
"Ihhh kami takut..hahahaha sudahlah Sean..kau hanya tinggal memilih saja jangan banyak omong..saham atau wanita itu..kalian berdua lakukan yang harusnya kalian lakukan" orang ke 1.
"Dengan senang hati"
Kedua orang itu mendekati Percy..Sean benar-benar marah karena melihat dua orang sialan itu tengah mencoba menyentuh Percy.. tidak bisa di maafkan.
"SEANNNNN tolooongggg..lepaskan. arghhhhhh jangannnnnnn" Percy
"Bajingan jangan ganggu dia..sialan kalian" Sean murka.
Sekuat tenaga Sean mencoba melepaskan ikatan di tangannya sedikit demi sedikit tali itu mulai longgar dan ketika Sean masih asik berceloteh ria dengan para cecunguk itu akhir nya tapi yang mengikatnya lepas juga meski harus menyakiti tangannya.
"Tidakkkkkk arkhhh jangannnnnnn hiks..ku mohon hiks" Percy
Saat melihat baju yang Percy pakai hampir terlepas seluruhnya saat itu juga Sean bangkit dan menerjang kedua orang itu sebelum bisa melucuti pakaian Percy sepenuhnya.
"Bajingan kalian semuaaaaa" Sean.
Ketiga orang tersebut menegang karena melihat Sean bisa dengan mudah melepas tali yang mengikat di tangannya..astaga apa ini juga kemampuan khusus yang di miliki oleh keluarga Wilson.
"Ba.. bagaimana bisa..di.. dia" orang ke 2
"Sepertinya kita salah cari lawan" orang ke 1
"Sialan..padahal sedikit lagi aku bisa menikmati tubuhnya.. bagaimana ini sebaiknya kita kabur saja sebelum Sean menghabisi kita" orang ke 3.
"Kau benar sebaiknya kita lari.. cepat-cepat"
Di saat ketiganya sudah mencapai pintu keluar dan membukanya mereka terperangah melihat dua orang dengan wajah yang menyeramkan berdiri dengan sorot mata membunuh juga aura gelap yang meliputi mereka.
"Tu..tuan Gi.. Gio" orang ke 3.
"Apa kalian sudah cukup bermainnya?" Gio.
"Maafkan aku tuan..maafkan kami" ke 3 nya.
"Maaf..hahahaha Arick apakah aku harus memaafkan nya?" Gio.
"Saya rasa tidak tuan" Arick.
"Tuan kami mohon maafkan kami tuan..kami hanya bercanda tuan" orang ke 2.
"Bercanda kalian bilang?" Sean
Sean datang dengan menggendong Percy dalam dekapannya yang terlihat ketakutan..perutnya kembali berdarah dan itu terlihat dari baju pasien yang di kenakan Percy sudah berlumuran darah.
__ADS_1
"Sean kau bawa kekasihmu ke rumah sakit biarkan mereka menjadi urusan kami" Gio
"Huhhh..baiklah ka.. terimakasih sisakan sedikit untuk ku karena aku akan mengambil bagianku..tangan dan mata mereka" Sean
"Hm tenang saja..pengawal bawa tiga santapan Coco and friends ke markas kematian..akan ada pesta besar-besaran di sana hahahaha" Gio
Anak buah Gio langsung menyeret ketiganya menuju mobil yang sudah bertengger apik di depan rumah tua itu..ada Miley juga penjaga yang bertugas menjaga kamar Percy dan asisten Sean.
"Percyyyyyy..astaga kau kenapa?" Miley histeris.
"Miley tenang dulu biarkan aku membawanya ke rumah sakit" Sean.
"Baiklah" Miley.
Sean memasukkan Percy kedalam mobil dengannya yang setia memeluk Percy di bangku belakang..sedangkan Miley dan asisten Sean berada di depan untuk mengemudi mobil.
"Griffin lebih cepat" Sean.
"Baik tuan" Griffin.
Sean panik kala Percy tak sadarkan diri dan tubuhnya mulai mendingin..astaga jangan sampai terjadi apapun pada gadis dalam pelukannya.
"Percy..hey sadar Percy..stay with me..astaga Griffin cepat" Sean panik.
Sean mengangkat Percy dan berteriak meminta pertolongan.. beberapa perawat juga dokter yang kebetulan sedang berlalu lalang menghampirinya dan membawa serta brankar untuk Percy.
