Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 91_Honeymoon


__ADS_3


"Woahh it's a beautiful by..i love it"


"Jika kau suka berarti aku tak salah sudah memboking satu area ini khusus untuk kita"


"You are the best husband ever by"


"Oh baby aku tunggu bayaranmu"


"Berapa yang kau inginkan tuan suamiku?"


"Semampumu baby"


"Oh aku suka tantangan by..jangan menyesal"


"Never baby"


Mereka menuju villa..helikopter yang membawa Via dan Bryan mendarat di pesisir pantai dekat villa yang akan mereka tempati.


Sampailah mereka di dalam villa..nuansa putih tulang begitu memanjakan mata Via..tak henti-hentinya dia berdecak kagum..di lihat dari luarnya memang kecil tapi setelah masuk kedalam ternyata luas dan apik.


"Ok baby sekarang apa yang ingin kau lakukan?"


"I want to swimming..did you?"


"Yes"


"Let's go"


Mereka tak beristirahat..mereka langsung berenang menikmati keindahan tempat itu..Via dan Bryan saling memeluk menikmati suasana indah di villa itu..sesekali kecupan ringan mereka daratkan pada pasangan masing-masing.


"Love you baby"


"Love you more hubby"


"Apa kau lapar?"


"Sedikit"


"Aku pesankan makanan dulu ya?"


"Ok"


Bryan naik ke atas dan menekan walki talki untuk memberi perintah agar menyiapkan makanan untuk mereka.


Selesai dengan urusan makanan kini Bryan bergabung lagi dengan sang istri yang masih asik berendam di kolam air hangat itu..cuaca memang sedikit terik tapi hawanya agak dingin hingga kolam itu di sulap menjadi kolam air hangat oleh Bryan.


Bryan memeluk Via dari belakang dan melabuhkan tanda merah di leher Via..Via juga tak mau kalah..dia berbalik dan langsung membuat stempel merah di leher Bryan.


Bryan hanya diam menikmati gigitan dan sesapan kuat dari Via..dia hanya terkiki dan terkekeh melihat seberapa inginnya Via membuat stempel kepemilikan di lehernya.


"Sudah baby?"


"Huhh sudah tapi bibirku kebas..sialan"


"Hahaha berarti kau belum handal baby..masih banyak waktu sayang tenang saja"


"Baiklah akan aku jadikan lehermu sebagai kelinci percobaanku tuan suami"


"Aku sangat menantikannya istriku"

__ADS_1


Bryan dan Via kembali pada posisi masing-masing..menikmati suasana tenang tanpa gangguan pengunjung lain adalah hal terindah bagi keduanya.


Walki talki Bryan berbunyi menandakan makanan untuk mereka telah siap..Bryan mengambil bathrobe atau kimono nya dan menuju tempat dimana makanan itu di letakkan.


Bryan melihat seorang pelayan wanita dengan gaya berpakaian minim tengah membenahi riasannya dengan mendorong troli makanan dan menghampiri Bryan.


Bryan tak suka ada wanita sebegitu murahnya ingin menggoda suami orang..dia ingin melihat seberapa kekehnya wanita itu menggoda dia.


"Tuan makanan anda" ucap wanita itu sambil sedikit membusungkan dadanya.


"Kenapa kau yang mengantarkannya?"


"Em..itu tuan..yang bertugas mengantarkan ini sedang ada halangan maka dari itu saya menggantikannya"


"Lalu?"


"Em..biar saya bawakan sampai dalam tuan"


"Tidak usah"


"Tidak apa-apa tuan..saya hanya ingin membantu anda agar tidak kesusahan"


"Pergi"


"Ayolah tuan..tidak apa-apa"


Bryan menekan walki talki nya dan meminta manager tempat itu mendatangi villa nya..dia kesal moodnya berantakan..butuh pelampiasan.


"Maaf tuan menunggu lama..ada apa ya tuan anda memanggil saya?" ucap manager itu sopan sambil melirik heran seorang pelayan wanita.


"Apa kau tak memberitahukan pada karyawanmu bahwa aku tak ingin ada seorang wanita yang memasuki wilayah villa ku hah?"


