
Pagi menjelang..suasana di sebuah kamar masih sepi tak ada suara..sepasang suami istri itu masih terlelap dalam pelukan masing-masing.
Begitu tenang dan nyaman tak ada yang mengusik mereka..jam manish menunjukkan pukul 9 pagi..semalam mereka bermain hingga pukul 3 pagi jadi sampai sekarang mereka bahkan tidak bergerak dalam tidurnya.
Tiba-tiba di luar kamar mereka terdengar sebuah ketukan di pintu..Bryan yang enggan membuka matanya kini terbangun mendengar suara berisik itu.
"Ck..sialan siapa yang berani-beraninya mengganggu tidurku"
Bryan melirik Via yang masih bergelung di dalam selimut..pundaknya terekspos membuat Bryan tak tahan untuk tak mengecupnya.
"Love you my wife"
Bryan mengecup pundak mulus Via dan beranjak dengan malas menuju pintu setelah memakai bathrobe..ketika pintu sudah terbuka terlihatlah seorang wanita yang amat sangat ingin dia lenyap kan.
"Kau..kenapa kau mengganggu kami?"
"Maaf tuan Bryan..saya hanya ingin membangun kan anda dan nyonya karena ini sudah hampir siang..rapat juga sebentar lagi akan di mulai"
"Apa kau sudah hilang ingatan..kau tau ini masih jam 9 hah..kau tau rapat masih ada 3 jam lagi dan kau dengan lancang nya mengganggu waktu istirahat kami hah..kau benar-benar sudah di luar batas wajar nona Gally..katakan pada taun barton kerjasama kita batal"
Bryan langsung menutup pintunya dengan sedikit bantingan..dia kesal karena berani-berani nya wanita gila itu mengganggu waktu istirahatnya bersama Via.
Bryan terkejut karena Via terbangun..istrinya tengah duduk dengan wajah letihnya sambil menguap terlihat sangat kelelahan.
"Baby kenapa bangun hm?"
"Aku mendengar suara berisik by jadi terbangun..ada apa sih hoamm"
"Maaf sayang..ada sedikit gangguan tadi.. tidurlah lagi hari ini kita akan pulang setelah kau cukup tidur"
"Hoamm baiklah..jangan berisik lagi by aku benar-benar lelah dan mengantuk"
"Iya sayang maaf ya"
Via tak menjawab karena dia sudah terlelap..dia benar-benar lelah dan mengantuk karena semalam melayani Bryan hingga pukul 3 pagi.
Bryan tampak emosi melihat Via yang kelelahan dan mengantuk harus terganggu karena wanita gila itu.. lihatlah akan dia beri perhitungan nanti.
*
*
__ADS_1
"Apaaaa.. bagaimana bisa hah?"
"Maaf tuan saya tidak tau"
"Tidka mungkin tuan Bryan membatalkan kerjasama ini sepihak pasti ada yang salah..apa yang kau lakukan sialan katakan atau kau akan aku kirim ke tempat pellacuran"
"Tidak tuan..saya tidak tau..suara atau di beritahu oleh tuan Bryan bahwa kerjasama ini di batalkan"
"Arghhhhhh sialan"
"Tuan apa ini semua atas perintah istri tuan Bryan..dia seperti nya tidak suka dengan kita tuan"
"Kau benar juga..tidak bisa di biarkan..lihat saja aku akan melakukan sesuatu agar mereka kapok..seenaknya saja membatalkan kerjasama"
Sementara Gally dia tersenyum senang setidaknya dia aman Tidka kena amuk tuan Barton..masalah Bryan dan Via urusan nanti.
"Akhirnya kau akan menyesal wanita sialan" batin Gally bersorak gembira.
Siang pun menjelang waktunya Bryan dan Via kembali ke rumah dan bertemu keluarganya yang sudah mereka rindukan terutama twins C.
Via terlihat tak bersemangat karena waktu tidurnya terganggu..dia sempat pusing karena bangun mendadak setelah mendengar suara berisik dan teriakan.
"Baby apa kau sakit?"
