mengantisipasi jika ada hal-hal yang di luar kemampuan nya.
Tak ada tanda-tanda mencurigakan dari dokter dan perawat palsu itu hingga penjaga membiarkan saja dan berfikir mungkin memang benar mereka adalah orang-orang rumah sakit yang sedang berganti sift.
Tinggal 4 kamar lagi sebelum dokter dan perawat palsu itu sampai di ruangan Percy..mereka berusaha senormal mungkin agar tak menimbulkan kecurigaan pada pasien yang tengah mereka tangani dan periksa.
"Baiklah tuan nyonya kami permisi memeriksa pasien lainnya ya..di jaga kesehatan nya" dokter palsu.
"Terimakasih dokter" keluarga pasien lain.
Dokter dan perawat palsu itu menuju ruangan di sebelahnya lagi hingga semakin dekat dengan ruangan dimana Percy berada..sedikit lagi.. sedikit lagi mereka akan mendapatkan perempuan sialan itu.
Dari ruangan sebelah kini dokter dan perawat palsu itu berpindah lagi ke ruangan sebelahnya lagi hingga tibalah di ruangan Percy..mereka tersenyum menyapa penjaga itu dan seketika itu juga Frank datang dan membuat onar.
"Percyyyyyy" Frank.
"Hey kau jangan berisik" penjaga.
"Percyyyyyy keluarlah " Frank.
"Sialan kau.. benar-benar mengganggu" penjaga.
"Maaf tuan di karang ribut karena bisa mengganggu pasien lain" dokter palsu.
"Diam kalian..aku hanya ingin bertemu dengan Percy.. percyyyyyy" Frank.
"Astaga..sialan kau" penjaga.
Penjaga itu menghampiri Frank Sinatra menyeretnya menuju lantai bawah..dia akan memberikan perhitungan pada Frank karena bermain berteriak di depan ruangan Percy.
Sementara dokter dan perawat palsu itu masuk kedalam dan menyapa Percy juga Sean dengan ramah..Sean hanya menatap penuh curiga pada dokter dan perawat palsu itu.
"Selamat siang tuan..nona..kami ingin memeriksa kondisi nona" dokter palsu.
"Silahkan" Sean dingin.
Sean masih menatap kegiatan dokter palsu itu tanpa dia sadari perawat palsu yang datang bersama dokter palsu itu mulai menjalankan tugas nya yaitu menyemprotkan cairan bius dari alat semprot khusus.
Sean merasakan kepalanya pusing tapi tetap berusaha untuk menjaga kesadarannya sementara Percy dia sudah tak sadarkan diri karena dokter palsu itu sudah menyuntikkan obat bius pada selang infusnya.
__ADS_1
"Rencana berhasil"