
"Sayang kau sedang apa hm?" Sean
Sean melihat Percy tengah melamun entah memikirkan apa..dia hanya tak mau Percy terlalu banyak pikiran dan akan menghambat proses penyembuhan nya.
"Sean" Percy
"Sedang memikirkan apa hm..jangan banyak berfikir yang tidak-tidak ya..nanti kesehatan mu terganggu hm?" Sean
"Iya..maaf" Percy
"Baiklah sebaiknya kita masuk kedalam ya..hari semakin sore..dan tidak baik bagi kesehatan..ayo" Sean
Percy mengikuti Sean kedalam rumah..mereka duduk di rumah tamu dan menikmati pemandangan matahari terbenam dari balik jendela ruang tamu.
Percy menyandarkam kepalanya pada bahu Sean..Sean mengelus surai coklat Percy dengan penuh kelembutan dan cinta..dia sangat menikmati waktunya bersama Percy hanya berdua tanpa ada orang lain.
"Apa kau suka tinggal di sini sayang?" Sean
"Iya Sean" Percy
"Kau mau selamanya kita di sini hm?" Sean
"Tidak tau" Percy
"Tidak apa-apa jangan terlalu di pikirkan ya..aku tak mau kau sakit hm..kau mau jalan-jalan tidak besok ke mall?" Sean
"Tidak" Percy cepat
"Baiklah tidak apa-apa..jangan kelelahan ya..sebaiknya kita makan dulu saja bagaimana?" Sean
"Iya" Percy
Sean dan Percy menuju ruang makan.. Sean sudah memasak untuk mereka..hanya makanan simple seperti pasta atau omelette atau nasi goreng.
Sean tidak terlalu suka makan makanan berat..dia lebih suka ngemil.. Percy hanya memakan makanan itu sedikit dia tak terlalu bernapsu akhir-akhir ini.
"Kenapa hanya sedikit..apa tidak enak makanannya?" Sean heran.
Percy tidak menjawab dia hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak suka..Percy tidak berani bilang pada Sean karena takut Sean marah.
"Tidak usah takut..aku tidak akan marah hm?" Sean
"Tidak marah?" Percy
"Iya tidak marah..jadi kalau tidak suka katakan langsung saja ya supaya aku tau bahwa kamu tidak suka makanan nya" Sean
"Iya..maaf" Percy
__ADS_1
"Tidak apa-apa..sekarang habiskan dulu ya..besok mau makan apa?" Sean
"Tidak tau Sean" Percy
Sena tersenyum karena Percy sudah jauh lebih membaik keadaan nya..hanya satu tantangan yang harus dia lewati yaitu keramaian dan orang baru..sepertinya akan sulit baginya untuk belah duren.
*
*
"Apa kau baik-baik saja?" penyelamat Miley
"Aku di mana..loh tuan Griffin?" Miley
"Ya ini aku..apa kakimu masih sakit sekali?" Griffin
"Iya..apa kau yang membawaku ke apartemen ku?" Miley.
"Ini apartemen ku" Griffin
"Hahhh..astaga benarkah?" Miley terkejut
"Suara tidak usah di pikirkan..sebaik nya gantilah pakaian mu dengan ini" Griffin
"Baiklah terimakasih tuan atas bantuannya" Miley.
Sungguh dia tidak berani kemanapun setelah ini bukan karena takut dengan Frank tapi takut kejadian serupa terulang kembali..dia tidak akan membuat sahabatnya menderita lagi..sudah cukup pria bejad itu mengusik ketenangan sahabat nya,kini dia akan lebih berhati-hati lagi.
Selesai dengan mandinya kini Miley tengah duduk di atas ranjang ruang tamu di apartemen Griffin.. apartemen yang terbilang cukup mewah memiliki 3 kamar di dalamnya..dapur yang tak terlalu besar semakin membuat penampakan apartemen itu terlihat rapih dan tertata.
Miley kira dia tengah berada di apartemen milik Genie yang dia tempati tapi ternyata dia salah karena masih lebih rapih apartemen Griffin daripada yang dia tempati.
