Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 89_Memasak


__ADS_3

Sepulangnya Bryan dan Via dari pusat perbelanjaan kini Via tengah asik di dapur..dia akan membuat makanan untuk Bryan sang suami tercinta.


Sudah lama dia tak melayani Bryan layaknya seorang istri yang melayani suaminya kini Via berusaha untuk menyenangkan perut sang suami.


Via tengah bergelut dengan bahan-bahan makanan yang akan dia masak dan sajikan untuk sang suami..pokoknya hari ini special Via yang menservice sang suami.


Satu masakan telah selesai Via hidangkan..dia tak boleh terlalu lelah akhirnya Via hanya bisa memasak satu jenis masakan saja kalau tidak jangan harap bisa menyentuh dapur lagi..itulah ancaman sang suami Bryan.


"Akhirnya selesai..semoga Bryan suka dengan masakanku"


Via meletakkan dua piring Abondigas di atas nampan dengan minuman jus jeruk dan buah strawberry satu mangkuk kecil yang sudah di cuci bersih tentunya.


Perlahan Via naik ke atas kamar mereka..rumah sepi entahlah orang-orang pada kemana tapi baguslah jadi ada waktu bermesraan dengan Bryan tanpa gangguan.


"By..tolong bukain pintu" teriak Via dari luar kamar karena tangannya penuh.


Bryan yang kebetulan tengah duduk di sofa beranjak ketika mendengar suara Via..dia bergegas membukakan pintu untuk Via karena sepertinya Via kesulitan membuka pintu.


Ketika pintu sudah terbuka terlihatlah Via dengan membawa nampan yang berisikan dua piring makanan juga dua gelas minuman tambah satu mangkuk buah pencuci mulut.


"Baby kenapa nggak minta tolong aku aja hm..pasti berat kan?"


"Ishhh nggak by..aku special buatin makanan buat kamu karena selama aku jadi istri kamu kebanyakan malah kamu yang selalu melayanai aku terus..aku jadi ngrasa nggak berguna sebagai istri"


"Hey ngomong apa sih..di atas ranjang itu apa kalau bukan melayani aku hm..udah ayo masuk sini aku bantu bawa..inget kamu nggak boleh capek-capek baby"


"Iya by makasih"


Via dan Bryan menuju balkon kamar mereka dan menikmati sepiring Abondigas bersama-sama..suasananya begitu hangat..Via merasa sangat di cintai oleh suaminya.


"Gimana by rasanya enak atau enek?"


"Enak baby..beneran kamu pinter masak ya ternyata?"


"Hishhh nggak usah muji by nanti aku melayang"


"Nggak papa kalau kamu melayang aku tangkep lagi"


Via dan Bryan tertawa bersama..setelah tandas dua piring Abondigas itu kini keduanya saling menyuap strawberry dati mulut ke mulut.


Via memakan buah Strawberry itu kemudian Bryan langsung ikut memakannya dwngan cara mellumat bibir Via dengan strawberey yang sudah hancur dalam mulut keduanya hingga menimbulkan rasa manis dalam mulut keduanya.


Ciuman masih berlanjut hingga buah itu habis tak tersisa..Via dan Bryan sama-sama terengah-engah karena begitu ngoyo.

__ADS_1


"Manis..aku suka baby..lagi dong" pinta Bryan ketagihan.


Via langsung menjalankan apa kata suaminya..di masukkan lagi buah strawberry itu kedalam mulutnya kemudian di arahkannya bibir itu pada Bryan dan di sambut antusias oleh Bryan.


Dan terulang lagi ciuman dengan buah di dalamnya membuat rasa manis di bibir keduanya..mereka begitu menikmati permainan bibir dan li dah nya hingga di rasa sudah cukup dan hampir kebas barulah mereka lepaskan.


"Sudah aku takut tak bisa menahan diri baby..kau belum bisa melayaniku aku tak mau membuatmu semakin merasa bersalah hm?"