"Maaf tuan..saya sudah memberitahukan pada karyawan saya sebelumnya"


"Ma..maaf tuan..sa..sa..ya tidak tau"


"Pecat dia atau tempat ini rata dengan tanah"


"Tu..an..maafkan saya..maaf atas kelalaian saya"


Bryan tak menggubris ucapan manager itu dia hanya menatap pelayan iti dengan tatapan membunuh.


"Ganti semua makanan ini dengan yang baru..aku tak mau jika sesuatu terjadi dengan kami jika kami memakan makanan ini..asal kau tau dia sudah berusaha menggodaku dengan penampilannya yang menjijikan itu..aku tak tau apa yang dia berikan pada makanan ini tanpa sepengetahuan kalian..ganti dengan yang baru dan yang bertugas mengantarkan makanan adalah kau manager..aku tak mau makanan ku di sentuh tangan wanita menjijikan lagi kau paham?"


"Paham tuan..maafkan saya..akan segera saya ganti dan akan saya antar sendiri saya juga akan mengawasi proses memasaknya secara langsung"


"Bagus pecat dia aku tak mau dia di sini lagi"


"Baik taun"


"Tuan..maafkan saya tuan..saya menyesal" ucap wanita itu memohon.


Bryan tak bergeming dia memilih masuk kedalam dan menemani istrinya..Bryan juga meminta beberapa penjaga di depan untuk menjaga wilayahnya agar tak sembarangan orang bisa masuk.


"Baby"


"Loh mana makanannya?"


"Di ganti yang baru baby"


"Why?"

__ADS_1


"Something happen baby"


"What's that?"


"Sudahlah aku tak mau menceritakannya padamu nanti yang ada kau akan meruntuhkan tempat ini lagi"


"Oke..jika itu yang terbaik menurutmu"


*


*


"Siapa yang menyuruhmu mengantarkan makanan ini hah?"


"Maaf tuan..saya hanya ingin membantu saja"


"Apa ucapanku kemarin tak kau dengarkan?"


"Dengar tuan..hanya saja__"


"Apa..kau ingin menggoda nya begitu?"


"Ti..dak..tuan"


"Lalu sejak kapan pakaian kurang bahan ini menempel di tububmu ini hah..apa aku menginjinkan karyawan di sini memakai pakaian ketat sepertimu hah?"


"Maaf tuan..saya tidak bermaksud tuan..maafkan saya"


"Tidak ada maaf untukmu..pergi ambil gajimu dan jangan pernah kau tampakkan wajahmu di depanku lagi mengerti?"


"Tu..an..maaf..tuan"


"PERGIIII"


Akhirnya pelayan wanita itu di pecat dan meninggalkan wilayah itu..dia benar-benar bodoh karena tidak mendengarkan arahan managernya kemarin..sial.


Sementara manager itu kini tengah mengantarkan makanan pesanan Bryan..dia benar-benar menepati ucapannya dia mengawasi sendiri cara masak kokinya hingga terhidang di atas piring.


"Katakan pada tuan Bryan manager mengantarkan makanannya"


"Baik"


Penjaga itu mulai menekan walki talki nya dan memberitahu Bryan bahwa makanannya telah siap.


Bryan menemui manager itu dan mengambil makanan itu..dia juga akan memberikan tips jika makanan itu di sukai istrinya..tak tanggung-tanggung Bryan akan merekomendasikan bahkan mensponsori segala pembangunan tempat itu jika istrinya menyukai makanan itu.


Tentu saja manager itu sangat bahagia dan dia berharap semoga istri Bryan suka dengan makanan itu.


"Baby..makan dulu"


"Bantu aku naik by..kakiku sedikit kram"


"Astaga kenapa tidak bilang baby..ayo aku bantu"


Bryan mengangkat Via menuju meja makan yang ada di tepi kolam..Via mulai memakan makanan itu dan terlihat menyukainya.


"Bagaimana baby enak?"


"Hmmm..enak by..aku suka"


"Begitukah?"

__ADS_1


"Iya..aku mau makanan ini selalu jadi makan siang kita bolehkan?"


"Sure baby"


__ADS_2