
"Sean sekarang jelaskan pada mommy kenapa Percy bisa sampai seperti itu son?" Nila
"Besok saja mom..sekarang lebih baik kalau istirahat agar tak terlalu lelah" Sean.
"Baiklah..kau juga istirahat..jangan jauh-jauh darinya" Erick
"Iya mom..dad..night" Sean
"Hmm night too Sean" Erick Dan Nila bersamaan.
Setelah kepergian Sean ke kamar kini hanya tersisa Erick dan Nila di rumah tamu..mereka masih ingin di sama sebentar lagi.
"Yank.. Sebenarnya ada apa dengan kejadian penculikan kemarin..aku sangat penasaran karena reaksi Percy benar-benar seperti orang yang mengalami trauma berat karena suatu hal bukan hanya penculikan" Nila
"Sudahlah sayang besok Sean saja yang menceritakan semuanya.. sebaiknya kita istirahat dulu aku juga lelah" Erick
"Huhh baiklah" Nila
Akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat karena memang hari sudah mulai malam..mereka tak mau terkena rematik jika tidur terlalu malam..canda gaes.
*
*
Paginya Sean terbangun dan mendapati Percy masih terlelap dengan damai..ya mereka satu kamar dan satu ranjang karena tidak mungkin baginya untuk meninggalkan Percy sendirian di kamar.
Pernah suatu pemikiran terlintas di otaknya untuk menikahi gadis itu agar tak menjadi kesalahan suatu saat nanti..dia akan membicarakan hal ini pada kedua orangtuanya nanti.
"Semoga kau bisa segera sembuh..aku merindukan gadis bar-bar ku yang dulu" Sean.
Entah dorongan dari mana hingga dia berani mengecup sekilas bibir pink natural Percy..sekilas tapi terasa manis..ini sudah keberapa dia mencium Percy.
__ADS_1
Pekerjaan dia limpahkan sejenak pada Nichol Dan Griffin karena Gerald tengah memimpin di cabang Wilson yang ada di negara M.
sementara Rico dia menjadi asisten Gian karena itu keinginannya sendiri jadi keluarga tidak ada yang melarangnya.
"Aku mandi dulu ya..jangan bangun dulu kalau aku belum selesai..cups.." Sean.
Sean meninggalkan Percy yang masih asik dengan mimpi nya.. Sean mandi sedikit lama karena dia yakin Percy akan bangun setelah dia selesai mandi.
Tak berapa lama kemudian Sean telah selesai dengan mandinya..dia keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian rapih..dia mendekati Percy yang masih memejamkan matanya..cups..gemas dengan wajah lelap Percy akhirnya Sean mendaratkan sebuah kecupan di pipinya.
"Hey bangun my bar-bar girl sudah siang" Sean.
Percy mengulet dana membuka matanya..dia melihat Sean di depannya dan tersenyum.. Sean juga ikut tersenyum melihat senyuman Percy..setidak ya sedikit kemajuan lagi Percy tunjukkan.
"Morning girl" Sean.
"Ayo bangun..mandilah lalu kita jalan-jalan di pantai..kau mau?" Sean
Sean justru serasa seperti seorang suami yang melayani istrinya..ah dia jadi ingin cepat-cepat menikah..sial pemikiran nya mengenai pernikahan ternyata terpatahkan dengan hadirnya Percy.
Lucu memang tapi dulu Sena bahkan tak berniat memiliki kekasih sejak dia pernah mengenal cinta pada seorang wanita yang salah dan di khianati bahkan di sakiti mulai dari situlah Sean menjadi lelaki anti cinta dan anti wanita kecuali para wanita di keluarga Wilson.
"Sepertinya aku benar-benar mencintainya..hahaha prinsip ku terpatahkan oleh hadirnya Percy..aku benar-benar sudah jatuh cinta dengan gadis itu..semoga dia segera sembuh dan aku akan menikahinya saat itu juga" Sean.