"Baiklah..maaf aku belum mampu by..tapi aku akan usahakam semampuku meski tanpa penyatuan"


"Aku tunggu nanti malam baby"


"Jangan menyesal tuan suami"


"Tentu tidak nyonya"


"Aku suka gayamu"


*


*


*


"Belum..bersabarlah"


"Huhhh..apa saja kerjamu hah..mengurus satu masalah saja tidak bisa..jika kau tidak mampu lebih baik kau mundur"


"Hey apa maksudmu..jangan kelewatan sialan"


"Memang begitu kan..sudah beberapa buoan ini kau bahkan tidak bisa menembus benteng terlemahnya..tidak berguna"


Marcus yang mendengar dirinya di remehkan oleh seorang wanita tak tinggal diam..dia mencekik si wanita hingga hampir kehilangan nyawanya.


"Jika kau menghinaku lagi maka jangan bermimpi nyawamu akan tetap di tubuhmu ini jallang..sekali lagi kau menyulut emosiku maka habislah kau saat itu juga..camkan itu jallang"


"Uhukk..uhukk..da..sar..gi..la..kau uhukkk"


"Hahahah aku memang gila..lalu kau mau apa dengan orang gila sepertiku hah..kau melawan orang gila dan kau akan ikut gila karenanya"


Wanita itu diam saja tak membalas ucapan Marcus..sudah cukup sekali dia hampir mati..lihat saja nanti akan dia singkirkan si Marcus itu.


*

__ADS_1


*


Waktu silih berganti tqk terasa sudah hampir 8 bulan Via menjalani pengobatan dan juga penguatan rahim..selama itu juga Via dan Bryan rajin menabung karena mereka yakin sedikit demi sedikit tabungan mereka akan sempurna.


Kemarin saat Via cek dokter..dokter itu mengatakan bahwa rahim Via sudah kuat dan siap untuk di buahi..maka dari itu Via dan Bryan tak mau membuang waktu dan langsung menabung.


"Baby bangun sayang sudah siang" bisik Bryan dengan mengecup kening istrinya.


"Enghhh..by ngantuk" gumam Via sambil masih memejamkan mata dan mengeratkan pelukannya.


"Hey sudah siang..ayolah baby kau tak ingin ke kantor hm?"


"Aku malas by..ini juga gara-gara kau kan"


"Hahahha..ok aku salah..maaf baby..ya sudah hari ini kita di rumah saja bermalas-malasan ok"


"Ide bagus"


Via melanjutkan tidurnya beserta Bryan yang juga menyusulnya dan merapatkan pelukannya pada tubuh polos keduanya.


Bryan akan menuruti semua keinginan istrinya meskipun dia harus kehilangan tender milyaran sekalipun asalkan istrinya senang dia juga senang.


"Baby jika kita di percaya mendapatkan momongan lagi apa kau senang hm?"


"Tentu saja by..itu harapanku"


"Semoga sera hadir di sini ya junior kita..jika kau mengalami keluhan apapun jangan sungkan mengabari aku ya baby aku tak mau menyesal untuk kedua kalinya"


"Iya by..aku janji akan selalu jujur padamu dan tak memendamnya sendiri lagi"


"Bagus..kejadian kemarin kita jadikan pelajaran berharga agar kedepannya kita saling terbuka dan jujur satu sama lain..aku juga akan mengurangi kesibukanku di kantor dan lebih memperhatikanmu dan kalau bisa kau juga berhenti beraktivitas limoahkan pekerjaan pada Sean saja dan fokuslah untuk program kita ya baby..kau mau kan?"


"Iya by aku mau..aku akan melimpahkan pekerjaan pada Sean dan Rico..aku tak ingin menundanya karena aku sangat mengharapkan dia secepatnya hadir di di antara kita"


"Aku juga sama baby..maka dari itu komunikasi adalah jalan terbaik untuk masalah itu"


"Love you hubby"


"Love you more baby"


Mereka berpelukan di atas ranjang di dalam selimut tebal..di rumah Bryan hanya ada 3 pelayan yang usianya 50 tahunan karena Bryan tak mau memanggil serangga liar masuk dalam rumahnya.


Bryan dan Via sudah pindah dari kediaman Erick sejak lama dan mereka menikmati kehidupan rumah tangga mereka.

__ADS_1


__ADS_2