"Cepat selamatkan kekasihku" Sean tanpa sadar.
"Baik tuan" dokter.
Percy di dorong menuju IGD untuk melakukan penanganan yang tepat..sementara Sean dan Griffin menunggu di depan ruangan dimana Percy berada.
Griffin menyerahkan pakaian yang dia bawa untuk Sean agar Sean mengganti pakaiannya yang berlumuran darah Percy..sungguh pria yang tengah gusar itu tidak terlihat seperti Sean yang terkenal sombong bahkan arogan tapi lebih ke orang aneh yang tengah kacau.
"Tuan gantilah pakaian anda dulu" Griffin.
"Baiklah..jangan kemanapun dan stay di sini sebelum aku kembali" Sean
Sean mengambil paper bag dari tangan Griffin dan bergegas menuju kamar mandi di ruangan yang ada di sana untuk mengganti pakaiannya..dia melihat bercak darah di bajunya sangat banyak..astaga gadis itu sepertinya kehilangan banyak darah.
"Semoga kau baik-baik saja Percy..bertahanlah" batin Sean.
*
*
__ADS_1
"Kurang ajar.. berani-beraninya mereka menipuku.. arghhhhhh sialan.. bagaimana jika mereka yang mendapatkan kesucian Percy arghhhhhh ini gila..seharusnya aku tidak mengatakannya pada mereka..bodoh kau Frank..bodoh arghhhhhh fuc*k" Frank.
PRANGGGG.....
Braakkkk.....
Frank menggila membayangkan Percy dalam kungkungan ketiga pria sialan itu dan bergantian menggilir Percy...astaga Frank seperti orang gila..seharusnya dia tidak mengatakan bahwa Percy masih virgin..arghh benar-benar tidak bisa di bayangkan.
"Sialan kemana aku harus mencari mereka arghhhhhh sialan..harusnya aku lebih hati-hati lagi dalam mempercayai orang..shitt" Frank.
*
*
"Bagaimana keadaannya..apa dokter belum keluar juga?" Sean
"Belum tuan.. duduklah mungkin sebentar lagi" Griffin.
Miley sudah di antar pengawal Sean ke apartemen karena tidak baik bagi kesehatannya jika selalu memikirkan keadaan Percy..setidaknya di rumah dia bisa istirahat.
Tak berapa lama kemudian dokter keluar dari ruangan yang mengerikan itu sambil melepas masker juga atribut yang sepertinya telah dia gunakan untuk mengoperasi atau apalah itu.
"Bagaimana dok?" Sean.
"Huhh syukurlah keadaan pasien sudah stabil..lukanya sudah kami jahit kembali sepertinya pasien terinfeksi karena itu luka baru yang masih basah dan terbuka lagi di ruangan yang lembab.. apa benar tuan karena di lihat dari lukanya yang mulai membiru dan bengkak" dokter.
"Benar dok..kami baru saja mengalami kejadian buruk ah sudahlah dok saya tidak ingin mengingatnya lagi..apa bisa saya masuk kedalam?" Sean.
"Sebaiknya tunggu sampai pasien di pindahkan ke ruang rawat biasa saja tuan..baiklah saya permisi tidak perlu kuatir keadaan nya sudah stabil dan hanya perlu penanganan intensif dari pihak medis saja" dokter.
"Baiklah dok terimakasih.. tolong siapkan kamar VVIP saya tidak mau ada satupun kesalahan" Sean
"Baik tuan sesuai keinginan anda.. mari" dokter.
"Griffin kau atur semua aku tak mau kejadian serupa terulang lagi" Sean.
"Baik tuan" Griffin.
Sean menunggu Percy yang sedang di tangani perawat untuk di pindahkan ke ruangan yang lebih baik.
Brankar Percy di dorong keluar oleh dua orang suster dan Sean dengan sigap membantunya mendorong dengan melihat wajah Percy yang semakin membuatnya bersalah.
Jika mengingat lagi bagaimana Percy hampir di lecehkan oleh kedua bajingan itu darahnya mendidih ingin sekali menerkam mereka dan mencabik-cabik mereka saat ini juga.
"Akan aku balaskan semua perlakukan menjijikkan mereka Percy..maaf aku terlambat menyadari bahwa aku sudah jatuh hati padamu" Sean membatin.
__ADS_1