
"Jangan.. jangan mendekaaaattt.. PERGIIII PERGIIII" Percy
Percy menjerit histeris kala seorang dokter laki-laki mulai mendekati nya..fikirannya. seakan menstimulasi kejadian kemarin lagi.
"Hey tidak apa-apa..aku di sini" Sean.
sean mencoba menenangkan Percy yang tengah di landa histeris karena melihat seorang pria yang dia anggap sebagai pria kemarin.
"PERGIIII.. PERGIIII jangan mendekaattttt arghhhhhh" Percy.
"Tuan sepertinya nona memiliki trauma dengan pria asing..sebaiknya saya panggilkan dokter wanita saja" dokter itu.
Saran dokter yang hendak memeriksa keadaan Percy.
"Baiklah dok" Sean.
"Sean..aku..aku takut hiks.. aku takut..dia..mereka..hiks..mereka ingin..hiks arghhhhhh" Percy
"Hey tenang Percy..ssssttt tenang"
Percy seperti orang yang tengah kesurupan menjerit bahkan tak segan-segan membuang segala yang ada di dekatnya..Sean tetap tenang dan berusaha untuk memberikan kenyamanan bagi Percy.
"Percy hey..look at me.. Percy" Sean.
"Aku..hiks..aku__" Percy
"Ada aku di sini..aku tak akan membiarkan mereka menyentuhmu..tenang ya..jangan begini percaya padaku" Sean.
Percy sedikit lebih tenang namun masih memeluk Sean erat..matanya bergerak kesana-kemari seakan mengawasi sekitarnya takut ada orang yang hendak berbuat jahat padanya.
Tak berapa lama kemudian datanglah seorang dokter wanita menghampiri Percy juga Sean..dokter wanita itu tersenyum dan berusaha bersahabat dengan Percy.
"Nona..Hay kenalkan saya Amalia" dokter wanita itu.
"Percy ayo jabat tangannya..tidak usah takut" Sean.
"Dia..dia tidak jahat kan..di..dia ba..baik kan?" Percy.
"Iya dia baik..tidak usah takut ya.. percaya pada ku" Sean.
__ADS_1
Percy menjabat tangan dokter itu tapi dengan secepat kilat kembali dia tarik lagi..Percy masih belum percaya dengan orang-orang baru yang dia lihat..jika dengan Sean dia tidak takut karena dia merasa aman dan nyaman dengan Sean.
"Nona..bolehkah saya periksa keadaan anda..jangan takut saya tidak jahat..kita bisa berteman..apa nona mau berteman dengan saya?" dokter Amalia.
Percy hanya mengangguk sambil terus memegang lengan Sean dengan erat..dia tak mau tiba-tiba ada orang jahat yang mendekatinya.
"Bolehkah saya meminta tangan nona..tidak akan lama kok..sebentar saja" dokter Amalia.
Percy mengulurkan tangannya dengan ragu tapi Sean memberikan semangat dan dukungan seakan Percy tidak perlu takut karena ada dirinya yang akan menjaga keselamatan nya.
Dokter Amalia memeriksa denyut nadi Percy lalu dengan perlahan mulai melakukan pemeriksaan menyeluruh hingga selesai.
"Bagaimana dok..apa parah?" Percy.
"Sepertinya nona Percy mengalami trauma dengan kejadian yang seperti pelecehan mungkin..maaf sebelumnya apa nona pernah atau hampir mengalaminya tuan?" dokter Amalia.
"Ya..kemarin dok" Sean jujur.
"Hmmm saya sarankan agar nona berkunjung ke suatu tempat yang sedikit tenang agar otaknya bisa merefresh dan mengganti memori yang buruk..mumpung ini masih di awal gejala dan belum terlalu parah jadi sebaiknya alangkah baiknya di segerakan tuan agar proses penyembuhan nya semakin cepat dan maksimal" dokter Amalia.
"Huhhh baiklah dok.. terimakasih sarannya..akan saya pikirkan" Sean.
"Baiklah saya permisi dulu kalau begitu..nona Percy semoga lekas sembuh ya" dokter Amalia tersenyum manis.