*
*
"Apa kau yakin dia akan menerimamu lagi setelah kau menyakiti nya begitu dalam?" ucap pria asing.
"Aku yakin dan setelah itu aku akan menguras semua harta kekayaannya dan kita kan hidup bahagia bersama" ucap si wanita.
__ADS_1
Sejenak keduanya berkissing dengan liar kemudian si pria mulai mencecap dua gunung kenyal yang sudah tegang dan menantangnya.
"Ah..jangan di gigit sayang enghhh" si wanita.
"Ini menyenangkan sayang..kau sungguh luar biasa" si pria.
Setelah keduanya pol los los tak mengenakan apapun kini keduanya mulai meny-atukan diri satu sama lain dengan era ngaan keras dari si wanita.
"Oh sayang kau selalu nik matt dan aku suka itu" si pria.
"Kau juga oh sayangku" si wanita.
Skipppp......
"Sean apa Percy sudah tidur?" Nila
"Sudah mom..tadi aku berikan obat penenang agar tak gelisah setiap kali aku tinggal sebentar" Sean.
"Apa tak berbahaya?" Erick
"Tidak jika dosis rendah" Sean
"Baiklah sekarang cerita kau pada mommy..semuanya" Nila
"Huhh baiklah...semua di mulai dari ketika aku meminta laporan keuangan yang sempat aku suruh untuk di revisi karena banyak kesalahan dalam penulisan angkanya..aku meminta Percy untuk mengambil laporan itu lagi ke pihak divisi keuangan tapi sepertinya di persulit karena mungkin mereka tengah bingung bagaimana caranya menutupi kecurangan yang mereka lakukan..setelah beberapa lama kemudian Percy kembali dengan membawa serta laporan keuangan yang aku minta dan dia menyerahkan nya padaku..setelah aku mengeceknya ternyata hasilnya malah jauh berbeda dari yang aku terima di laptopku...
Aku menyuruh Percy untuk memanggil ketiga pihak yang bertanggung jawab dengan laporan keuangan itu..mereka datang dengan wajah pucatnya dan tak berani menatapku barang sekali pun.. Percy tak pergi dari ruangan ku kala itu karena dia tau aku pasti akan menghabisi ketiga manusia tak tau diri itu..ketika aku mengintrogasi mereka ternyata mereka di suruh oleh seseorang untuk mengusik ketenangan ku dan membuat perusahaan bangkrut..aku memecat mereka karena ku rasa mereka sudah tak layak bekerja di Richard Corps lagi setelah apa yang mereka lakukan pada perusahaan..selanh sehari setelah pemecatan itu Percy mendapatkan serangan dari 4 preman suruhan ketiga orang yang ku pecat namun tak sampai di situ saja ulah mereka..mereka bahkan berani menculikku dan Percy di bantu oleh seseorang yang amat sangat terobsesi dengan Percy yaitu Frank..Frank membuat keonaran dengan cara mengalihkan penjaga yang bertugas berjaga di depan kamar rawat Percy dan ketiga orang itu menyamar menjadi dokter,perawat dan petugas kebersihan di rumah saja ini dam sewaktu mereka melancarkan aksinya mereka menggunakan bius semprot yang otomatis membuatku tak sengaja menghirup udara yang sudah terpapar oleh bius itu dan seketika aku tak sadarkan diri...
Ketika aku bangun aku dan Percy sudah ada di sebuah ruangan yang pengap dan lembab..aku mencoba melepas ikatan yang ada di tanganku sekuat tenaga sesuai yang Daddy dan uncle Rey tunjukkan dulu padaku..di saya aku sedang berusaha melepaskan ikatan itu tiba-tiba datanglah ketiga bajingan itu dan mendekati kami..aku berdebat dengan salah satu dari mereka namun sial saat aku di minta untuk memilih antara perusahaan atau Percy aku tak tau harus menjawab apa karena aku baru sadar keduanya berarti untukku"
Sean menghela nafasnya panjang sebelum mulai menceritakannya lagi kepada Erick dan Nila.
__ADS_1