"Maaf baby ini salahku"
"Ssssttt tidak by..aku sudah baik-baik saja"
"Baiklah sebaiknya kita sarapan dulu baby aku tak mau kau sakit"
"Iya suamiku"
Bryan merengkuh Via hangat.. Via juga nyaman berada di pelukan hangat suaminya..rasanya tenang dan aman ketika merasakan pelukan suaminya.
Singkatnya kini Via dan Bryan sudah berada di cafe dekat hotel..mereka makan dengan lahap dan tenang..sesekali terdengar candaan dari keduanya.
Di saat mereka tengah asik bercengkrama dan selesai dengan sarapannya tiba-tiba datanglah dua orang yang sangat tidak ingin mereka lihat siapa lagi jika bukan Barton dan si Gally.
"Tuan Bryan..akhirnya saya bisa bertemu dengan anda" ujar tuan Barton
"Ada apa?" jawab Bryan singkat dan datar.
__ADS_1
"Saya minta penjelasan anda tuan..kenapa anda membatalkan kerjasama secara sepihak tanpa persetujuan saya?" ucap tuan barton minta penjelasan.
"Kau ingin tau..apa kau sudah bertanya pada sekertaris mu itu?" ujar Bryan sambil melirik pada Gally yang tengah menunduk.
"Sudah..dia bilang anda membatalkan kerjasama kita tanpa penjelasan"
"Begitu nona Gally?" tanya Bryan dengan tatapan membunuh.
Gally hanya menunduk di sertai Isakan kecil.
"Gally katakan pada kami apa yang tuan Barton katakan benar atau tidak?" tanya Via yang sudah jengah dengan suasananya.
Via kesal karena waktunya harus di usik oleh dua orang yang tak henti-hentinya membuat masalah..dia sudah lelah dan mengantuk.
"Ma..maaf tuan Barton saya lupa"
"Apa maksud mu?"
"Kau ingin tau kenapa aku membatalkan kerjasama ini dengan sepihak bukan..baiklah jika nona Gally tidak ingin menjelaskan nya tidak apa saya akan menjelaskan nya beserta buktinya"
Bryan menghela nafasnya laku melanjutkannya.
"Tadi pagi jam 9 di saya saya dan istri saya tengah terlelap dan beristirahat dengan tenang di kamar kami..awalnya suasananya tenang dan nyaman tapi tak berapa lama kemudian terdengar bunyi ketukan pintu berulangkali yang membuat saya terpaksa membuka mata saya karena terusik dengan ketukan pintu itu...
Saya baru tidur jam 3 pagi tapi sudah di usik oleh orang yang tak tau diri seperti sekretaris anda tuan Barton..dia mengetuk pintu kamar kami berulangkali hanya untuk membangunkan saya juga istri saya dengan alasan Sudja siang dan meeting..anda tau sendiri bukan meeting kita sehabis makan siang tapi sekertaris anda yang sangat cerdas ini malah mengganggu waktu istirahat kami..apakah saya sudah mengingatkan anda jika saja kalian mengusik kami maka kerjasama ini batal dan anda harus membayar ganti rugi sebesar setengah dari keuntungan proyek ini?"
Tuan Barton terperangah dengan kenyataan yang Bryan ceritakan..astaga dia sudah termakan hasutan sekertaris sialan nya.
Barton menatap nyalang pada sekertaris nya..dia geram karena ulah sekertaris nya dia harus kehilangan kerjasama yang sudah lama dia nanti juga harus membayar ganti setengah dari keuntungan proyek.
"Tuan Bryan..maafkan saya" ucap Gally yang tercengang dengan kenyataan bahwa dia pasti akan di pecat dan di kirim ke tempat pellacuran.
"Maaf ku tergantung istriku"
"Nyonya maafkan saya nyonya..tolong bujuk tuan Bryan agar mau memaafkan saya nyonya..saya tulang punggung keluarga. saya nyonya"
"Lalu?"
"Apa nyonya tidak punya hati untuk memaafkan saya..nyonya jangan egois..tuhan saja maha pemaaf apalagi nyonya yang hanya manusia biasa..jangan egois nyonya"
"So?"
__ADS_1
"Sialan"
PLAKKKK.....