*
*
"Hey kau mau ikut aku berlibur..kita akan berkeliling dunia..apa kau mau hm?" Sean.
"Apa..ada orang jahat.. aku takut" Percy
"Tidak ada..tenang ya..apa kau tak percaya padaku hm?" Sean
"Tapi aku takut..dia..mereka..hiks jahat aku takut" Percy
"Hey..hey..hey..lihat aku..apa kau tidak percaya padaku?" Sean.
"Aku takut..mereka.. mereka jahat" bisik Percy dengan mata yang kesana kemari.
__ADS_1
"Tidak ada..tidak akan ada orang jahat"
Percy diam saja tidak menjawab tapi matanya terus menatap kesana kemari sekarang merasa ada yang mengawasi dan mengincar nya.
Sean sedih melihat Percy seperti ini..sungguh dia tidak tega melihat gadis yang biasanya tangguh dan menyebalkan menjadi seperti ketakutan seperti ini.
"Percy kenapa kau jadi seperti ini..sadarlah Percy sadarlah" Sean membatin.
Tak ada pergerakan dari Percy Sean melihat ke bawah dan lega karena Percy sudah terlelap namun tangan gadis itu masih kekeh tak mau lepas dari lengan Sean.
Perlahan Sean membaringkan tubuh Percy ke atas ranjang dengannya yang tak mau jauh dari Percy seakan takut jika gadis itu bisa terbangun kapan saja dan akan histeris jika tak melihatnya.
Sean bangkit karena ingin membersihkan diri karena sedari tadi pagi dia belum membersihkan dirinya karena Percy terus tidak mau di tinggal.
"Aku mandi sebentar ya..jangan bangun dulu" Sean.
Entah dorongan darimana hingga dia berani mencium kening Percy..astaga katakan lah dia sudah gila..hahaha dia sudah gila.
Sean mandi dengan cepat takut Percy bangun dan histeris lagi..dia benar-benar tidak tenang meninggalkan Percy sendirian.
Selesai mandi Sean berbaring di sebelah Percy dan memeluk nya erat penuh cinta..dia berjanji akan membuat gadis dalam dekapannya itu menjadi gadis yang dulu lagi..yang kuat,garang juga bar-bar.
"Aku janji akan membuatmu kembali seperti dulu lagi..bertahanlah sebentar lagi" Sean.
Sean memejamkan matanya karena lelah sedari pagi Percy terus menempel padanya dan tak mau melepaskan nya..Sean tidak keberatan karena dia juga bertanggung jawab atas apa yang menimpa Percy.
Paginya Sean dan Percy sudah bersiap keluar dari rumah sakit dan menuju landasan pacu pribadi milik keluarga Wilson untuk melakukan penerbangan menuju pulau H dimana hanya ada satu villa yang berada di sana.
Pulau H adalah pulau bersejarah bagi keluarga Wilson..di sana menjadi tempat singgah bagi Laura, Rachel dan juga tempat bulan madu bagi Gio dan Alana.
Sebenarnya ada satu tempat lagi yang akan mereka kunjungi untuk beberapa waktu kedepan yaitu negara A dimana di negara itulah Sean lahir dan tumbuh menjadi bocah menggemaskan bersama adik dan kakaknya.
"Kau siap jalan-jalan bersamaku?" Sean
Percy tak menjawab dia hanya waspada sambil melihat kesana-kemari takut ada orang jahat yang mendekati mereka.
"Baiklah..pegang erat tanganku jika kau takut" Sean
Percy melakukan apa yang Sean katakan padanya..dia memegang tangan Sean berat dan sangat menempel..dia tak mau jauh dari Sean karena Sean adalah satu-satunya orang yang dia percaya .
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Percy hanya menempel pada Sean..dia juga kadang takut jika di datangi pramugari atau staf pesawat milik Wilson famili..Sean maklum dia memeluk Percy dengan memberikan kehangatan dan kenyamanan dan juga rasa aman agar gadis itu tidak takut lagi jika ada yang datang hanya untuk sekedar menanyakan nyaman atau tidak ataupun menawarkan makanan.