"Ternyata dia orangnya rapih juga..ah atau karena art saja..hishhh sudahlah ngapain juga repot-repot mikirin orang lain" Miley
Miley berjalan keluar dari kamar dengan pincang karena kakinya masih membengkak namun sudah di obati Griffin juga pelurunya sudah di ambilnya beserta di jahit sekaligus waktu dia tak sadarkan diri.
Miley melihat Griffin tengah di dapur.. sepertinya pria itu tengah memasak..astaga dia kan jadi malu karena tidak bisa memasak..lihatlah pria kaku itu saja bisa memasak masa kau kodratnya sebagai wanita tidak bisa memasak astaga memalukan.
"Kau sedang memasak apa tuan?" tanya Miley.
"Oh kau sudah selesai.. bagaimana kakimu..apa masih sakit?" Griffin
"Em..sudah tidak apa-apa.. terimakasih sudah merawat ku dan maaf atas sikapku tadi siang yang kurang sopan padamu" Miley.
Griffin tersenyum melihat dan mendengar Miley berkata seperti itu..astaga kenapa gadis itu jadi menggemaskan sekali sih..hey Griffin sadar bang.
"Tidak apa-apa..tidak usah di pikirkan..duduklah makan dulu aku tau kau pasti lapar" Griffin
__ADS_1
"Sebaiknya aku pulang dulu saja karen__" Miley
"Kau tidak akan kemanapun.. apartemen itu mungkin sudah tidak aman lagi buatmu jadi tinggallah di sini saja sampai Percy dan Sean kembali dan keadaan sedikit lebih aman" Griffin menyela.
"Tapi apa tidak merepotkan tuan?" Miley.
"Tidak sama sekali..duduklah" Griffin
"Emm baiklah terimakasih tuan" Miley.
*
*
Di negara A Percy semakin hari semakin menunjukkan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa dia sudah kembali seperti dulu hanya saja ketakutannya terhadap orang baru masih harus Sean usahakan lagi.
Percy sudah bisa berinteraksi dengan orang-orang yang di kenalnya dengan baik..bukan hanya sekata dua kata tapi dia membalas dengan senyuman juga perkataan yang lumayan memuaskan bagi si penanya.
Sean juga selalu memberikan support nya kepada Percy agar dia bisa kembali seperti dulu..Sean tak pernah lelah membujuk bahkan mengenalkan dia pada orang baru terutama laki-laki.
Sean pikir bisa dengan mudah memperkenalkan teman lelakinya pada Percy tapi seperti nya akan sangat sulit baginya untuk melakukan itu demi kesembuhan Percy karena Percy menolak secara terang-terangan bahkan histeris kala melihat pria lain ada di sekitarnya.
Tentu kabar itu langsung sampai di telinga kedua orang tua Sean dan mereka bahkan langsung bertandang ke negara A untuk menghajar Sean secara khusus.
Kini Sean tak lagi mengusahakan hal bodoh itu biarkan nanti Percy dengan sendirinya memberanikan diri bertemu keluarganya dulu lebih tepatnya agar tak kaget ketika melihat mereka kelak.
"Sayang kau sedang apa..kenapa melamun di sini?" Sean
"Sean..bunganya indah..aku suka" Percy
"Apa kau mau menambah bunga lagi?" Sean
"Tidak usah..ini sudah cukup" Percy
"Kau semakin cantik dan aku suka sayang" Sean
"Benarkah..memang aku tidak cantik kemarin-kemarin?" Percy tersenyum
"Haha tentu cantik tapi kecantikan mu semakin bertambah semakin harinya..kau tau" Sean.
"Terimakasih suamiku" Percy
"Sama-sama istriku" Sean
Sean belum berani menyentuh Percy takut bayangan sialan itu menghampiri Percy lagi dan membuatnya histeris lagi..dia tidak akan melakukannya untuk waktu dekat ini tapi tidak tau untuk kedepannya..dia tidak bisa menjamin karena dia adalah seorang pria normal yang pasti membutuhkan asupan nutrisi plush plush.
__ADS_1