
Dia kira Bryan hanya bisa menggertaknya saja tapi ternyata dugaannya salah..dia salah mencari lawan..dia terlalu terburu-buru..sekarang menyesal tiada guna..nasi sudah menjadi bubur.
Cetarrr.......
"Arghhhhhh"
Cetarrr.....
"Arghhhhhh"
"Bagaimana rasanya bitchh..kau menikmatinya atau masih kurang?"
"A..m..pu..n"
"Hahahaha sekarang barulah kau meminta ampun padaku tapi sebelum ini apakah kau memikirkan resiko yang bisa kau tanggung setelah perbuatanmu hah..kau bahkan sepertinya tidak perduli pada nyawa orang lain benar begitu?"
"Ma..af..b..Bry..an.."
"Sudah terlambat..kau mau melihat kegilaanku bukan..maka lihat dan rasakan sendiri kegilaanku ini bitchh"
Setelah berucap seperti itu Bryan mencambuk lagi punggung Caitlin yang masih amat sangat sakit tapi Bryan tetaplah Bryan dia tak perduli yang dia tau hanyalah membalaskan kesakitan istrinya.
Cetarrrrr....
Cetarrrr......
Cetarrr.......
"Arghhhhhhhh ampuuuuuuunnnnnnn"
__ADS_1
"Ampuuuuuunnnnn sakittttttttt..arrrggghhhhhh"
Seketika Caitlin tak sadarkan diri namun masih hidup Bryan tak membunuhnya secara langsung dia akan membiarkan Caitlin menderita di saat-saat terakhirnya..kematian tak akan semudah itu Bryan berikan padanya.
"Urus dia..biarkan dia tersiksa"
"Baik tuan"
Bryan pergi dari markas kematian menuju rumah Rey untuk menemui istrinya..dia merindukan istrinya padahal baru beberapa jam tak bertemu dia sudah rindu saja dengan Via.
"Aku merindukan Via..ishhh ingin rasanya ku kurung Via di kamar dan tak ku ijinkan keluar sama sekali"
Dalam perjalanan menuju kediamam Rey..Bryan menelfon Via karena sudah tak tahan merindukan istrinya.
"Baby kau sedang apa?"
"By..aku sedang berenang"
"Baiklah tapi setelah melihatku kau pasti akan langsung berlari ke sini hahaha"
"Lihat saja nanti baby"
Tanpa Bryan duga Via mengirimkan foto dirinya yang sedang di dalam air pada Bryan.
Sontak Bryan melebarkan matanya melihat Via yang amat meng go da di matanya..sial dia harus segera sampai di rumah..arah tujuannya kini bukan ke rumah Rey melainkan rumah mertuanya.
"Kau berani sekali men go da ku baby..rasakan hukuman dariku sayang..lebih cepat pak"
__ADS_1
"Baik tuan"
Sang supir hanya menuruti apa kata tuannya..dia sebenarnya bingung melihat kelakuan dan gelagat sang bos..gelisah..tak tenang aishhh mukanya juga sudah seperti menahan sesuatu..apakah bosnya tengah menahan buang air besar.
Tak berapa lama kemudian Bryan sampai di rumah..dia langsung turun dan berlari seperti dugaan Via sebelumnya.
Setelah mengunci semua pintu Bryan juga tak lupa untuk mematikan kamera pengawas di setiap sudut rumah itu tentu saja untuk memudahkannya melancarkan aksinya pada Via.
Di rasa semua sudah aman kini Bryan sudah tiba di belakang rumah Via dan segera me lu cu ti pakaiannya hingga tersisa kollor nya saja..dengan perlahan dia memasuki air dimana Via kini tengah bersantai sambil memejamkan matanya.
"Aku bisa gila baby..shitt" batin Bryan melihat ke mo lek kan tubuh Via.
Perlahan Bryan mendekati Via dan dengan jahilnya dia menyelam dan menarik tali celana da lam milik Via hingga terlepas..sontak itu membuat Via menjerit dan terkejut.
"Arghhh siapa kau..keluarrrr"
"Lepaskan akuuuuu arghhhhh..brengsek lepakan tolonggggggg"
"Tolon__mmmmpppp"
Bryan membungkam Via dengan tangannya dan menunjukkan wajahnya seketika Via lega karena yang berusaha menyentuhnya adalah suaminya sendiri..ahh dia hampir mati ketakutan.
"Bryan..astaga kau ini"
Bughhh....
"Aww...sakit baby..kenapa memukulku?"
"Kau tanya kenapa hah?"
__ADS_1
Bryan menganggukkan kepalanya dan Via kembali menghajar Bryan di bagian perutnya..suami sialan..umpatnya.