Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 134_Kejahilan Bumil


__ADS_3

Percy saat ini tengah di hadapkan dengan dua pilihan yang menurutnya gila..dia tidak bisa memilih satu dari dua pilihan itu..tapi dia juga tidak bisa menolak kalau tidak maka wanita hamil yang ada di depannya ini akan merajuk kan bisa gawat.


"Ayo Percy kau harus memilih..ini permintaan baby" ucap Via sambil mengelus perut ratanya.


"Ta..tapi saya tidak bisa memilih nona"


"Jadi kau tidak mau hiks..by Percy tidak mau memilih hiks"


"Baby jangan begini dia juga pasti bingung sayang..isengnya jangan sama aunty ya nak..sama uncle saja" ucap Bryan menyelamatkan Percy agar tidak menjadi bahan keusilan calon anaknya.


"Ka sudah jangan begini kasihan dia..lagian Kaka aneh-aneh saja mana ada ngidam begitu" tambah Sean yang juga sudah pasrah akan sifat jahil kakaknya yang mengatasnamakan calon ponakannya.


"Kalian jahat hiks..padahal baby hanya ingin Percy memilih begitu saja..apa aku salah hiks..huwaaaa"


"Eh..ko nangis..Sean bagaimana ini?" tanya Percy bingung.


"Huhhh lebih baik kau turuti saja Percy Yoh hanya ngidam kan.. tidak usah khawatir" akhirnya Sean menyerah dan meminta Percy untuk memilih.


"Huhh baiklah..saya pilih di lamar Sean nona"


"Benarkah..kau serius..by dia mau di lamar Sean yeyyy" ucap Via gembira.


"Iya sekarang sudah ya..lebih baik kita pulang saja kasihan baby" saran Bryan yang sudah ingin mengakhiri drama bumil satu ini.


"Baiklah aku akan mempersiapkan acara lamaran kalian..ah baby senang sekali akhirnya uncle nya tidak jomblo lagi..ayo by kita harus pulang"


"Baiklah..Sean Percy kami pulang dulu..Percy maaf atas kejahilan istriku"


"Tidak apa-apa tuan"


Via pulang karena dia sedang bersemangat untuk mempersiapkan acara lamaran untuk adiknya.. sepanjang perjalanan Via terus mencari-cari dekorasi yang tepat untuk acara lamaran Sean dan Percy nantinya.


*


*


"Aku minta maaf soal yang tadi"


"Tidak apa-apa tuan..kalau begitu saya permisi kembali ruangan saya"


"Ya"


Percy kembali ke ruangannya untuk menenangkan diri..astaga keluarga Sena itu benar-benar aneh tapi hangat dia suka dia jadi merasa memiliki keluarga lagi.


"Andai keluargaku sehangat keluarga Sean pasti aku sangat bahagia"


Percy duduk dan mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda karena ulah bumil jahil yang tengah ngidam itu..huhh sabar Via hanya ngidam.


*** Flashback Sebelumnya ***


Tokk..tokkk...tokk


"Masuk" Sean


"Permisi tuan saya ingin meminta tanda tangan anda" Percy


"Baiklah kemarikan" Sean

__ADS_1


Percy menyerahkan 5 dokumen yang membutuhkan tanda tangan Sean..di saat Sean tengah asik menandatangani dokumen itu dari arah pintu terdengar ada sedikit ramai-ramai.


Sean dan Percy menoleh ke arah pintu dna tak lama terlihat Via dan Bryan telah memasuki ruangan Sean..via tersenyum melihat Percy gadis yang pernah di bawa Sean pulang.


"Loh Percy..kau bekerja di sini juga?" tanya Via.


"Selamat pagi nona Via tuan Bryan..iya saya bekerja di sini" Percy


"Wah..Sean apa kalian sudah ada rencana?" Via


"Hah rencana apa ka?" tanya Sean tak paham.


"Jadi kau belum ada rencana untuk melamar atau menikahi Percy?" Via


"Hah sejak kapan aku punya rencana seperti itu?" Sean


"Astaga..padahal baby ingin melihat uncle nya melamar atau menikahi Percy..by bagaimana ini nanti anakmu ngiler bagaimana?" Via


"Astaga baby jangan bicara yang tidak-tidak" Bryan


"Tapi ini keinginan baby by..aku tidak bohong..jadi Percy kau mau di lamar atau langsung nikah saja dengan Sean..aku beri dua pilihan menikah atau di lamar?" Via.


"Ta..tapi nona..saya dan tuan Sena tidak___" Percy.


"Jangan bilang kalian bukan pasangan..hiks..lalu bagaimana dengan baby di perutku hiks" Via


"Astaga baby jangan begini kasihan dia" Bryan.


"Tapi m baby maunya begitu by kalau tidak aku akan tersiksa" Via.


Di ruangannya masing-masing baik Sean maupun Percy mereka tengah larut dalam pikirannya masing-masing..memikirkan tingkah jahil bumil saja sudah membuat mereka geleng-geleng kepala.


Tak terasa waktu sudah berlalu sangat cepat..jam sudah menunjukkan pukul 12 siang waktunya istirahat dan makan siang.


Percy keluar dari ruangannya dan hendak bertanya apa perlu di pesankan makanan untuk Sean karena tidak enak jika makan sendiri tanpa perduli bosnya.


Tokkk...tokkk..tokkk


"Ya masuk"


"Permisi tuan..sudah waktunya makan siang apa anda ingin saya pesankan?" Percy.


"Tidak..kau ikut aku makan siang" Sean


"Ta..pi..tua__" Percy


"Ingat tidak menerima penolakan" Sean


"Huhhh baiklah" Percy.


Akhir nya rencananya gagal sudah.. sebenarnya Percy ingin makan berdua dengan Miley karena sejak Sean di perusahaan ini dia dan Miley jarang ketemu..sungguh dia rindu dengan ocehan Miley.


Percy sudah bersiap dana hanya menunggu Sean..Sean keluar dan langsung mengkode nya agar mengikuti kemana dia pergi..Percy menurut saja biarlah sekali ini saja.. itung-itung makan gratis.


*


*

__ADS_1


"Bagaimana apa kalian sudah mendapatkan alamat tempat tinggal nya?" Frank.


"Maaf tuan belum.. informasi mengenai nya sangat rapat tertutup"


"Bodoh..kalian sudah aku bayar mahal tapi tidak bisa berbuat apa-apa..dasar tidak berguna" Frank.


Orang suruhan Frank hanya diam..mereka benar-benar tidak bisa mengakses keberadaan Percy..mungkin jalan satu-satunya mengikuti Percy hingga tempat tinggalnya.


"Tuan..saya punya saran..apa tidak sebaiknya saya mengikuti nya sampai ke tempat tinggal barunya?"


"Kenapa baru terpikirkan sekarang..huhh lakukan apapun untuk mendapatkan informasi nya" Frank.


"Baik tuan saya permisi"


Frank kembali ke kamarnya dia harus melampiaskan kekesalannya dengan jallang yang dia bayar..dia memang sedang bercinta dengan seorang wanita bayaran saya sebelum orang suruhannya datang.


"Bitchh layani aku sampai puas" Frank.


"Sesuai perintah anda tuan"


Frank merem mass dua gunung Himalaya itu dengan sedikit kasar..Frank benar-benar butuh pelampiasan..dia akan bermain hingga dia puas menggunakan tubuh si jallang itu.


"Bitchh lebih cepat"


"Baik tuan"


Dan mereka masih terlarut dalam permainan panas mereka hingga mereka merasa cukup dan puas.


*


*


Percy dan Sean telah sampai di restoran dimana mereka akan makan..sekarang bukan jam kantor jadi mereka bebas mengobrol tanpa batas.


"Bagaimana perasaan mu?"


"Hm?"


"Apa kau ingin balas dendam?"


"Aku buka tipe pendendam"


"Begitu?"


"Ya..biarkan saja dia bertingkah..jika aku sudah benar-benar jengah maka aku takkan menahan diri lagi untuk memasukkannya ke dalam rumah sakit"


"Wow..kau mengerikan juga ternyata"


"Itulah diriku..maka dari itu jangan macam-macam"


"Hahah baiklah..setidaknya aku tau kau bukan wanita lemah"


"Ya begitulah aku..harus bertahan kalau tak ingin di tindas..bukan begitu?"


"Ya..kau benar..aku semakin kagum melihat mu"


"Ck..tidak mempan sialan"

__ADS_1


__ADS_2